Posted in master, tips-tips

(Curhat) thesis part II. (Masih Galau seputar) Thesis Topic

Setelah pengumuman topic riset untuk thesis pada event MSc Research Fair yang tak memberikan hasil apapun, maka berlanjutlah kegalauan akan hal ini. Tanpa terasa, bulan Maret pun berlalu dan deadline topic adalah tanggal 2 Mei 2014. Tambah sutris ketika suami saya berpesan, baiknya hal ini dipikirkan jauh-jauh hari supaya bisa konsepnya matang. Saya ingat betul dia berpesan begini:

โ€œTuliskan idemu untuk thesis berisi judul, topic, research objectives dan research questions dalam satu halaman. Buat sistematis sehingga alurnya mengalir seperti satu ceritaโ€.

Maka sayapun mulai me-list beberapa topic (baik tiga ide dari saya maupun beberapa judul yang ditawarkan di research fair). Tiga ide dari saya adalah tentang Air pollution of Volcanic Eruption, Waste Disposal in Yogyakarta and Hazardous Waste Landfill in Java Island. Saya diskusikan tiga halaman berisi tiga ide tersebut dengan suami, kemudian saya mengirim e-mail ke Joan Looijen untuk berdiskusi tentang ide tersebut.

Pertemuan dengan Joan saya mulai dengan bertanya apakah ada thesis topic yang dia tawarkan. Dan ternyata beliau sedang sangat sibuk (karena sedang membawahi satu course) sehingga berkata untuk saat ini, no topic. Lalu saya membawa ide saya dan beliau memberi feedback dan mengkritisi dari sisi academic research. Beliau pun meyakinkan saya, untuk yang mengajukan open topic seperti saya sebaiknya yakin dengan ketersediaan data. You have to be very sure. Lalu beliau mencontohkan beberapa student Indonesia dari program Double-degree yang mengalami kesulitan dalam thesis karena data. Fiuh.

Lalu pada kesempatan lain pada saat fieldwork, saya duduk di bus bersama lecturer lain bernama Cees Bronsveld. Beliau dulu pernah tinggal di Surabaya selama beberapa tahun. Ngobrol lama, setelah itu saya dapat kesempatan untuk cerita tentang galau thesis topic. Beliau juga memberi masukan yang sangat logis dan critical. Mengingatkan bahwa open topic student, biasanya sulit kalau mau mengajukan fieldwork ke Negara asal, karena mekanisme fieldwork bahwa student mesti didampingi oleh supervisor, dan minimal ada 2 student dalam satu grup.

Makin puyeng (>_<)

Dilanjutkan dengan sesi ngobrol sama course director, Bapak Michael Weir. Kebetulan ada sesi curhat reguler๐Ÿ˜† lalu saya menanyakan kemungkinan open topic, atau ambil topic dari jurusan lain. Beliau bilang, that is possible but I will not recommend that. Do you understand why? Dan saya bilang, saya mengerti karena di departemen lain mungkin titik beratnya berbeda dengan di NR. And he say yes. Kalau open topic juga tak kalah challenging nya. Segala macam dari data, fieldwork dan sebagainya mesti dipastikan dari awal. Beliau sih bilang masih terserah saya, cuma apapun keputusan saya tentang thesis topic ini beliau minta diinformasikan sedini mungkin.

Ibuuuuukkkk pigimana iniiiiih T-T *nangis-guling-guling*

Author:

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ in ๐Ÿ‡ณ๐Ÿ‡ฑ โ€ข wife&mom ๐Ÿ‘ช โ€ข parent teacher ๐Ÿซ โ€ข seasonal shopaholic ๐Ÿ‘œ๐Ÿ‘  โ€ข bookworm ๐Ÿ“– โ€ข dramafreak ๐ŸŽฌโ€ข bigeater ๐Ÿ๐Ÿฃ๐Ÿฐ โ€ข aspiring blogger ๐Ÿ“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s