Posted in master, me, persiapan

another dream: kuliah ke luar negeri

Saya mulai ngeces pingin sekolah di luar negeri sejak lulus S1 dan lihat calon suami (waktu itu) yang sekolah S2 di Belanda. Ngiri banget bisa sekolah sekaligus jalan-jalan ke luar negeri terutama di Negara Eropa. Terus, mesti bagaimana? Biaya sendiri gak mungkin, minta orang tua lebih-lebih lagi, minta ke suami kok tega amat. Jadi, beasiswa adalah pilihan saya. Terus, kemana? Ini juga jadi pertimbangan. Karena, pertama, saya PNS jadi ada aturan untuk tugas belajar minimal sudah bekerja 2 tahun sejak SK PNS (catet ya, bukan SK CPNS/pengangkatan). Kedua, saya sudah berkeluarga, jadi mesti mempertimbangkan faktor suami dan anak. Jadi selama sekian tahun ini masih kembang kempis, pingin tapi belum tahu caranya. Gimanaa gimanaa gimaana.. *nyanyi bombay ala Ayu Ting-Ting*

Cahaya Kesempatan itu datang di akhir tahun 2012. Suami kebetulan PNS dan dosen di UGM, dapat kesempatan dan rekomendasi dari Dekan untuk mengikuti seleksi PhD Candidate di Bandung. Workshop nya sekitar 10 hari dan penuh siksaan dan tiap diceritain suami cuma pengen nangis, karena merasa ikut ngerasain susahnya, dan karena akik gak ngerti dia ngomong apa, otak akik gak nyampe sana..๐Ÿ˜†

Setelah itu bulan Januari 2013 muncullah pengumuman yang cetar membahana menjelaskan bahwa dia diterima. Jadi sebenarnya salah satu motivasi terbesar saya saat ini adalah mendampingi suami. Sehingga, pilihan saya adalah universitas yang satu kota dan pastinya satu negara dengan dia. Program studi nyusul๐Ÿ˜›

Dari sana saya mulai cari-cari informasi, ada banyak orang yang jadi narasumber soal sekolah dan beasiswa ini. Salah satunya adalah si cantik neng Nahdya (boleh ya Nad๐Ÿ˜€, karena ini sangat bagus, komprehensif, akurat dan penting untuk didokumentasikan dan dishare :D), informasi di bawah ini juga dari beliau yang telah sukses mendapatkan beasiswa, menaklukkan kantor dan mendapatkan gelar Master dari Belanda dan cencunya bisa jalan-jalan keliling eropa *mauuuu* Berikut ini ulasannya:

Aturan pertama: Persiapan adalah tahap penting!

Mulailah dengan persiapan bahasa Inggris, mengingat tujuan studi adalah ke luar negeri dan kemampuan berbahasa Inggris mutlak dikuasai. Sekedar informasi (yang udah basi) TOEFL-ITP (Institutional) tidak lagi bisa dipakai untuk applyย international scholarship. Saat iniย umumnya bisa pakai TOEFL-IBT (Internet Based Test) atau IELTS. Postingan tentang TOEFL IBT akan ada sendiri ya. Ga semua tempat (apalagi di kota kecil) menyediakan tes TOEFL-IBT, jadi harus cek keย  http://www.ets.org/toefl/. Karena tesnya mahal, sebaiknya perlu mempersiapkan diri sematang-matangnya sebelum tes. Sayang duitnya kalo scorenya kecil๐Ÿ˜›

Aturan kedua:ย Temukan minat studimuย 

Ada beberapa pertanyaan yang bisa dijawab supaya tau kesiapan kita mau lanjut sekolah: 1. Sudah taukah bidang studi yang diminati?
2. Sudah tau negara yang pendidikannya bagus di bidang studi itu?
3. Sudah tau universitas terbaik di bidang studi itu?
4. Sudah tau korelasi antara Pendidikan S1-Pengalaman Kerja-dan Bidang Studi yang diminati? *ini penting*
5. Sudah tau mau ngapain kalau selesai studi?

