Posted in Austria, Eropa, travel stories, Vienna

Day 6. Exploring Vienna: Zentralfriedhof & Hundertwasserhaus

Vienna, April 27th 2017.

Hari ini Ayah ke lokasi konferens agak siang, jadi pagi hari bisa dipakai untuk jalan-jalan menemani Ibu dan Arga untuk mengeksplor sisi kota Vienna yang lain.

Ayah: Mau jalan kemana lagi nih? | Me: Ke Zentralfriedhof, yuk. | Ayah: Apaan, tuh? | Me: Central Cemetery. Kuburan. | Ayah: ๐Ÿ˜ฏ Emang siapa yang dikubur disitu? | Me: Beethoven sama Mozart, Yah. | Ayah: ๐Ÿ˜ yaudah yuk.

Jadilah kami bertiga, nyaris pagi-pagiย buta pergi dengan niat mulia untuk pergi ke tempat dimana Beethoven dan Mozart dimakamkan. Continue reading “Day 6. Exploring Vienna: Zentralfriedhof & Hundertwasserhaus”

Posted in Austria, Eropa, travel stories, Vienna

Day 5. Danube River, Jubilรคumskirche, Wiener Prater, Theseus Temple, Mozartdenkmal, dan Indomie di Toko Sederhana :)

Day 5, Wednesday April 26th 2017.

Hari ini Ayah harus ke lokasi konferens sepanjang hari, jadi Ibu & Arga berencana untuk jalan-jalan berdua ke arah Danube river, mumpung dekat dengan lokasi hotel Ibis yang ada di Leopoldstadt. Setelah sarapan,ย kami mulai jalan dan nemu taman kecil yang enak untuk duduk-duduk. Terus kami jalan lagi, melalui jembatan dan turun ke arah pinggir sungai. Lingkungannya bersih banget dan ada hammock enak buat kita baring santai sambil lihat Danube river, mana pas cuaca lagi enak banget. Continue reading “Day 5. Danube River, Jubilรคumskirche, Wiener Prater, Theseus Temple, Mozartdenkmal, dan Indomie di Toko Sederhana :)”

Posted in Austria, Eropa, travel stories, Vienna

Day 04. Rathaus, Parliament, Maria-Theresienplatz, ร„uฮฒeres Burgtor, Hofburg, Domkirche St. Stephan

Hari ini kita mesti pindah hotel dari A&O Wien yang berlokasi di dekat Wien Hbf menuju Ibis Wien Messe di daerah Leopoldstadt, namun kita baru bisa check in jam 14.00. Kemarin si Ayah sudah selesai presentasi, dan jadwal temannya presentasi yang terdekat baru siang hari. Jadi udah pagi hari kami check out dari hotel A&O Wien, kemudian titip luggage di locker stasiun lagi (kali ini kami perlu locker yang lebih gede seharga 2.5 euro ๐Ÿ˜€ ).

Sebelumnya saya sungkem dulu ya, maaf postingan kali ini bakal banyak foto doang ๐Ÿ˜€ Continue reading “Day 04. Rathaus, Parliament, Maria-Theresienplatz, ร„uฮฒeres Burgtor, Hofburg, Domkirche St. Stephan”

Posted in Austria, Eropa, travel stories, Vienna

Day 3. Exploring Vienna: SchloรŸ Belvedere & Karlsplatz

Senin, 24 April 2017. Hari ini jadwal si Ayah sesi presentasi di konferens EGU jam 11.00 CET dan udah berangkat dari jam 09.00 pagi tadi.

Tinggal saya dan si bocah berdua deh hari ini. Pagi ini saya mau belanja ke supermarket Billa yang letaknya ada di belakang hotel, jalan kaki paling 3 menit. Belanja roti, susu, cereal buat si bocah, olesan, buah, termasuk beras dan bahan sup. Iya, mini rice cooker saya lolos pemeriksaan di bandara. Jadi bisa masak nasi sendiri, horaaayย ๐Ÿ˜€ (secara dua orang lelaki saya itu masih butuh nasi walau sekali sehari). Continue reading “Day 3. Exploring Vienna: SchloรŸ Belvedere & Karlsplatz”

Posted in Austria, Eropa, travel stories, Vienna

Day 2 (part 2). Schloฮฒ Schรถnbrunn, Vienna

Setelah koper dan ransel sudah disimpan di locker, saatnya jalan-jalan! (โ‰ฅโˆ‡โ‰ค)/

