Posted in blog, me

Antara Facebook, Instagram dan Blog

Hai! How are you, pretty people? Saya sendiri baik-baik saja, ditengah kesibukan mengarungi samudera yang tak berujung dan tak ada habisnya bernama thesis.๐Ÿ˜€ Setelah menguras otak setelah meeting berjam-jam kesekian kalinya dengan supervisor dan PIC dari UT, bolehlah saya santai sejenak ya. Kali ini saya mau posting suka-suka alias nyampah abis gak ada penting-pentingnya.

Kali ini saya mau bahas tiga jejaring sosial yang paling sering saya pakai. Pertama, facebook. Yang wajib dimiliki berjuta umat dan saya mulai gabung sejak 2009. Yang saya suka dari facebook adalah, benar-benar bisa menjalin silaturahmi antara teman, teman dari teman, bahkan teman yang lama tak ketemu, teman yang hanya sempat kenalan, bahkan mantan kecengan jaman abg.๐Ÿ˜†๐Ÿ˜† Sisi tak menyenangkannya, karena profil saya dengan nama asli dan โ€œkebacutโ€ mendunia, jadi hampir banyak sisi โ€œteman dari temanโ€ nya. Kalau beneran silaturahmi sih gapapa, tapi banyak juga kan yang menggunakan facebook untuk bisnis atau jualan online. Jadilah pada satu ketika timeline saya diisi iklan, iklan, iklan. Bahkan sampai di kronologi saya. Sampai akhirnya saya privasi bagian kronologi, dan saya gembok akun facebooknya. Ada lagi momen politik, yang harusnya jadi pesta demokrasi, yang harusnya saling โ€œperang keunggulanโ€ namun pada akhirnya menjadi ajang haters yang lempar hujatan dan kata2 tak sopan. Sampai muak rasanya. Sampai akhirnya banyak yang saya hide dari timeline. Cukup sekian, deh, facebook bagi saya. Namun tetap saya pertahankan, karena itu tadi, sisi โ€œsilaturahmiโ€ nya. Yang saya upload di facebook pun lebih banyak tentang foto liburan dan jalan-jalan, sebagai pemuas kangen bagi keluarga, sanak saudara dan teman-teman di tanah kelahiran๐Ÿ˜€

Kedua, Instagram. Saya baru mulai ber-instagram dengan akun saya sendiri mulai dari Agustus 2013. Sebelumnya, saya menggunakan akun instagram suami dari iPad-nya Arga mulai dari awal tahun 2012. Dipikir-pikir, aneh juga yak. Ngapain sik kok repot amat.๐Ÿ˜€ Yang saya suka dari Instagram adalah capturing moments nya. Foto tanpa banyak basa basi. Dan sayapun jadi belajar untuk menangkap โ€œmomenโ€ dengan cantik. Bagaimana mengambil sudut foto, cahaya, mengolahnya walau dengan fitur sederhana di Instagram, untuk membuatnya jadi semenarik mungkin. Instagram pun akhirnya saya gembok supaya private. Hanya keluarga dan teman terdekat sajah. Yang saya nggak suka.. hemm.. nggak ada tuh. Karena di Instagram pun bisa unfollow kalau gak suka.

Ketiga, blog. Yang dimulai sejak Oktober 2012, belum lama ini. Disini saya merasa bebas berbagi tentang pikiran, perasaan, pengetahuan, pengalaman, apapun yang terjadi di hidup saya โ€“ yang layak dibagi ke khalayak tentunya๐Ÿ˜‰ โ€“ and I left it open. Hanya saja memilih untuk tidak menghubungkannya ke facebook. I want this blog โ€“ which I treat as my house โ€“ is more for my โ€œguestsโ€ yakni bagi mereka yang sengaja datang berkunjung ke rumah saya (untuk alasan apapun, baik itu kabar saya, pengalaman, informasi atau sekedar kangen juga boleh! :D). Tapi intinya I just want to share for those whoโ€™s willing to come.

So, be my guest!

#beneran-posting-nyampah๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Author:

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ in ๐Ÿ‡ณ๐Ÿ‡ฑ โ€ข wife&mom ๐Ÿ‘ช โ€ข parent teacher ๐Ÿซ โ€ข seasonal shopaholic ๐Ÿ‘œ๐Ÿ‘  โ€ข bookworm ๐Ÿ“– โ€ข dramafreak ๐ŸŽฌโ€ข bigeater ๐Ÿ๐Ÿฃ๐Ÿฐ โ€ข aspiring blogger ๐Ÿ“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s