Posted in office

mandat big boss

Image

Dipanggil saya pagi tadi. Intinya masih dipasrahi dengan tugas ‘tambahan’ yang sama dengan tahun ini. Iya, yang saya bilang “cinta ilmunya tak cinta tugasnya” itu. Karena setelah setahun, saya mendapati, tugas ini nggak sulit, kok. Cuma butuh dua aspek (ini yang bilang si ayah) Ketelitian dan Kehati-hatian. Accuracy dan Precautionary Principle lah kerennya. Gak perlu pake ilmu. Yang penting, MAU dan NIAT. Nah itulah yang jadi senjatanya si big boss.

Yah, jawaban saya cukup singkat tadi, “kalau ini tugas, maka saya laksanakan, Pak”. Tidak peduli dibalik tugas yang ‘kelihatannya’ mudah, ada kesulitan dan tekanan yang luaarrr biasa. Tidak peduli dengan tugas ‘tambahan’ akan mengurangi waktu saya mengerjakan tugas utama saya di unit. Jadi, lagi-lagi saya perlu ekstra tenaga, pikiran, waktu dan stok kesabaran. Tidak peduli mungkin vertigo atau maag saya bisa kambuh sewaktu-waktu gara-gara kepikiran masalah dibalik tugas ini.

Saya terima, karena; Satu, ini tugas. Dua, saya malu bilang tidak sanggup. Jujur. Seperti ketika diklat pengadaan ini, banyak yang berstrategi ‘sengaja’ tidak lulus. Tadinya sayapun mau begitu. Ternyata saya tidak bisa. Toh saya mampu, masa saya sengaja tidak lulus? Kerjakan apa adanya saja. Dan (memang) lulus. Konsekuensinya menjadi Tim Pemeriksa dan Penerima Pekerjaan Barang/Jasa. Lebih jauh lagi, ternyata tugas ini (walau dihujat banyak orang terlalu kritis dsb) mungkin mendapat nilai yang cukup baik dari para atasan. Konsekuensinya (lebih lanjut) dipasrahi lagi tugas ini.

Kalau ditanya mau atau tidak, saya bilang tidak. Bukan passion saya. Maunya saya kerja yang teknis saja, yang bikin saya tambah pintar tentang lingkungan hidup. Tapi siapalah saya, berhak memilih dan menolak tugas? Sekarang meski posisi di unit teknis, ternyata ‘jatah’ belajar saya dua tahun ini, lebih ke perencanaan, program dan anggaran, pengaturan kegiatan, dan sebagainya. Ya nrimo saja lah. Toh, semua hal kalau dipelajari dan diniati dengan baik, saya yakin pasti ada manfaatnya di masa depan. Mendingan saya memikirkan, bagaimana membuat satu sistem pemeriksaan yang efektif, efisien, dengan arsip dan log book yang lebih baik sehingga akan memudahkan tugas saya nantinya. Ya kan?🙂

Author:

🇮🇩 in 🇳🇱 • wife&mom 👪 • parent teacher 🏫 • seasonal shopaholic 👜👠 • bookworm 📖 • dramafreak 🎬• bigeater 🍝🍣🍰 • aspiring blogger 📝

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s