Posted in Eropa, Jogja, master, travel stories

My First Intercontinental Trip: Jogja – Jakarta – Amsterdam – Enschede

So, cerita selanjutnya adalah perjalanan lintas benua saya yang pertama. Setelah berbagai proses administrasi dan persiapan a.k.a packing-repacking-bongkar muat koper yang bikin gila tak ada habisnya, maka kami (saya, suami dan anak) berangkat membawa dua koper dengan kapasitas 29″ (tinggi 75cm), satu backpack, satu sports bag, satu handbag dan dua passport bag.

Kembali kami menghubungi pihak maskapai (MAS) untuk memastikan total berat bawaan sesuai tiket kami bertiga, 3 x 30 kg = 90 kg. Aman.

Apakah aman? ternyata NO. Kenapa?

  1. 90 kg adalah jatah free-baggage international flight. Untuk flight domestic flight Jogja-Jkt dengan GI, jatah bagasi kami bertiga hanya 60 kg. Lalu? Ya bayar lah.Excess baggage 30 kg @12k IDR/kg *hela-napas*
  2. Kenyataan pahit kedua, ada batasan maximum coli. Alamak, apa pula itu? Batasan maksimal berat satu barang (koper atau tas) yang masuk ke bagasi, maksimal 32 kg. Jadilah di Bandara Adisutjipto Jogja kami buru2 beli tas tenteng bertuliskan JOGJA 2 biji lalu memindahkan buku2 dari koper untuk mengurangi berat koper yang semula @45kg.
  3. Akhirnya, demi mengurangi kerepotan yang ada, semua buku dipindah dan dikirim pakai pos sekitar 15 kilo. Dengan Pos Indonesia, pas Rupiah sedang lemah dan untuk mengirim buku-buku ini saya habis sekitar 2500k IDR *nangis*

Sesampainya di Jakarta, kami menginap di hotel yang berada di sekitar Bandara Soetta. Lalu langkah selanjutnya adalah unpack koper sekali lagi *hrrgh* dan repackage dalam waktu semalam. Buku semua dimasukkan dalam satu kardus, dititipkan ke kakak di Jakarta untuk dikirim melalui Pos Indonesia.

Sehingga, total bawaan final adalah: 2 koper dan 2 tas (masuk bagasi). Bawaan kabin: 1 ransel, 1 tas tangan dan 2 passport bag.

Image

Berdasarkan pesan Mas Gama dari Neso dan bunyi klausul tiket international flight (Jkt-Kul 19.35), kami berangkat ke bandara 3 jam sebelum check in. Berikut, saya sampaikan menit demi menit perjalanan kami menuju Belanda😆 *halah*

Pukul 17.00: Check in counter, kami transit di KL. Untuk Jkt-KL perjalanan lancar jaya. Namun untuk KL-Ams ternyata seat kami tidak satu deret! Demi para dewa. Berdasarkan informasi dari mas-mas petugas check-in, nanti kami minta tukar saja di pesawat. Sukses berdoalah saya, semoga yang ada di seat sebelah saya mau ditukar ke seatnya si Ayah & Arga. Lalu kami masukin barang ke bagasi, kali ini aman *lega* dan no extra charge. Lalu bayar airport tax sekitar 150k IDR per orang. Karena waktu boarding masih cukup lama, maka kami keluar lagi ketemu kakak sekeluarga dan makan malam dulu.

Pukul 18.30: Waktunya pamitan dengan kakak. *nangislagi* Kemudian dengan masih berleleran air mata, kami masuk lagi melewati check in counter yang tadi dan masuk ke bagian imigrasi. Ternyata antrian lumayan panjang (bawa bocah, tanpa stroller pula, jadi kami gantian gendong biar si bocah ga cape). Sebelumnya kami sudah siapkan paspor dan tiket yang akan diceklok oleh petugas imigrasi. Lalu masuk ke gate. Diperiksa ransel dan tas tangan saya. Kebetulan saya sih membawa cairan (air mineral dan UHT si bocah) dan seharusnya tidak boleh, namun dibisikin oleh si mas petugas bahwa ini perkecualian karena bawa anak kecil jadi boleh. Makasih loh, mas! Baik bingits deh.

Pukul 19.35: Boarding. Naik ke pesawat, yang ternyata delay! Onde mande… Kami harus duduk bengong diam sejam diatas pesawat -____-‘ dan sekitar 1,5 jam sampe KL. Disini Arga mulai ngantuk dan sempat tertidur sebentar. Selama di pesawat Jkt-Kul ini kami dapat makan berat satu kali.

Pukul 22.55: Transit di KL yang ternyata bandaranya luas dan bikin bingung. Kita lanjut jalan ke gate (berapanya lupa -___-) yang musti naik bus dulu, dan busnya dah mo berangkat dong dong. Kami lari lari sambil gendong si bocah. Turun dari bus, lalu diperiksa lagi, kali ini pake di pegang2 seluruh badan. Untungnya sama petugas perempuan, kalo laki dah saya tonjok kali. Terus langsung naik ke pesawat karena tadi delay.

