Posted in beasiswa, master, persiapan

Pre-Departure Briefing StuNed 2013

Sabtu, 20 Juli 2013 #latepost

Setelah mendapatkan salah satu undangan paling membahagiakan dalam hidup (#ahzeg) yaitu untuk menghadiri Pre-Departure Briefing sebagai berikut:

Image

Saya berangkat dari Jogja ke Jakarta dengan pesawat GI paling pagi. Besar harapan saya tiba sebelum pintu auditorium ditutup sebagaimana diamanahkan dalam undangan tersebut. Berangkat dari rumah 04.30, sampai bandara Adisutjipto 05.00 dan check in sesuai jadwal, lagi-lagi dengan harapan semoga hari ini semua penerbangan dilancarkan. Alhamdulillah wa syukurilah, seingat saya pesawat landing tepat pukul 07.20 dan saya langsung menuju tempat taksi berada secepat-cepatnya, dengan si taksi biru BB yang menurut saya cukup bonafide dan terpercaya. Malang sungguh malang, supir taksi abal-abal tersebut tidak tau dimana kedutaan Belanda berada. Beruntungnya dia karena saat itu sedang bulan puasa, jadi saya cukup istighfar dan berdoa semoga pintu auditorium yang terhormat tidak ditutup sebelum semua peserta masuk. Amin.

Masuk ke gedung Erasmus Huis, saya langsung diarahkan ke bagian pendaftaran yang berada di lantai 2. Dapat name tag, tas ransel, topi, pulpen, peta, buku living in Holland, dan kupon makan siang, saya dipersilakan masuk ke dalam auditorium (yang masih dibuka pintunya, syukurlah). Celingak celinguk akhirnya ketemu dua teman sekantor (dari kantor pusat) yang bakal jadi teman sekampus๐Ÿ˜€ (tanpa ada foto yaa..karena koleksi foto saya hilang T-T)

Setelah terancam naik panggung karena pemeran utama penyerahan beasiswa simbolis belum datang, saya duduk manis di kursi bagian tengah bersama dua siberat dari kantor. Acara dimulai dengan pembukaan dua MC yang mana satu keren dan satu lagi cantik mampus banget kayak Rianti #ABAIKAN. Oia, pesertanya lumayan banyak dari awardees StuNed, NFP, Spirit, Dikti, Kominfo, OTS, dan sebagainya. Sepertinya banyak juga yang biaya sendiri, bisa dibedakan dari penerima beasiswa, misalnya saya, yang nampak agak lecek dan bau taksi (salahkan supir taksi abal-abal) dengan mereka yang kinclong wangi macam mau hadir di red carpet #siriktandatakmampu

Sesi pagi diisi dengan sambutan dari Duta Besar Belanda, Direktur Neso Indonesia dan wakil dari Kementerian Perdagangan. Yang tidak terduga adalah sambutan dari Bapak Kedubes, Tjeerd F. De Zwaan. Begitu naik panggung yang dibahas pertama adalah baju batik beliau yang katanya batik Netherlands karena warnanya yang oranje. Tidak cukup dengan penjelasan, beliau kemudian pun menempelkan diri di dinding NESO yang sama-sama oranje! Luar biasa bapak ini. Orang hebat, tapi tetap humble dan punya great sense of humour.. Saya jadi khusyuk mendengarkan karena banyak hal yang disampaikan oleh beliau. Selain itu, peserta juga dapat arahan dari direktur Neso Indonesia, Mervin Bakker, yang marilah kita panggil Om Mervin (#ikrib) yang sangat good looking macam bintang pilm #ABAIKAN. Banyak juga yang disampaikan, saya lupa, maapkeun, intinya ditekankan pada tingginya kualitas pendidikan di Belanda. Yang berkesan adalah pesan bahwa, โ€œthere is no stupid question in the Netherlandsโ€. Dan tentunya ada sesi foto bersama๐Ÿ˜€

Image

Selain arahan, ada juga sesi kuis interaktif Topi Oranje yang berhadiah sesuatu. Bagi yang akan berangkat Predep: bacalah dengan seksama StuNed Rules and Regulation, yaa๐Ÿ˜€ *bocoran* Ada pula sesi video tentang Netherlands, informasi tentang kebudayaan Belanda, persiapan hidup di Belanda, drama dari para alumni dan sesi siang untuk berdiskusi dengan para alumni.

Selain itu, ada sesi dari staf Erasmus Taal Centrum tentang bahasa belanda untuk pemula. Ternyata sudah ada banyak peserta yang curi start ikut kursus bahasa Belanda. Buat saya ini pertama kalinya tau bahwa banyak kata dari bahasa belanda yang sudah terserap ke Bahasa Indonesia. Yang paling seru ketika para peserta belajar mengucapkan โ€˜gโ€™ yang dibaca โ€˜khโ€™ macam orang kumur-kumur sedang radang tenggorokan๐Ÿ˜† juga kata-kata dengan banyak sekali konsonan. Ada juga sesi menyanyi lagu Wie Ben Jij. Seru lah pokoknya.

