Posted in Jogja, persiapan, travel stories

Persiapan Balik dari Luar Negri: Packing dan Tips-tips

Aloha! Apa kabar semua.. Hari ini saya dapat kejutan dari blog, report booming di stats saya. Dan pas saya cek, bener aja dalam sehari mencapai lebih 200 views! *takjub* Alhamdulillah.. gembira banget, deh. #sayamahgituanaknya :lol: Semoga info yang saya bagi disini lewat postingan2 saya bisa (sedikit) berguna bagi yang membutuhkan atau mencerahkan bagi yang masih merasa berada di kegelapan yaa😀

As I wrote in my posts before, syukurlah kuliah Master saya sudah usai. Summer ini, setelah hampir dua tahun, kami sekeluarga berkesempatan pulang ke Indonesia sekitar 2 bulanan. #jingkrakjingkrak. Pulang ke Indo, kaitannya erat dengan masalah barang bawaan. Duluuu, dulu banget, saya pernah nulis post tentang persiapan barang bawaan ke belanda disini dan disini. Belajar dari kebodohan pengalaman masa lampau, kali ini saya akan persiapkan sebaik mungkin. Dan setelah saya summary, berikut adalah step-by-step persiapan packing saya: 1. Cek maskapai yang digunakan (lokal dan internasional) untuk fasilitas free-baggage baik bagasi dan kabin. Untuk kabin, cek berapa buah (karena beda maskapai beda kebijakannya) dan dapat berapa kilo fasilitas gratisnya. Perjalanan pulang kali ini dengan KLM, untuk bagasi 1 buah koper 23 kilo dan untuk kabin bisa 1 handbaggage (koper kabin) dan 1 aksesoris (tas laptop/tas tangan) total 12 kilo. Berikut ketentuannya:

ketentuan bagasi dari KLM
ketentuan bagasi dari KLM. source: website KLM

Waktu saya berangkat Jkt-Ams tahun 2013, menggunakan maskapai MAS. Free-baggage untuk check-in baggage adalah 30 kilo dan untuk kabin adalah 7 kilo. Kami beli 3 tiket, dan bawaan kami adalah 2 koper besar dan 2 tas (masuk bagasi) dan yang kami bawa ke kabin adalah 1 backpack, 1 handbag dan 2 pasport bag. Ketentuan dari MAS adalah sbb:

ketentuan bagasi dari MAS
ketentuan bagasi dari MAS. source: website MAS

Waktu mertua saya berkunjung Januari 2015, beliau2 menggunakan Emirates. Waktu pulang, bawaan mereka adalah 2 koper sedang dan 2 koper kabin (semuanya masuk bagasi) dan 2 backpack, 1 tas tangan (dibawa ke kabin). Tiket mereka untuk 2 orang, koper masuk bagasi totalnya 60 kilo (pas!!) dan bawaan kabin total 14 kilo (juga pas!!!) (bapak mertua seneng banget saya bisa maksimalkan bawaan mereka😀 ). Anyway, ini ketentuannya:

ketentuan bagasi Emirates
ketentuan bagasi Emirates. source: website Emirates

2. Yang perlu dicek juga adalah list barang yang boleh dan tidak boleh dibawa ke kabin serta bagasi. Some people say, kadang kalo kita “beruntung” kena random check, maka kadang-kadang ada beberapa jenis makanan yang kena sita. Teman saya pernah bawa telur asin dan daun teh (entah dikemas apa) dan kena sita di bandara. Oia, adik saya dari Jepang juga bilang dia bawa selai Nutella atau Ovomaltine di backpacknya dan kena sita juga di bandara, karena selai/pasta masuk kategori cairan dan maksimum bawa di kabin adalah 100ml (atau sekitar 100gr). Ini contoh ketentuannya:

bagasi_barangberbahaya
Source: website MAS

3. Menentukan besar koper/suitcase sesuai dengan kebutuhan masing-masing (dan kapasitas maksimal). Dengan koper kapasitas (sekitar) 100 liter yang setinggi paha atas saya (kalo di gambar ukuran large), saya bisa packing mulai dari 23 kilo – 30 kilo sampai maksimal 45 kilo. Tergantung banget apa yang mau dimasukin ke dalam koper, apakah barang2 enteng tapi roomy (sepatu, tas) atau barang2 berat tapi ga makan tempat seperti gantungan kunci (apaan sih ini)😆 Yang perlu diingat adalah: bawaan maksimum per coli (per koper/tas/apapun yang masuk bagasi) adalah 32 kg!