Saya mengusulkan untuk pergi ke istana Schloฮฒ Schรถnbrunn yang lokasinya paling jauh dari lokasi dua hotel kami. Mumpung ditemani si Ayah ini, langsung aja ke destinasi terjauh! Gitu pikir saya ๐Ÿ˜€ Terus kami akan mencoba naik metro (subway kalo kata saya mah) dan kita coba mempelajari arahnya. Yang ternyata gampang banget. Kalau saya yang buta navigasi aja bisa, pasti kalian lebih bisa lagi! Hoho. ๐Ÿ˜† Continue reading “Day 2 (part 2). Schloฮฒ Schรถnbrunn, Vienna”

Posted in Austria, Eropa, travel stories, Vienna

Day 2 (part 1). On the Way to Vienna

Setelah Drama Kumbara Day dan ketiduran karena kecapean fisik dan lelah hati, paginya saya dan si Ayah bangun sebelum alarm berbunyi, jam 03.00 gitu. Si Ayah bilang kemaren malam kelupaan e-check in, dan entah kenapa pagi itu koneksi internet agak error. Setelah itu, si Ayah malah menemukan klausul bahwa untuk penerbangan ke seluruh Eropa dan interkontinental, agar diharapkan datang di bandara 3 jam sebelumnya.

Pesawat kita jam 06.50. Tiga jam sebelumnya, hemm, berarti jam 03.50.

Aappaaaaa?? Ini udah hampir 03.20 aja dong!!! Continue reading “Day 2 (part 1). On the Way to Vienna”

Posted in Amsterdam, Eropa, Netherlands, travel stories

and the adventure begin.. (with drama)

Malam sebelum berangkat saya baru beres packing. Iya lumayan mendadak, karena memang rencana simple packaging ajah. Kita bawa satu koper seberat 10 kg (isi baju Arga dan peralatan masak), satu ransel isi laptop dan baju ayah seberat 6.5 kg dan satu ransel isi baju saya dan lain-lain seberat 7 kg. Pagi hari itu kami masih sempat beresin kamar tidur di lantai 2 dan bersih-bersih sebentar. Setelah mandi dan sarapan, saya siapin sandwich untuk bekal selama di perjalanan, trus kita berangkat naik sepeda ke stasiun jam 11 kurang dikit. Si Ayah boncengin si bocah, dan saya bawa koper kabin di boncengan belakang. Continue reading “and the adventure begin.. (with drama)”

Posted in Austria, Eropa, Itenary suka-suka, travel stories, Vienna

Spring Trip 2017

Hai lagi semuanya, kali ini saya mau bagi ceritaย liburan kami sekeluarga selama Meivakantie atau Spring Trip di tahun 2017 ini ๐Ÿ™‚

Ceritanya di bulan November 2016, si Ayah kembali mendaftar untuk mengikuti European Geoscience Union (EGU) di Vienna, Austria, yang merupakan konferensi bidang geosains (termasuk hidrologi) terbesar di Eropa. Pesertanya bisa mencapai 12.000 orang *waw* (termasuk beberapa teman yang saya kenal juga hadir disana untuk sesi poster). Alhamdulillah, kali ini abstrak riset si Ayah kembali diterima dan mendapatkan satu sesi untuk oral presentasi di klaster hidrologi

*banggaaaa* ย \(โ‰ฅ โˆ‡ โ‰ค)/ Continue reading “Spring Trip 2017”

Posted in anak, basic school, parenting, review

Buku dan Kebiasaan Membaca = Investasi

Dalam rangka World Book Day yang diperingati tanggal 23 April, kali ini saya ingin menulis tentang buku dan kebiasaan membaca terutama bagi anak [yang draftnya udah ngendonย lama banget]. Tentunya berdasarkan pengetahuan dan pengalaman saya yang masih sangat terbatas ini. Termasuk yang akan saya share adalah beberapa buku anak saya, buku favoritnya, dan dimana saya bisa mendapatkan buku-buku tersebut.

Salah satu trigger postingan ini adalah beberapa fakta yang dilempar Najwa Shihab di ig-nya (dan link post lengkap Najwa adaย di bagian referensi):

  1. Menurut data OECD, budaya baca masyarakat Indonesia berada di peringkat terendah di antara 52 negara Asia;
  2. UNESCO (2012) melaporkan kemampuan membaca anak-anak Indonesia 0.001%, yang artinya hanya 1 dari 1000 anak Indonesia yang menghabiskan 1 buku dalam setahun.

*terhenyak*

Penasaran, saya mencoba mencari data OECD yang dimaksud.

Continue reading “Buku dan Kebiasaan Membaca = Investasi”