Posted in Eropa, Jogja, master, persiapan

Persiapan Kuliah ke Belanda : Barang Bawaan

Tulisan ini udah ada di draft dari kapan tau, bersama berbagai draft seperti step-by-step my master-study-with-scholarship story. Dari mulai daftar ke universitas, cari beasiswa sampai tinggal berangkat. Namun biarlah akan akika bahas di lain kesempatan, karena bagi saia yang ini jauh lebih menarik! *kemudian ditampar yang baca* ๐Ÿ˜†

Eniwei.. lamaaa tidak ada update di blog ini.. apa mestinya diganti aja nama blognya dari queen of babble jadi queen of silenceย #penting ๐Ÿ˜†

Lanjut.

Berikut adalah list akhir barang bawaan yang saya bawa, setelah berhari-hari berkutat dengan urusan bongkar koper untuk packing-unpacking sampai nyaris edan, negosiasi alot dengan suami, sampai pada keputusan akhir adalah kami akan membawa dua koper besar saja. Padahal mestinya bisa tiga koper (karena kami beli tiket 3).

Alasan Yang Mulia Suami adalah:

  1. Kami hanya bertiga dengan putra kami yang berusia 3.5 tahun, praktis pembawa koper hanyalah suami dan saya.
  2. Di Belanda takย ada porter yang bisa dicarter untukย bawa koper gede untuk pindah kereta, juga mengangkut dari stasiun ke apartemen.
  3. Pesan sederhana suami, bawa barang seperlunya. (Yang mana sangat sulit packing untuk 2 orang dewasa dan 1 anak-anak untuk tinggal selama 1,5 tahun dengan hanya 2 koper, hiks T-T *kray*)

(Catatan penting:

Kami berbuat kesalahan dalam membawa koper. Karena kami pergi dengan 3 tiket, maka total bagasi kami adalah 3×30 kg = 90kg untuk tiket internasional (dikonfirmasi ke pihak MAS). Kami bawa 2 koper @40-45kg. Kesalahan pertama; maksimum coli (satu koper) 30-32 kg, akibatnya kami kelabakan bongkar koper di bandara (jogja, untungnya) dan beli tas tambahan dadakan 2 biji untuk mengurangi berat setiap koper 10kg. Kedua, kami dari Jogja-Jkt dengan Garuda, yang maximum 20kg per tiket (total = 60kg). Sisanya? Kami bayar, sekitar 12k IDR per kilonya T-T Sisa barang seperti buku, saya pasrahkan ke kakak di Jakarta untuk dikirim via pos ke Belanda T-T. Maka, belajarlah dari pengalaman saya. Cek dan ricek sekali lagi, ya, urusan barang bawaan ini.)

Oke, lanjut.

Jadi, bawaan final kami adalah:

  1. 2 koper kapasitas 29L (masuk bagasi)
  2. 2 tas tenteng (masuk bagasi)
  3. 1 ransel suami
  4. 1 tas tangan saya
  5. 2 travelus Cross (berisi paspor, tiket, duit, USB, HP, charger).

Kategori:

  1. Dokumen
  • Paspor, tiket, boarding pass, airport tax, KTP, debit/credit card, cash, flashdisk isi backup dokumen, semuanya disimpan di tas travelous cross biar mudah diambil.ย Penampakannya seperti ini:

Image

  • Dokumen asli ijazah, kontrak beasiswa, ijin kantor dalam map plastik (di tas ransel)
  • 1 rangkap copy dokumen (disimpan di koper)
  1. Pakaian

Beli ini itu yang kira-kira bakal dipakai setahun kedepan, yang kira-kira murah beli di Indo, yang kayanya ga ada disana, so pasti semuanya dibeli *keputusan yang oon* ๐Ÿ˜€ Jadi banyak banget barang numpuk dirumah. Setelah proses packing-unpacking, akhirnya ini yang dibawa:

  • Bawa trench coat (lumayan hangat, bisa dipake pas fall/spring, kalo gak tahan dingin dalamnya pakai longjohn). Saya bawa 2 biji karena saya datang pas September (fall).
  • Winter coat, dipake kalau suhu drop dibawah 5ยฐC. Saya pinjam punya teman merk Zara yang sangat oke. Setelah tinggal di Belanda, saya beli satu di tahun pertama dan satu di tahun kedua. Saya beliย di Esprit (saat final sale 50% *bahagia*). Pun setelah muter2 selama 3 bulan, kenapa? Karena saya punya kriteria khusus untuk winter coat, yakni:

1)ย ย ย ย ย  Ada lapisan waterproof dan windproof di bagian luar

2)ย ย ย ย ย  Filling/isi jaket adalah down & feather (atau dons en veren, dalam bahasa Belanda ๐Ÿ™‚ karena saya gak tahan dingin, bahkan di beberapa bulan pertama disini hidung saya -maaf- mimisan kalau suhu turun beberapa derajat)

3)ย ย ย ย ย  Panjang sampai setengah paha, supaya menjaga kaki tetap hangat kalau di luar baik jalan kaki atau bersepeda

4)ย ย ย ย ย  Ada capuchon/tutup kepala, agar praktis ketika jalan kaki/bersepeda dan tiba2 hujan (cuaca di Belanda sangat moody, sebentar panas sebentar hujan). Payung tidak efektif, beli 3 biji rusak semua karena tidak tahan dengan angin bahorokย disini.