Oia, satu lagi, yang perlu diingat waktu beli koper adalah, koper gede emang ga bakal sering-sering banget dipake. Tapi beli koper yang bagus buat saya itu investasi. Sayang kan keluar duit beberapa ratus ribu, tapi koper dipake baru dua kali udah somplak *sedih* makanya waktu di Belanda ini saya beli koper samsonite, cukup yang softcase, belinya pas diskon pula, tapi buat saya lumayan bagus🙂 Dulu koper coklat saya beli di jogja sekitar 900k IDR, sedangkan koper samsonite beli di FOC Ochtrup, Jerman dengan harga 104euro (lagi diskon, sodara2). Koper kabin hardcase saya dapat pas final sale di kijkshop Enschede seharga (hanya) 10 euro *bahagia*. Saya beli dua, satunya softcase, dipakai sama bapak mertua waktu balik ke Indo karena kelebihan oleh2, wkwkwk. Yang jelas sesuaikan dengan kebutuhan dan budget masing-masing, ya!😀

koper
Source: google

4. Tips: Beli timbangan koper. Ini hal kecil tapi cukup esensial (bagi saya loh). Kemampuan timbangnya up to 50 kilo. Kebayang kan kalo kita udah susah2 packing, ternyata di bandara selisih sekian trus musti bongkar (kayak saya dulu *bego*) atau malah bayar (amit-amit). Timbangan ini ga mahal kok, saya dapat waktu itu sekitar 4 euro (atau 60 ribu rupiah). Barangnya juga kecil dan ringan jadi praktis kalo mo dibawa travelling, pula menghindarkan kita dari kerepotan yang tak terduga😉

20150509_104351
Timbangan koper saya. Ringan, akurat, praktis, helpful, terpercaya. (macam iklan testpack😆 )

5. Kalau beli koper, standar kunci (yang sekarang adalah) TSA Lock. Dari penjelasan mas2 waktu saya beli koper di Jogja, TSA ini yang bisa buka cuma petugas bandara, kalo mereka perlu random check, jadi ga perlu ngebredel koper. Boleh juga beli gembok tambahan untuk bagian depan. Barang kecil lainnya adalah penanda koper, yang kalo bisa diberi keterangan tentang nama, alamat, penerbangan dan kontak kita. Jaga-jaga aja kalau bagasi ngendon somewhere, jadi biar gampang orang bandara nyarinya.

Tips-tips menata isi koper (ala saya).

1. Saya sudah pernah mengalami packing baju dengan berbagai metode. Bagi saya, metode paling mudah, praktis dan efisien adalah : lembarkan baju. Koper jadi muat banyak dan baju enggak kusut. Kalo untuk syal dan kain yang kecil, bisa dimasukkan belakangan, juga untuk mengisi sela2 koper supaya koper nggak keaduk2 kalo kena guncangan.

2. Manfaatkan sisi kosong, misalnya bagian bawah koper yang ada tulangan koper. Biasanya bagian bawah ini muat sekitar 6-8 kaos tipis (atau 4 kaos tipis dan 3 dompet). Kemudian barang seperti sepatu atau tas, bagian dalamnya bisa diisi oleh2 seperti gantungan kunci, magnet, dll atau kaoskaki nya sekalian aja masukin. Ada link menarik ini disini, cek ya🙂

3. Kalo waktunya balik Indo dan hampir seluruh sebagian besar koper berisi oleh2, maka saya buat list. Nama barang, jumlah berapa, harganya dan buat siapa. *malu* *tutupmuka* Ini perlu buat saya untuk menghindarkan double counting (bahasanya, indaaang😆 ) dan untuk cek ricek biar ga ada yang kelewatan. Cadangan oleh-oleh juga saya siapkan. Kalau perjalanan ke luar negeri, yang saya siapkan oleh2 ringan yang bakal saya kasih (misal ke pembimbing thesis, atau kado ultah teman) seperti syal batik, dompet batik, kain batik, pembatas buku wayang, atau sekedar rupiah (5000, 10000, 20000, dll) buat tukar-tukaran sama teman2 internasional.