Yang paling menarik adalah drama dari alumni. Salut saya sama bu Linda (kalo gak salah itu namanya) yang kalau begitu ngomong sukses bikin ketawa. Juga sama Om Mervin, yang mana bapak direktur ini pun kebagian peran jadi petugas imigrasi di bandara๐Ÿ˜† Drama komedi yang lucu dan menghibur, namun sangat informatif khususnya bagi yang parno macam saya dan punya banyak pertanyaan, keraguan dan ketakutan for studying abroad. Mulai dari berbagai karakter teman-teman, keberangkatan, tiba di Belanda pertama kalinya, belanja di supermarket, hidup di student housing, shopping, homesick sampai graduation. Menarik sekali๐Ÿ˜€

Sesi diskusi siang dengan alumni juga sangat helpful. Bertempat di luar Erasmus huis, peserta dikelompokkan berdasarkan kota tempat universitas berada. Disana menanti 1-2 orang alumni yang dengan sabar akan menjelaskan berbagai hal dan pengalaman selama mereka studi di Belanda. Banyak pertanyaan mulai dari yang serius sampe yang lucu, semua dijawab oleh mereka. Ini juga saat yang bagus untuk saling berkenalan dengan calon teman satu kota๐Ÿ™‚ Bertukar informasi, kontak, dan menghubungkan kami dengan pihak PPI Enschede.

Setelah sesi siang, ada acara tambahan khusus bagi StuNed awardees #degdegan. Sesi ini (kalau tidak salah ingat) peserta mendapat penjelasan dari Ibu Indy, yang (lagi-lagi) sangat cantik pula kece badai #ABAIKAN. Sampai disini saya bertanya dalam hati, ini tim Neso kenapa cantik ganteng semua sik? Kan akik jadi minder kalo mau daftar ikutan drama alumni๐Ÿ˜† Bu Indy juga sangat informatif, kritis dan lucu tak terkira. Beliau menyampaikan mengenai proses administrasi, allowance, rules and regulation, StuNed Day event, PPI Belanda, dsb. Salah satu hal penting yang disampaikan yang saya ingat adalah fase homesick, ada empat. Pertama, fase honeymoon dimana pada saat pertama kita datang, perasaan adalah bahagia tak terkira, ditunjukkan dengan foto di setiap sudut Belanda, posting di facebook yang tak ada habisnya, tweet ratusan kali dalam sehari๐Ÿ˜† Fase kedua, adalah yang terberat, fase homesick yang mana kita harus hati-hati bener kalo gak mau berakhir terjun dari gedung universitas atau student housing. Ketiga, adalah fase penerimaan, akhirnya kita menerima segala kondisi dan bersyukur saja. Fase terakhir, keempat, adalah fase I love Holland, yang akan bikin menye ketika balik ke Indonesia nanti. Buseettt.. inget banget saya yak๐Ÿ˜†

Image

Oia, ada kuis lagi, kali ini berhadiah OVchipkaart. Petunjuk? Boleh, saya kasih petunjuk ya, silahkan pelajari semua hal tentang Belanda๐Ÿ˜† Ini juga seru, namun saya rasa untuk kedepan mohon strict bagi mereka yang jawab belakangan alias ngelirik tetangga, ya Bu.. #apasik

Bersamaan dengan Pre-dep ini, ada beberapa berkas yang harus dibawa. Saran saya silakan dipastikan dengan bertanya (bisa lewat email) ke pihak Neso, apalagi bagi para pelancong luar kota seperti saya, repot kalo mesti balik atau kirim dokumen penting via pos. Jadi lebih baik ditanyakan dari awal dokumen apa saja yang mesti dipersiapkan untuk dibawa saat Pre-dep.Semua staf Neso, selain cantik ganteng, juga sangat ramah dan helpful. Makasih ya Mba Dania, Mas Gama, Mba Kustin dan semua yang sudah saya repoti, semoga selalu sehat dan sabar๐Ÿ˜†

Image

Rasanya impian sudah selangkah lebih dekat. Namun untuk persiapan, masih banyak yang mesti dilakukan. Masih perlu bersabar dan berdoa, semoga diberikan kelancaran dan kemudahan. Amin.

It was such a very long and tiring, yet also very informative, nice and fun day.

Dank je wel, Neso..

Tot ziens!๐Ÿ˜€

ย 

Foto-foto diambil dari:ย sini

Author:

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ in ๐Ÿ‡ณ๐Ÿ‡ฑ โ€ข wife&mom ๐Ÿ‘ช โ€ข parent teacher ๐Ÿซ โ€ข seasonal shopaholic ๐Ÿ‘œ๐Ÿ‘  โ€ข bookworm ๐Ÿ“– โ€ข dramafreak ๐ŸŽฌโ€ข bigeater ๐Ÿ๐Ÿฃ๐Ÿฐ โ€ข aspiring blogger ๐Ÿ“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s