Sehingga langkah selanjutnya cari universitas yang mau dituju beserta jurusan/program studinya.ย Terutama untuk sistem beasiswa Eropa yang mensyaratkan kita keterima dulu di uni, baru bisa apply beasiswa. Nanti di form2 beasiswa itu bakal ditanya: Udah keterima dimana? mana buktinya?

Aturan ketiga : Persiapan teknisย 

Hal-hal teknis yg biasa disiapin adalah:
1. Sertifikat TOEFL-IBT/IELTS;
2. Transkrip nilai (asli & legalisir);
3. Ijazah (asli & legalisir);
4. Recommendation letter (kadang diminta kadang enggak) 2 orang;
5. Motivation letter.

Kalau syarat-syarat diatasย sudah dipersiapkan, maka langkah selanjutnya adalahย apply online di universitas tersebut, biasanya Letter of Acceptance (LOA) atau admisstion letter dari punya masa berlaku (di kasus saya berlakunya 3 tahun). Jadi apabila sudahย lewat masa itu maka perlu daftar ulang lagi di intake berikutnya.

Aturan Keempat: Informasi tentang Beasiswaย 

Berikutnya perlu cari informasi beasiswa yang available dan eligible buat kita. Ini ada beberapa link yang bisa langsung diklik buat cari beasiswa dari beberapa negara:
1. USA (Fulbright): http://www.aminef.or.id/aminef.php
2. Australia (ADS, AusAid): http://www.ausaid.gov.au/
3. UK (Chevening): https://www.chevening.fco.gov.uk/CheveningApplications/CA_Start.aspx
4. Uni Eropa (Erasmus Mundus): http://ec.europa.eu/education/external-relation-programmes/doc72_en.htm
5. Jepang (Monbukagakusho): http://www.studyjapan.go.jp/en/toj/toj0302e.html
6. Belanda (StuNed, NFP): http://www.nesoindonesia.or.id/

Aturan Kelima: Cari Izin, Restu dan Berdoalah! :Dย 

Ini berlaku bagi yang bekerja, kita jelas perlu ijin dari kantor yang bersangkutan. Yang saya tau bagi PNS macam saya, yang saya lakukan adalah sbb:

  1. Supaya para bos tidak semaput gara-gara saya minggat tiba2 mo sekolah๐Ÿ˜€ saya mulai informasikan ke mereka sedini mungkin, semua atasan langsung sampai Kepala Kantor.
  2. Suratย rekomendasi bisa juga dimintaย dari Bapak Kepala. Jadi sekalian minta ijin begonoh. Isi rekomendasinya biasanya kita yang bikin danย beliau tinggal tanda tangan.
  3. Mulailah kaderisasi pekerjaan kepada rekan2 atau junior2 di ruangan. Mulai merapikan data, file, dsb, kalau perlu buatlah SOP tentangย kegiatan yang biasa kita handle. Saya sampai buat SOP bermacam2 untuk SOPย perencanaan program, SOP Kegiatan Teknis, dan lain lain๐Ÿ˜€
  4. Begitu keterima beasiswa, ya tinggal dilanjutkan saja. Proses ijinnya paling lama di kantor pusat, karena mereka perlu menerbitkan SK Tugas Belajar, dll. (Saya ada rekam jejak ijin tugas belajar ini di postingan terpisah) Jadi, tinggal diikutin aja prosedurnya, untuk kasus saya dari Biro PKLN dan Biro Umumย  (Prosedur Ijin Tugas Belajar bagi PNS di posting lain yaa).