  • Kemeja : seperlunya, sekitar 5 (dipake kuliah senin sampe jumat ๐Ÿ˜† disini banyak, harganya terjangkau)
  • Sweater : 2-3 bijik, buat mix & match (idem kemeja, disini banyak, harga terjangkau)
  • Kaos panjang & pendek : buat dirumah maen, dikira2 sesuai kebutuhan
  • Celana panjang : jins 2, kain 1 (buat acara formal)
  • Celana rumah : celana panjang 2, celana pendek 1
  • Jilbab dan inner: skitar 10 pasang. Fyi, bagi yang berjilbab disini shawl nya juga lucu2 neik, bisa dipake untuk jilbab juga ๐Ÿ˜€ Yang jarang dijumpai adalah inner jilbab
  • Longjohn (wajib bagi yang tidak tahan dingin): 3 stel (1 lycra & 2 thermal, beli di Twig Bandung dan Pasaraya Blok M). Disini juga ada seperti di toko Action, harga sekitar โ‚ฌ2,5 (celana). Atasan thermal tidak ketemu.. ๐Ÿ˜ฆ
  • Handuk sebiji
  • Selain itu, bawa baju ganti satu stel, longjohn (buat dipake di pesawat), peralatan gawat darurat trus dibawa di ransel.
  1. Sepatu

Saran bawa sepatu olahraga/running/sneakers yang nyaman buat jalan, bisa dipake ke kampus, maen dan kemana2. Sendal jepit satu. Sepatu formal satu (apakah wedges, high heels, flats up to you). Boots boleh dibawa (tapi disini banyak) dari yang murce โ‚ฌ5 sampe yang mahal (ratusan euro) pun ada.

  1. Toilettries

Bawa buat beberapa hari pertama aja. Kosmetik banyak disini walau lebih mahal dari Indo (kecuali mau pake merk lokal disini). Kadang suka nggak cocok, loh, toilettries ini. Kulit jadi kering nian dan perih perih. (Akhirnya yang saya pake disini merk The Bodyshop) Saya bawa sabun, shampoo, parfum & kosmetik 1 pouch. Beserta cadangan 1 pouch, hihi..

  1. Obat-obatan

Yang spesifik ditaro di ransel dan sisanya masuk bagasi (seperti obat flu, antasid, tolak angin, balsem, obat merah, plester, salep2, obat vertigo, hansaplast koyo hangat, allupurinol/simvastatin buat suami) Bagi saya yang cepet habis macam Neozep dan Propolis, tapi waktu ada temen pulang ke Indo bisa nitip sih. Trus pas suami saya keseleo kakinya, ada temen datang dari Indo yang bawain minyak tawon yang mujarab ituh. ๐Ÿ˜€

  1. Makanan

Buat 2-3 hari, yang dibawa dan langsung abis: sambel terasi botolan (disini yang enak cuma sambal terasi ABC), abon (ga gitu laku), bon cabe level 10 (abis), kering tempe enak kali ya (kalo muat di koper), indomie 2-4 bungkus dan roti-roti. Disini bahan makanan Indonesia ada di toko Asia, no worry lah, kecuali memang fanatik samaย merk tertentu.

  1. Selimut fleeceย sebiji (kalo gampang kedinginan dan dirasa perlu, disini juga banyak yang jual)
  2. Buku seperlunya, kalo ga siapin versi softcopy atau e-booknya.
  3. Peralatan elektronik berupa laptop (saya beli disini), tablet, HP, kamera, mp3 player plus chargernya. Oh, power bank juga. Universal adaptor belum kepake. Bawa earphone/headphone, USB, HDD-external (gratisan laptop), mouse, keyboard (gratisan laptop).
  4. Souvenir

Ini suka kelupaan. Saya bawa beberapa syal dan kain batik, ternyata praktis sebagai merchandise, hadiah ulang tahun, dsb terutama bagi temen2 internasional ๐Ÿ™‚ sampe akhirnya saya minta dikirim syal batik, bros antik, anting wayang dll. Kadang Rupiah (uang Indonesia) juga bisa buat tukar-tukaran dengan temen2 dari berbagai negara ๐Ÿ˜€

Keperluan khusus anak:

  1. Baju

Dilema ibu dari anak balita adalah baju bawaan, terutama baju ganti si bocah. In case, seperti ngompol, kehabisan pospak, baju ketumpahan air, dsb. Yang saya bawa adalah berbagai sweater, 5 pasang longjohn, piyama GAP dan sejenisnya (bisa jadi longjohn darurat), celana jins, winter jacket 2, sepatu 2, sendal crocs 1, handuk.

