Posted in family, me

lubang di hati

Kemarin sore sepulang kerja, alhamdulillah saya sudah lumayan sehat dan kebetulan mbak ART sudah pulang dari mudik pada siang harinya. Setiba di rumah, saya langsung mengajak si Ayah untuk menengok para eyang kami. Mbah-Ti dari pihak si Ayah beberapa hari yang lalu jatuh dan sekarang masih kesakitan untuk berbaring miring atau duduk. Begitu melihat saya, beliau menangis sedih berkata sudah tidak bisa apa-apa lagi. Sedih saya melihatnya.

Ketika saya menengok Mbah-Kakung dari pihak saya, beliau bahkan sudah tidak bisa bangun dari tempat tidur. Bapak saya datang sehari 3 kali untuk menemani, mengurus dan menyuapi Beliau. Alhamdulillah, beliau masih ingat saya, masih bisa ngobrol ditemani musik dari radio yang menyiarkan lagu-lagu campursari dan uyon-uyon kesukaan Beliau. Saya bercerita sekarang di rumah saya ada banyak pohon buah yang mulai tumbuh besar, sesuai impian saya ketika masih kecil, beliau tersenyum dan masih ingat cita-cita saya ketika kecil untuk menjadi dokter. Beliau sudah mengalami penurunan nafsu makan, tapi syukurlah masih (selalu) mau makan roti yang saya bawakan. Betapa kurus, pucat dan tak berdayanya beliau terbaring di tempat tidur. Padahal dulu waktu masa sekolah, saya pernah melihat Mbah Kung pulang kerja menaiki sepedanya mengejar pengendara motor yang tabrak lari di jalan. Begini rasanya hati mencelos ya. Apalagi mengingat Mbah Ti (istrinya Mbah Kung) meninggal beberapa bulan yang lalu.

Baru sekarang saya berani mencurahkan isi hati. Tidak ke suami, tidak ke ortu, tidak ke siapa-siapa. Saya mau tulis saja semua yang saya rasakan. Betapa hancur dan kehilangannya saya ketika Mbah Ti meninggal. Betapa menyesalnya saya tidak sempat sekalipun menemani beliau ketika sakit, apapun alasannya. Bahkan saya tidak tau kondisi beliau sudah separah itu. Betapa terus teringat di saya, beliaulah yang menggendong saya pulang dari RS ketika saya lahir. Betapa banyak hari saya habiskan menginap di rumah beliau ketika saya kecil. Setiap pagi buta saya dibangunkan untuk sholat Subuh di masjid, malas sekali sebenarnya karena dingin dan masih ngantuk. Saya selalu bilang kepada beliau sholat di rumah saja. Tapi beliau hanya tersenyum dan mengajak saya sholat di masjid dan setelah itu saya selalu diajak jalan-jalan membeli roti dan susu kesukaan saya untuk sarapan. Beliau selalu datang ketika saya sakit, sampai saya dewasa dan punya anak. Walaupun berjalan pun sudah sangat pelan, namun beliau selalu datang kerumah untuk menemui saya. Beliau menangis memeluk saya, memasakkan dan membawakan makanan kesukaan saya. Bahkan menemani seharian ketika saya bedrest di tempat tidur, berbagi dan bercerita tentang masa lalunya. Ketika saya pindah rumah, beliau datang sendirian naik becak, membawakan saya peralatan makan dan minum untuk melengkapi rumah saya.

Mbah Ti yang tidak bisa baca-tulis tapi hafal bacaan Al-Qur’an. Mbah Ti yang tidak pernah absen sholat 5 waktu dan sholat sunnah. Mbah Ti yang menyebut nama semua orang yang dikenalnya di dalam doanya, mendoakan mereka satu persatu. Betapa saya menyesal, sungguh-sungguh menyesal. Seperti ada lubang besar di hati saya. Sampai sekarang masih sangat sakit kalau teringat lagi. Saya hanya bisa berdoa dan meminta kepada Allah untuk menyampaikan maaf saya. Mbah Ti, saya minta maaf tidak bisa menjadi seorang cucu yang baik. Maaf, belum sempat belajar masak dan mewarisi resep-resep andalan Mbah Ti. Maaf atas segala kesalahan saya. Terima kasih, terima kasih, terima kasih atas semuanya. Semoga disana Allah memberi Mbah Ti kedamaian dan tempat yang terbaik disisi-Nya, tempat terindah yang terang selama-lamanya. Salam kangen dari cucu dan cicitmu. Kami selalu menyayangimu.

[Dan saya berdoa, untuk keluarga terutama kakek-nenek saya agar diberi kesehatan, kesabaran, kekuatan dan umur panjang dari Allah. Semoga terus dijaga dan dilindungi agar bisa berbahagia dengan sisa umurnya. Amin amin amiin]

Author:

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ in ๐Ÿ‡ณ๐Ÿ‡ฑ โ€ข wife&mom ๐Ÿ‘ช โ€ข parent teacher ๐Ÿซ โ€ข seasonal shopaholic ๐Ÿ‘œ๐Ÿ‘  โ€ข bookworm ๐Ÿ“– โ€ข dramafreak ๐ŸŽฌโ€ข bigeater ๐Ÿ๐Ÿฃ๐Ÿฐ โ€ข aspiring blogger ๐Ÿ“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s