4. Coba timbang lebih dari sekali. Manfaatkan timbangan koper yang dipunyai. Kalo adanya timbangan badan manual, juga gapapa. Kalo punya timbangan digital, it’s better. Yang perlu diketahui biasanya timbangan badan manual itu range akuratnya sekitar 500gram. Jadi kalo bawaan maksimal anda 23 kilo, ketika ditimbang kurangi jadi 22.5 kilo (untuk menghindari kelebihan muatan). Bisa juga anda naik lalu timbang BB anda, trus bawa koper dan timbang berat anda+koper, nanti bisa diitung selisihnya sebagai berat koper. Ini namanya verifikasi dan kalibrasi alat timbang. (mentang2 anak lab, wkwkwk).

5. Buat checklist isi @koper, trus dibuat 2 rangkap. Satu masukin ke koper, satu dibawa. Jadi bisa cek n ricek, kalikali ada yang kena sortir atau ilang (jangan sampe sih). Dengan cara-cara saya diatas, berikut saya persembahkan penampakan ketiga koper bagasi saya (satunya punya teman ding! mo dibalikin nanti abis di dry-clean :D) dan satu koper kabin, hardcase, wadah oleh2 pecah belah (repot banget ya). Masih bakalan nambah 2 backpack isi laptop dan coklat-coklat dan keju-kejuan.

  • Isi koper merah (sementara): 22 baju, 7 tas, 3 sepatu, 1 klompen kayu, 2 parfum, 27 keyholder dan barang2 kecil lain (oleh2). Berat 19.9 kg.
  • Isi koper coklat (sementara): 36 baju, 6 dompet, 6 sepatu, 8 tas, 3 parfum. Berat 21.5 kg.
  • Isi koper biru (sementara): 16 baju, 6 tas, 4 dompet, 2 sepatu, sama (bakalan tambah) baju ganti buat kami bertiga. Beratnya belum ditimbang.
tiga koper besar segede bocah dan satu koper kabin hardcase. hampir sebagian besar berisi oleh-oleh -____- beserta timbangan koper yang helpful dan praktis
tiga koper besar segede bocah dan satu koper kabin. sebagian besar berisi oleh-oleh -____-

Sampai disini dulu, ya. Veel succes and tot ziens!🙂

Author:

🇮🇩 in 🇳🇱 • wife&mom 👪 • parent teacher 🏫 • seasonal shopaholic 👜👠 • bookworm 📖 • dramafreak 🎬• bigeater 🍝🍣🍰 • aspiring blogger 📝

6 thoughts on “Persiapan Balik dari Luar Negri: Packing dan Tips-tips

  1. Hai Mbak, selamat ya udah selesai Masternya, semoga ilmunya bs bermanfaat terus ke depannya, aamiin🙂 Btw ngebaca ini n ttg groceries di tulisan sblmnya aku jd berkesimpulan Mbak orgnya trnyata sangat detail n terorganisir ya Mbak, jd sekalian belajar jg aku jdnya hehe

    1. Hai Arini, makasih ya, amiin🙂

      Hmm, kalo detail sih iya banget tapi kalo terorganisir kayanya masih perlu disiplin deh😀 Tapi kayanya lebih kebawa ke sistematika penulisan akademik gitu, kalo nulis mesti runtut n sistematis *halah*

      Aku juga suka mampir ke blognya arini, aku suka tulisan2nya kadang jadi ngeh trus mikir ulang, “iya juga ya..” gitu, hehe..

  2. Seperti biasa klo baca blog mbak cetut pasti ngakak duluan hahahaha… *tuuh kan ngakak lg*😛

    Always inspiring, ini tuh terlihat sepele namun krusial yah dan daku baru ngeh ternyata ada timbangan koper *kmne aje* wkwkk.. meluncuuurr ikutan beli juga😀

    1. Ahahah makasiiii..😀
      Anyway, Gena, dah beli koper berapa biji? Hahaha.. Iya jangan lupa tuh timbangan koper, membantu banget kalo buat travelling..

      1. Baru beli 3 biji yg plg besar mbak, cukup gak ya? Kt suamiku jgn bawa banyak2 tar beli disana aja *kya yg mampu* wkwkk… Padahal peralatan tempur perempuan lumayan kan jd hrs dipadatkan hiks…

  3. Hahaha, pasti cukup.. kalo kebanyakan ntar malah repot bawanya loh. Bener kok kata suaminya, bawa duit aja, ntar belanjanya disini segala macam ada kok, malah langsung ke factory outlet nya bisaa ya kan ya kaan😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s