So, good luck for everything and hope this can help!๐Ÿ™‚

Source : Nahdya

Author:

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ in ๐Ÿ‡ณ๐Ÿ‡ฑ โ€ข wife&mom ๐Ÿ‘ช โ€ข parent teacher ๐Ÿซ โ€ข seasonal shopaholic ๐Ÿ‘œ๐Ÿ‘  โ€ข bookworm ๐Ÿ“– โ€ข dramafreak ๐ŸŽฌโ€ข bigeater ๐Ÿ๐Ÿฃ๐Ÿฐ โ€ข aspiring blogger ๐Ÿ“

8 thoughts on “another dream: kuliah ke luar negeri

    1. Salam kenal๐Ÿ™‚
      Bisa cek postingan saya disini https://padmaningsih.wordpress.com/2013/08/16/admission-letter-letter-of-acceptance-loa/
      Karena tiap LoA bisa beda2, ada yang conditional dan ada yang unconditional LoA. Kalau punya saya kebetulan yang ada deadline itu invoice-nya, jadi kalau sampai masa bayar invoice untuk kuliah itu belum dipenuhi (alias belum dapat sponsor beasiswa) ya LoAnya hangus. Tapi dari informasi teman yang baru daftar, LoA di ITC, UT berlaku 3 tahun sesuai yang ada di regulation-nya.
      Kalaupun hangus, setahu saya bisa diajukan lagi kok asal syarat2nya dipenuhi.. Sukses selalu ya๐Ÿ˜€

  1. Salam kenal Mbak Cetut:)

    Senang sekali membaca blog mba cetut dengan segudang informasi tentang kuliah di Belanda.
    Jika diperkenankan, saya ingin bertanya beberapa hal mbak;
    Menurut mbak cetut, apakah cukup banyak teman-teman yang fresh graduate mendapatkan beasiswa StuNed mbak?
    Kemudian, untuk LoA yang telah kita dapatkan, apakah memungkinkan mbak apabila kita daftar StuNed tahun ini, namun kita sudah mendapat LoA untuk intake misalkan september ditahun yang sama? Tidak terlalu mepet kah mbak?
    Terakhir, apakah IELTS atau TOEFL-IBT yang kita perlu kirimkan kepada pihak Nuffic Neso adalah certified copy dari pihak penyelenggara tes atau kita hanya perlu mengirimkan copy-an nya saja ya mbak?

    Terima kasih banyak Mbak Cetut atas waktunya untuk membaca comment dan pertanyaan saya. Sukses selalu ya mbak disana, terus menginspirasi๐Ÿ™‚

    1. Salam kenal Mei๐Ÿ™‚ (boleh panggil Mei?)
      Makasih udah mampir di blog, silakan kalau ada yang mau ditanyakan dan maaf ya saya lama balasnya.

      Dulu memang Stuned punya prioritas untuk pelamar dari beberapa instansi pemerintah di Indonesia (termasuk kantor saya). Namun, setahu saya, sejak 2013-2014 penerima beasiswa lebih diprioritaskan untuk umum, lebih ke persaingan terbuka gitulah, seperti prestasi akademik will counts more๐Ÿ™‚ Kebetulan seangkatan saya yang satu kota, nggak ada yang fresh graduate. Tapi di kota lain saya yakin ada (dan banyak).

      Saya agak bingung sama pertanyaan yang kedua tentang LoA. Saya dapat LoA juga bulan Januari, sertifikat toefl bulan Februari, dan memasukkan aplikasi beasiswa bulan Maret, sebelum deadline Stuned. Dan saya lolos. Tapi mungkin demi kesehatan jiwa dan raga, silakan aja LoA nya dipersiapkan beberapa saat sebelumnya, ada yang bilang di LoA itu ada masa berlakunya, ada yang bilang berlaku sekitar 2 tahun. Jadi dicek saja di LoA masing-masing.

      Untuk sertifikat, sudah di cek belum persyaratannya di website Stuned? Saya rasa kalau sudah ada certified copy ya dikirimkan saja aslinya. Atau sudah tes dan hasil keluar tapi certified copy belum kita pegang (seperti kasus saya), maka lebih baik dipastikan tanya ke pihak StuNed by email๐Ÿ™‚

      Sukses ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s