Posted in cerita hari ini, Enschede, hidup di belanda, rumah

Jendela rumah di Belanda

Enschede, September 13th 2017

Sewaktu tulisan ini dibuat, jam menunjukkan pukul 22.19h CET. Saya baru pulang dari sekolah si bocah setelah menghadiri acara Parents Information Evening yang diselenggarakan pihak sekolah di tiap awal tahun ajaran (Cerita tentang ini akan saya posting terpisah).

Di pertengahan bulan September ini, cuaca sudah berubah galau. Musim panas tahun ini -yang super galau- sudah kabur, diganti musim gugur yang mengintip tanpa malu-malu. Enschede hari-hari ini sedang mengalami a typical Dutch weather: dark, cloudy, gloomy, rainy, windy, or all in one πŸ˜‚ Dua hari ini bahkan di Belanda ditetapkan kode kuning dan oranje karena hujan angin yang mencapai 75 km/jam, dan hari ini sepeda -berikut sayanya- terlempar gitu aja ke kanan dan ke kiri jalan. Sungguh bikin jadi relijius di sepanjang jalan a.k.a. komat kamit baca doa biar ik selamat sampe rumah.Β πŸ˜‚

Anyway ini tadi mau ngomongin apa sik.

πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Continue reading “Jendela rumah di Belanda”

Advertisements
Posted in cerita hari ini, Enschede

Hujan hari ini di Enschede

Sekitar dua setengah kilo jalan kaki hari ini kutempuh, untuk menjemput si bocah selepas les berenang di Aquadrome. Kuajak serta si Oranje karena cuaca di Enschede berawan, berhujan dan berangin hari ini. Si Oranje ini termasuk yang paling lama menemaniku, setelah para pendahulunya takluk dengan ganasnya angin Belanda. Ya, angin.

Bulan ini genap empat tahun aku berada di negeri kincir angin ini, dan aku sudah lumayan bisa beradaptasi dengan “empat musim dalam sehari”nya Belanda. Langit gelap, hujan, dingin, salju, angin, atau kombinasi yang mana saja, kenyang menemani hari-hariku di Belanda. Inilah yang dinamakan “a typical Dutch weather” yang tidak terlalu kusuka, namun anehnya jelas akan kurindukan ketika aku tak berada disini lagi. Continue reading “Hujan hari ini di Enschede”

Posted in Enschede, Enschede, Eropa, misc, Netherlands, travel stories

Keseruan Summer Camping di Enschede

Summer is here! Libur telah tiba, hip hip hoera!! \(Λœβˆ‡ ˜)/

Di tahun 2015 dan 2016, dua kali summer holiday diisi dengan pulang mudik ke Indonesia (selama lebih dari -ehm- 6 minggu). Sedangkan untuk tahun ini, kami memutuskan untuk stay di Enschede saja. Berhubung si Ayah sudah memasuki Β tahun terakhir PhDnya dan sedang sibuk-sibuknya mengerjakan paper ke-empatnya (iya, demi para dewa, EMPAT! Dan alhamdulillah dua sudah publish dan satu posisinya adalah submit/under review).

Tidak terasa, sudah hampir empat tahun kami tinggal di Belanda. Terkadang kami sekeluarga mengisi liburan dengan pergi menjelajahi kota-kota di Belanda dan Jerman bagian barat. Winter trip tahun lalu kami pergi keliling Cochem (Jerman) – Metz (Perancis) – Luxembourg City (Luxembourg) – Dinant, Namur, Antwerpen, Bruges, Gent (Belgia) seperti yang saya pernah share disini. Spring vacation tahun ini kami keliling Eropa tengah, dari Vienna (Austria) – Praha (Czech Rep) – Bratislava (Slovakia) – Budapest (Hungary)Β disini.

And I have to admit, the one I enjoyed the most is Vienna. We stayed (in total) for 7 days in Vienna, dan ternyata salah satu kenikmatan liburan itu adalah spend more times to wander and explore the city, slowly, to completely feel the ambience and enjoy the city. Kalau liburan yang lain, yah, haha, like mostly low-budget-student-trip, paling sekedar checkpoint, asal kita udah nyampe aja kesana, foto-foto, udah! πŸ˜† πŸ˜† Continue reading “Keseruan Summer Camping di Enschede”

Posted in Budapest, Eropa, Hungary, travel stories

one fine wandering day in Budapest

Pagi hari itu kami terbangun dengan bias indah sinar mentari musim semi yang merasuk melalui jendela kamar kami di pusat kota Budapest. *halah* πŸ˜†

Setelah semalaman beristirahat, sepagian bersiap-siap dan membereskan barang bawaan, kami naik ke lantai atas untuk sarapan. And it was a quite surprise. Ada menu sarapan yang lumayan lengkap, seperti sereal, roti, telur, sosis, semacam acar, kopi, teh dan jus jeruk. Saya sih datang kesitu bawa nasi sama saus tomat dan saus sambal, Indonesia banget yaaa πŸ˜† Kami duduk cukup lama untuk menikmati sarapan di pagi itu πŸ™‚ Continue reading “one fine wandering day in Budapest”

Posted in Budapest, Eropa, Hungary, travel stories

The Beautiful Buda in Budapest

Hayhay! Setelah lama tak bersua, saya lanjut ya ceritain Spring Trip kami sekeluarga alias Meivakantie 2017 yang sebelumnya dari Vienna ke Praha trus lanjut ke BratislavaΒ disini,Β dan akhirnya lanjut ke Budapest, Hungary. Dari Bratislava kami berangkat jam 11h CET dan sampai di terminal NΓ©pliget Budapest sekitar jam 15h CET.

