Posted in love

“klik”

“Klik itu adalah suara gembok ketika bertemu kuncinya. Makanya tidak mungkin satu pihak saja” (Marhaento, 2013)

Ini satu tweet teman sma saya setelah percakapan panjang lebar di wa, topiknya #kisahcinta๐Ÿ˜€

Suami saya menceritakan ke teman-teman sma kami bahwa selama sekian puluh tahun pacaran kebersamaan kami, momen “klik” pertama kami, justru dirasakan saat tatapan kami bertemu di tempat les saat kami kelas 3 SMP. Padahal waktu itu kenal, tidak. Ngobrol, tidak. Tapi “that look”-nya-itu-lho yang sampe sekarang saya dan si Ayah ingat betul. (padahal si Ayah bukan termasuk orang yang ingat detil-detil kecil macam ini).

Trus, trus, klik itu rasanya gimana sis? Haha, coba saya ingat dulu ya, karena udah sekitar 16 tahun berlalu.

Rasanya… hemm, seperti ada adegan lambat di sekitar kami, momen itu membeku, kaki berhenti melangkah, nafas juga terhenti dan tatapan saya terpaku ke mata dia (halaaahhh). Hahah, tapi bener kok. Seperti momen ketika gembok bertemu kuncinya, klik๐Ÿ˜‰. Makanya tidak mungkin sepihak, pasti dirasakan oleh kedua-duanya..

Jadi, apa momen “klik” kamu? Share dong ya๐Ÿ˜€

Author:

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ in ๐Ÿ‡ณ๐Ÿ‡ฑ โ€ข wife&mom ๐Ÿ‘ช โ€ข parent teacher ๐Ÿซ โ€ข seasonal shopaholic ๐Ÿ‘œ๐Ÿ‘  โ€ข bookworm ๐Ÿ“– โ€ข dramafreak ๐ŸŽฌโ€ข bigeater ๐Ÿ๐Ÿฃ๐Ÿฐ โ€ข aspiring blogger ๐Ÿ“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s