Pukul 23.35: Boarding. Untuk pesawat Kul-Ams ini gede, formasinya 2-5-2. Dan benar saja, seat nya gak satu deret… *speechless* Berdasarkan amanah mas counter check in tadi, si ayah dan bocah di kasih tempat di dekat jendela (yang favorable). Langsung kita melirik ke pasangan bule disebelah seat saya dan kita minta bantuan agar saya bisa satu seat sama anak saya dan kita tawarin dia pindah deket jendela.. Alhamdulillah.. mereka pengertian dan mau.

Selama perjalanan di udara ini (halah) disediakan makan berat, 3x coba. Diseling snack dan minuman, yang mbanyu mili seperti jamuan nikahan. Tas kresek yang saya bawa jadi berguna :lol: , karena si bocah bobok terus dan bangun 4 jam sebelum landing dalam kondisi kelaperan, sementara sarapan belum siap. Snack yang saya simpan di kresek berguna deh *kibasponi*

Image

Pukul 02.55: Saatnya gantiin Arga baju dan pake sweater tambahan (saya dan suami), habis itu beberes segala macam mainan sama makanan yang diberantakin si bocah.

Pukul 06.55: Sampai di Amsterdam (akhirnya akhirnya!), suhu menunjukkan sekitar 18°C, lumayan dingin😀 Turun dari pesawat, ke bagian imigrasi untuk lapor muka, kembali mengantri sangat panjang. Ditanya2 sedikit dan siapin surat, trus diceklok.Pukul 07.30: Ambil dua troli dan antri koper. Masih pagi buta, sehinggatidak ada random check untuk pemeriksaan bagasi. Setelah itu, disempatkan beli perdana (Lebara) di airport dan kabarin Bapak-Ibu di Jogja. Beli pelembab bibir di The BodyShop karena lupa kebawa.

Pukul 08.00: Ke tempat kereta, beli tiket Intercity Amsterdam-Enschede €22/orang (anak dibawah 4 tahun free).

Pukul 09.00: Naik kereta, beli tiket kelas 2 biar bisa direimburse! Kereta Intercity (yang harusnya tanpa pindah kereta) ternyata sedang ada perbaikan jalur kereta (ternyata ga cuma di Indo!😆 ), jadi di stasiun Amersfoort kami turun dan pindah kereta. Selama di kereta si bocah alhamdulillah cerah ceria😀

Image

Pukul 11.20: Sampai di stasiun Enschede, finally! Hurrah! (^0^)/

Pukul 11.30: Sambil menunggu teman dari ITC hotel yang akan menjemput kita (dan membantu bawa koper >.<) kita ke Burger King, beli minum dan makan seadanya. Ada kebab juga di stasiun, helal🙂

Pukul 12:00: Kita diantar untuk ambil kunci apartemen di reception ITC Hotel dan masuk ke apartemen Stadsweide 82-310. Alhamdulillah…. Akhirnya kami sampai di Belanda. Perjuangan menggapai impian sudah didepan mata!😀

Sekian dulu cerita saya. Bagi teman2 yang akan berangkat, have a save flight, pretty people! Good luck!😀

Note: Lesson Learned

  1. Rencanakan bawaan dengan matang, termasuk jumlah koper, lalu timbang setiap koper = coli (berat tiap barang). Sesuaikan kemampuan diri dalam membawa. 1 koper, 1 ransel (atau cabin bag beroda) dan 1 tas paspor harus cukup!
  2. Isi bawaan: pilih yang benar2 diperlukan, sisanya cukup beli ditempat tujuan.
  3. Uang : bawa dalam bentuk euro atau dolar. Sekitar €300-400 cukup untuk sekitar 2-3 minggu pertama (dicukup2in sampe allowance turun. Allowance sudah siap, namun bank card belum. Di saya, dapat advance/uang muka dari fakultas sekitar €250 sampai bank card jadi).

Bagi yang bawa balita: pertimbangkan bawa stroller, sangat membantu. Bawa mainan kesukaannya, buku cerita, coloring book, play doh, iPad, yang membantunya enjoy selama 16 jam di pesawat. Pakaikan baju yang nyaman, bisa baju sehari-hari ditambah baju hangat, bawa baju cadangan (siapa tau kena muntah/basah, dsb) dan long-john bila perlu. Waktu kami datang, Enschede di bulan September sekitar 10°C, lumayan dingin dan bikin kaget loh. Jadi jangan lupa juga cek cuaca, bisa di browse di www.weer.nl trus di bagian masukkan kota yang dituju : Enschede.

Author:

🇮🇩 in 🇳🇱 • wife&mom 👪 • parent teacher 🏫 • seasonal shopaholic 👜👠 • bookworm 📖 • dramafreak 🎬• bigeater 🍝🍣🍰 • aspiring blogger 📝

2 thoughts on “My First Intercontinental Trip: Jogja – Jakarta – Amsterdam – Enschede

  1. Terimakasih mba, tulisannya sangat berguna..saya juga penerima beasiswa stuned 2015, sekarang kami masih menunggu guarantee letter dari Neso. Saya dari Universitas Wageningen mba..
    Salam kenal ya..

    1. Hai, salam kenal Maria, makasih ya udah mampir😉
      Selamat bergabung jadi Stuned Awardees dan PPI Belanda. Sukses selalu ya, ditunggu cerita persiapannya atau cerita kuliahnya di Wageningen😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s