Posted in love

bridezilla

Hai semuanya๐Ÿ˜€ Tumben bangetย kan kenapa pada jam 11 siang gini saya bisa posting di blog? yak betul, karena si tiran kantor bos lagi dinas keluar kota dan saya lagi(-lagi) stuck sama kerjaan mesti verifikasi sekitar 2ribuan data kendaraan yang diuji emisi, dan pihak penginput data begitu ceroboh tidak teliti, jadilah sebagai menejer teknis (kerennya) atau buruh database dan pembuat laporan (kenyataannya) saya mesti pelototin satupersatu data itu.

Eniwei. Bridezilla. Have you ever heard? Yaa, topik ini muncul karena saat ini adik ipar dan satu teman berniat menikah tahun ini. Mendadak saya ingat fase bridezilla syndrome yang saya lalui di tahun 2009. Percaya tidak percaya, kata ini kecatat dan terdefinisi di wiki loh (kalo ga percaya silakan browsing ;p). Ini definisi menurut wiki :

Noun bridezilla (pluralย bridezillas)

(usually humorous) A woman who, in the course of planning her wedding, exercises or attempts to exercise a high degree of control over all or many minor details of the ceremony and reception.

ini menurut Urban Dictionary :

noun. Formed from blending of the words bride and Godzilla (Japanese movie monster). Used to describe a woman whose behavior becomes outrageously bad in the course of planning for her wedding.

Sudah tau maksudnya? *nyengir* yah, pada intinya perubahan perilaku dan sikap pada seorang bride-to-be yang mendadak emosi, rewel, murka, nangis dan lain sebagainya. Coba kita telaah satupersatu:

  1. Konflik dengan diri sendiri. wakakak๐Ÿ˜€ Sounds silly, but this (can) really happen. Well, mostly. Biasanya bride-to-be berpikir untuk memilikiย one perfect wedding day. Bok, acaraย nikahan sekali seumur hidup gitu loh, sebisanya se-perfect mungkin. Tapi fakta bisa bicara lain. Maka berdamailah dengan diri sendiri. Nobody or nothing is perfect. Gapapa kalaupun ada yang gak sesuai sama yang direncanain. (Artinya kalo lo rewel dan banyak maunya terkait pernikahan, maka buatlah persiapan dan perencanaan semateng mungkin. Jangan sebulan dua bulan baru kalang kabut bingung ini itu. Plis deh, ada mbah gugel sekarang. Dan udah baanyak banget blogger yang membahas persiapan pernikahan. Bahkan sampe month-to-do-list nya.)
  2. Konflik dengan orangtua atau camer. Yaa, kita kan mikirnya secara ya ini nikahan kita, acara kita, temen-temen kita, duit kita sendiri. Well, stop thinking that way. You are not living in this world alone. Dan camkan kata-kata saya, pernikahan itu menyatukan keluarga dan pasti lebih banyak “maunya” orangtua. Karena ini termasuk kesempatan “terakhir” orangtua mau menyenangkan anaknya (yang ini saya tau karena sekarang saya dah jadi ortu ;p). That’s why, tarik napaas, tenaaang, sabaar dan bicarakan baik-baik ya๐Ÿ˜€
  3. Konflik dengan teman dan lingkungan sekitar. Well, pasti banyak banged, dari mulai godaan, pujian, cibiran dan sindiran terselubung. Kalau ini sih, gak usah didengerin. Alhamdulillah, kalo ada yang ikut senang. Kalo ada yang gak peduli ato negatif, biarin aja coy. Udah banyak yang mesti dipikirin tanpa mikirin yang satu ini๐Ÿ˜‰
  4. Godaan mantan dan atau ‘yang tiba-tiba aja’ datang mendekat. Wups. Halooo,, ada yang punya pengalaman? Hihi. Banyak berdoa aja deh, minta dijauhin dari yang satu ini. Dan ingat saja who’s the one yang kita cintai, kita pilih dan kita inginkan untuk menemani hidup. Yang kuat ya gals๐Ÿ˜€
  5. Konflik sama calon suami. Ini yang berat, karena dengan kondisi tensi tinggi, cape badan dan cape hati, mungkin banget terjadi salah paham, beda pendapat, miskomunikasi dsb. Saran saya, remember, ingat kembali kenapa kamu mau menikah dengan orang ini. Pastinya karena kamu jatuh cinta dan mau berbahagia dengannya kan. Jadi mulailah berpikir bahwa mulai sekarang kalian adalah satu tim, in good time and worse time. Jadi carilah win-win solution nya, jalan tengahnya, titik temunya. Ingat bahwa sekarang kita tidak lagi hidup sendiri, ada imam/pemimpin yang akan kita ikuti segala keputusannya. Tapi bukan berarti keputusan itu tidak melalui pertimbangan atau alasan kita ya. Jadi kuncinya Kompromi. Stop being selfish and think together, okay?

Ini adalah beberapa dari baaaanyak sekali hal yang bisa terjadi menjelang pernikahan, istilahnya “uji kesabaran” sebelum kita berumah tangga, menyiapkan kita untuk mandiri, mengambil keputusan sendiri dan siap-siap menjadi orang tua. Saran saya, banyakin rileks, pergi ke spa atau refleksi atau perawatan rutin sangat dianjurkan. Bukan bagian buang-buang uangnya. Tapi itu tadi. Buat relaksasi. Selain itu, jelas banyak berdoa minta kesabaran dan kelancaran ya. Banyak banyak maaf ke orang tua, sodara dan teman.. Banyak tarik napas, diem atau keluar dulu kalo perlu buat dinginin kepala. Baru masuk lagi cari solusi permasalahan yang bisa diterima semuanya. Dan jadilah tim yang kuat dengan your precious one, karena mereka lah rajanya logika dan solusi๐Ÿ™‚

To all bridezillas: Good luck all, and hope you have your happiest-dream-wedding day. Remember always be happy! ^___^

Author:

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ in ๐Ÿ‡ณ๐Ÿ‡ฑ โ€ข wife&mom ๐Ÿ‘ช โ€ข parent teacher ๐Ÿซ โ€ข seasonal shopaholic ๐Ÿ‘œ๐Ÿ‘  โ€ข bookworm ๐Ÿ“– โ€ข dramafreak ๐ŸŽฌโ€ข bigeater ๐Ÿ๐Ÿฃ๐Ÿฐ โ€ข aspiring blogger ๐Ÿ“

4 thoughts on “bridezilla

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s