Posted in Bapak Ibu, Jogja, me

Teruntuk Ibu

Ibu, banyak yang ingin kusampaikan untukmu. Terbangunku di pagi hari ini, sedikit menggigil di tengah musim dingin di Enschede, memikirkanmu.

Seorang gadis cantik yang sederhana, menikah dan menjadi ibu saat usiamu baru menginjak awal dua-puluhan. Teringat ceritamu bahwa Bapak membawamu untuk tinggal bersamanya di tempat yang cukup jauh dari rumah asalmu. Kau dan Bapak membangun rumah bersama, bata demi bata, atap dan pintu, satu demi satu. Bapak sering dinas keluar kota berminggu-minggu lamanya kala itu. Dan kau berada di rumah yang belum selesai terbangun itu, dengan pintu dan jendela ditutup seadanya, hanya dengan dua anak yang masih kecil.wed1

Engkau dan Bapak dipenuhi tanggung jawab untuk ikut menghidupi, membesarkan dan menyekolahkan kelima adikmu sejak Mbah Kung tiada. Sampai menikahkan mereka juga. Bahkan kau jual cincinmu agar adikmu bisa wisuda. Sesuatu yang sungguh tak terbayangkan olehku. Namun kau berkata padaku bahwa kau sudah terbiasa berjuang untuk hidup sejak kau masih belia. “Nrimo” akan nasibmu dan berjuang lebih keras lagi esok harinya untuk masa depan yang kau mimpikan lebih baik.

Sebagaimana kehidupan membentukmu menjadi keras, kau pun menjadi keras terhadap putra-putrimu. Tuntutanmu yang sangat tinggi akan pendidikan, terutama kurasakan kepadaku. Kau akan kecewa dan marah bila nilai pe-er, ulangan dan ulangan umumku di waktu SD tidak mendapatkan 10. Iya, bahkan ketika aku mendapat nilai 9,9. Kecewamu ketika nilai Ebtanas SD-ku tidak cukup baik bagimu (padahal terjadi kesalahan dalam penilaian yang pada akhirnya diusut oleh Bapak di hari kemudian). Murkamu ketika aku kehilangan motorku. Belum lagi kemarahanmu saat aku gagal lulus ujian masuk kuliah di tahun pertamaku (yang aku pun tak mengerti sebabnya, karena nilaiku cukup untuk masuk ke jurusan yang kuinginkan). You are truly a tiger mom.

Namun di sisi lain, kau tak pernah tidak berada di sisiku. Meladeniku, menemaniku, mengajariku, dan sebagainya. Bahkan hingga aku menikah dan dikaruniai seorang bayi, kau masih ikut menjaga putraku. Saat aku hamil dan mesti bedrest total selama berbulan-bulan, kau lah yang menemaniku sepanjang hari. Menyiapkan makan, menyuapiku, memandikanku, dan semua hal yang perlu kulakukan di atas tempat tidurku. Setiap kali aku menangis karena cemas akan kehamilanku, kau bilang padaku, “Kuatkan hatimu, ini cobaan dan pelajaranmu agar kau lebih kuat karena kau akan menjadi seorang Ibu. Jadi berpikirlah positif dan kuatkan hatimu”. Itu yang engkau ucapkan berkali-kali padaku.

Kala itu aku terbaring berhari-hari, sehingga pendengaranku menjadi lebih sensitif terhadap suara, bahkan aku dapat membedakan suara langkahmu, bapak atau suamiku. Setelah sekian lama terbaring, aku bisa mendengar isak pelan tangismu ketika kau sholat, bersujud dan berdoa untuk kesehatan keselamatan putri dan calon cucumu. Ternyata, selama ini kau menyimpan segala kecemasan, ketakutan dan kesedihan untukmu sendiri.

Aku menghubungimu pagi ini. Mengatakan segala yang kurasakan seraya berterimakasih atas segala kasih sayang dan semua hal yang kau upayakan dan kau cukupkan untukku. Kau ibu yang keras untukku, kataku, namun aku tak akan menjadi seperti ini dan aku takkan sampai disini tanpamu. Aku mengucapkan terima kasih. “Ya”, ucapmu dengan lirih. Itu saja. Namun aku bisa merasakanmu pecah menjadi isak tangis dalam diammu. Aku sendiri harus menggigit bibirku untuk menahan tangis.

Ibu, aku tak bisa mendampingimu hari ini. Bahkan untuk sekedar mengecup pipimu dan memelukmu. Untuk membawakanmu lumpia favoritmu, memberimu sesuatu yang kausukai dan membawamu makan malam diluar. Karena itu, aku disini, berpuluh ribu kilometer jauhnya darimu, hanya dapat memanjatkan doa untukmu. Untuk kesehatan dan kebahagiaanmu, dan supaya kau senantiasa dijaga, dilindungi dan diberkahi Allah SWT dalam sisa umurmu. Dan doaku semoga aku bisa menjadi seorang Ibu yang baik sepertimu.

Selamat Hari Ibu. I love you.

– teruntuk Ibu nomor satu di dunia, Ibuku Radiyah Suwardi

Author:

🇮🇩 in 🇳🇱 • wife&mom 👪 • parent teacher 🏫 • seasonal shopaholic 👜👠 • bookworm 📖 • dramafreak 🎬• bigeater 🍝🍣🍰 • aspiring blogger 📝

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s