Terminal bus ini menyambung dengan stasiun kereta NΓ©pliget, dan ketika kami berjalan menuju stasiun, nampak pemandangan yang membuat kami terhenyak (lihat foto di kanan bawah). Udah gitu suasana stasiun metro atau subway nya itu.. ehm, jadul alias klasik, agak kumuh gelap, dan ada beberapa yang tidur beralaskan barang seadanya begituh..Β  Continue reading “The Beautiful Buda in Budapest”

Posted in blog, cerita hari ini

apa kabar?

Apa kabar, teman-teman? Apa kabar, dunia?

Lama sekali yaa sejak blog ini diupdate *toyor diri sendiri* Bulan Juni-Juli, saya sedang disibukkan dengan berbagai urusan di sekolah anak dan berbagai perpisahan dengan banyak teman baik saya. Saya agak sibuk dengan berbagai event dan personalised gift yang saya buat untuk mereka, which sounds like a great idea, but every scratch I made on it reminds me of my friends and our friendships, and it hurts me. And more or less, reminds me that even my time (to go back for good to Indonesia) will come soon. I am feeling a bit uneasy at the moment, I will share it in another posts.

Setelah badai perpisahan berlalu, saatnya liburan sekolah. Namun berhubung Bapak Suami masuk di bulan-bulan terakhir masa S3nya, dan di paper keempatnya, I didn’t have the courage to ask him any day to go for vacation. I know the pressure (from my experience) and I know him. So I say to him, focus on what you should do, me and the boy will find something to do during summer. No worries. Dan pula kami bertekad tidak memberi si bocah iPad selama liburan, and he’s a very active busy brain 7-years-old boy (if you know what I mean πŸ˜† ) so everyday I am trying my best to keep his mind and his hands busy πŸ˜† πŸ˜†

Lalu sekarang baru datang berbagai tagihan πŸ˜† Tagihan tulisan untuk PPI Enschede, tagihan lukisan di piring, tagihan lettering ukuran A3 untuk teman saya yang dari Jerman. Dan saya sudah harus mulai beberes rumah karena ini summer terakhir di Belanda (hiks) dan sudah saatnya mensortir berbagai barang (pakaian, mainan, mebel dsb) untuk dijual/ditawarkan/dibuang. Sampai saat ini, saya sudah dapat baju 3 plastik ukuran plastik sampah Twente Milieu, coba. Nggak terasa ya, hampir 4 tahun disini, banyak kali nyampahnya πŸ˜† Belum usai perjuangan saya, masih ada mainan si bocah untuk disortir kembali. Ada buku-buku si Ayah, si bocah dan saya yang harus dipilah kembali untuk dikirim ke Indo/dijual/dikasih. Dan lagi-lagi, urusan packing and sorting ini bikin baper tingkat dewaaaaa 😦

Sekian dulu ya, ini masih dalam rangka mencari inspirasi buat nulis. Seharian baca-baca blog banyak orang, namun belum ada kata-kata yang tepat yang bersedia keluar dengan sendirinya. Trus malah bikin ini *penting* πŸ˜† πŸ˜†

Posted in friends, me

SROTD: those little talks

Here is my self reminder of the day: about talking behind someone’s back.

In my opinion,Β curhat dan ngomongin orang itu dua hal yang berbeda. Saya bisa curhat kapan saja kepada para sahabat saya, dan begitu pula sebaliknya. Bagi saya, curhat berarti menceritakan sesuatu hal yangΒ dialami oleh ybs, pikiran, unek-unek, pendapat, perasaannya, anything. Whether other people involved in it or not, it’s case by case.Β  Continue reading “SROTD: those little talks”

Posted in Bratislava, Eropa, Slovakia, travel stories

Pagi musim semi di Bratislava

Setelah semalaman beristirahat, kami terbangun di suatu pagi musim semi yang cerah di kota Bratislava. Sambil menikmati secangkir kopi kental yang masih hangat mengepul, saya melihat suasana pagi yang lengang di seputaran HodΕΎovo nΓ‘mestie. Setelah mandi dan bersiap-siap, pagi itu kami kembali berjalan kaki menuju Bratislava Castle atau BratislavskΓ½ hrad. Untuk menuju kesana jaraknya sekitar 1.8 km dan melalui jalanan yang menanjak, sehingga perlu waktu sekitar 20 menit. Continue reading “Pagi musim semi di Bratislava”