  1. Toiletries

Prinsipnya sama dengan kita, bawa seperlunya dan cari disini yang bagus untuk balita, sabun dibawa dari Indo bikin kulit si bocah kering. Akhirnya pakai produk lokal dari Kruidvat, atau Neutral, atau Sebamed seperti bath olie (untuk mandi), lotion, shampoo dsb semuanya untuk sensitive skin (non perfumed).

  1. Obat-obatan

Yang saya bawa adalah paracetamol, obat pilex si bocah (Febrinex), transpulmin balsam, minyak telon, termometer dan beberapa obat khusus yang diresepkan DSAnya Arga. Tentu saya bawa copy resepnya, saya copy dan saya letakkan bersama si obat supaya gak kena sensor (disita). Vitamin saya bawa propolis dan madu. Vitamin D saya beli disini (wajib untuk anak <4th).

  1. Buku cerita: paling banyak dibawa dari Indo, buku kesukaan Arga dan dua-bahasa/bilingual (Indo-Inggris) supaya saya tetap bisa mengajar ia membaca dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Saat disinipun saya belikan buku cerita berbahasa Belanda (yang saya terjemahkan dalam bahasa Indo dan saya tempel dengan label di buku tsb ๐Ÿ˜† ).
  2. Susu (saya bawa UHT) sekitar 10pak, sampe bisa ke supermarket dan beralih ke susu lokal disini.

Keperluan anak yang dibawa di ransel :

  1. Baju ganti (all in) 2 stel
  2. Pampers (dan tas kresek)
  3. Mainan (biar gak bosen selama 16 jam di pesawat): playdoh, krayon, buku mewarnai, buku cerita, iPad isi video cars, game dll
  4. Susu (saya bawa UHT yang praktis) sekitar 3-5 biji.

Beberapa barang seperti trench coat saya dan winter coat si bocah, saya temukan di factory outlet di Jogja (Kosmo, FO) dengan harga lumayan murce.

Dan berikut ini, beberapa barang yang gak adaย sulit ditemukan di Belanda (dan ketika saya balik Indo, akan saya bawa dimarih ๐Ÿ˜† )

  1. Guling buat bobo (nyaris nihil nyari kemana2 ga ketemu)
  2. Ciduk buat di kamar mandi (nihil)
  3. Cobek dan ulekan (disini adanya mortar) demi sambel kualitas masterchef :p

Sampai disini dulu, disambung lagi nanti.

Tot ziens!

Advertisements

Author:

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ in ๐Ÿ‡ณ๐Ÿ‡ฑ โ€ข wife&mom ๐Ÿ‘ช โ€ข parent teacher ๐Ÿซ โ€ข seasonal shopaholic ๐Ÿ‘œ๐Ÿ‘  โ€ข bookworm ๐Ÿ“– โ€ข dramafreak ๐ŸŽฌโ€ข bigeater ๐Ÿ๐Ÿฃ๐Ÿฐ โ€ข aspiring blogger ๐Ÿ“

9 thoughts on “Persiapan Kuliah ke Belanda : Barang Bawaan

  1. Halo mbak,
    kenalkan saya Reni. InsyaAllah mau ke DELFT September ini. Senang sekaliii inemu blog seperti ini :), sangat membantu ^_^
    Saya juga akan mengajak keluarga ke sini, namun saya berangkat sendiri dulu, apakah boleh dikenalkan dengan teman yang mengalami hal yg sama?
    saya ingin tahu tip2 dalam perdokumenan, antara lain dokumen2 asli apakah saya yg bawa apa ditinggal di suami di jakarta dll
    MOhon info ya mbak jika berkenan…
    email saya unisa81@gmail.com
    Terimakasih sekali, dan maaf merepotkan.. semoga kelak bisa berjumpa ๐Ÿ™‚

    1. Hai Reni, salam kenal juga.
      maaf baru balas pesannya, maklum hari2 deadline proposal ๐Ÿ˜€
      bisa kontak saya lewat fb atau email, silakan saja, karena saya tidak update blog setiap hari.
      sampai ketemu di belanda ya, sukses selalu ๐Ÿ™‚

  2. Hai mbak…seneng banget baca sharingnya….berguna banget buat kita yang mau berangkat ke belanda….thanks mba n salam kenal saya juga dari jogja…rencana agustus ke belanda๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    1. Hai Fitri, wah podo2 cah Jogja, salam kenaal ๐Ÿ˜€ Ini udah agustus aja yaa, lama saya ga buka blog, hihi, semoga perjalanannya lancar dan mudah yaa.. di Belandanya dimana? moga2 suatu saat bisa ketemu ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s