Posted in Amsterdam, Jogja, persiapan

My 2nd Intercontinental Trip: Enschede – Amsterdam – Jakarta – Jogja, Juni 2015

Masih ingat cerita perjalanan lintas benua saya yang pertama disini? Dan kehebohan packing saya dalam rangka mo mudik ke Indo disini?😀 Nah kali ini saya baru sempat ingin sharing tentang perjalanannya. Tiket PP Ams – Jkt kami dapat beberapa bulan yang lalu. Kalo dulu saya berangkat ke Belanda naik MAS, kali ini kami pakai maskapai KLM. Cencu karena tiketnya paling murce, sekitar €650 per orang. Lumayan, ya?😉

Menuju bandara Schiphol, kami naik kereta Intercity Ens-Ams (tanpa pindah kereta). Alhamdulillah, karena barang bawaan kami udah rempong aja. Tiga koper besar, satu koper kecil, dua backpack, satu tas tangan, dan bawaan paling penting: satu bocah kecil yang lagi aktif-aktifnya. Ampun deh kalo sampe pindah kereta segala. Oia, tiket kereta ini kami dapat groupticket ke Amsterdam Schiphol sehari sebelumnya, jadi kami cukup bayar €7 per orang dan €2.5 untuk si bocah. *syenang* Kami ke stasiun diantar salah satu teman dengan mobil kami, syukurlah. Gak kebayang juga geret-geret bocah ke stasiun bawa berbagai koper naik-turun bis.

Sehari sebelumnya kami sudah e-check in dan print boarding pass nya. Sesampainya di Schiphol, kami nanya ke bagian informasi. Untuk baggage check in bisa anytime, 24 jam. Jadi kami naik ke lantai atas, dan ternyata KLM punya layanan self-service. Bakal jadi pengalaman perdana ini ngelabelin sendiri koper-koper ini. Jadi begini langkahnya:

  1. Datang ke salah satu mesin dan scan tiket anda
  2. Saat penutup terbuka, masukkan koper dengan kondisi MENDATAR atau HORISONTAL dengan posisi pegangan koper berada di atas
  3. Tunggu sampai mesinnya menimbang berat koper. (P.S.: Untuk KLM, resminya bagasi adalah 23 kg, namun maksimalnya adalah 23.3kg. Saya tau betul karena salah satu koper saya beratnya 23.3kg dan lolos. Sementara orang di sebelah saya kopernya 23.4 kg dan tak bisa lolos, jadi mesti bongkar ulang).
  4. Kalau berat oke, maka di bagian scan akan cek dimensi koper dsb. Kalo sudah oke (tandanya centang semua), maka tinggal diikuti yang ada disitu.
  5. Label akan otomatis terprint dan tinggal dikalungkan di pegangan koper anda (tidak perlu sticker).
  6. Kalau sudah oke, mesin akan tertutup dan bagasi masuk.
  7. Ambil tanda untuk claim pengambilan bagasi di bagian print label tadi.

Gitu deh. Keren ya, semuanya bisa dikerjain sendiri! Beli tiket online, booking tempat duduk online, check in online, nge-print sendiri, masukin bagasi sendiri! Bener-bener ngelatih semua orang biar bisa mandiri inih. Kapan ya Indonesia bisa begini *merenung* Anyway, bisa diliat ko ini pas suami saya check-in bagasi kami:

Ams_Jkt
Kiri atas: Scan ticket. Kiri bawah: Masukin koper, posisi mendatar, pegangan diatas. Koper akan ditimbang (kelihatan koper biru saya 22.7 kg) Tengah: Kalo beratnya oke, di layar akan cek dimensi koper dll, lalu label terprint keluar. Lalu label dilekatkan ke pegangan koper Kanan: Pintu otomatis tertutup.

Setelah tiga koper sukses check-in, karena waktu masih lama, kami mo keluar cari makan. Dan sebelum keluar, ada petugas yang melabeli kedua backpack dan koper cabin kami dengan sticker kuning KLM. Tas tangan saya ga dilabeli, ga perlu katanya. Trus kami bertiga muter deh cari french fries buat si bocah. Trus kami boarding deh ke pesawat, udah malam jadi si bocil langsung tepar bobo. Alhamdulillah tanpa rewel tanpa ribut-ribut. Dan di pesawat, jendela ditutup terus walaupun pagi dan siang menjelang, jadi suasananya gelap biar pada istirahat. Dikasih makan dua kali, yang ga jelas menunya dan ga gitu cocok rasanya di saya. Masi enakan menu di MAS kalo kata saya mah.

Sebelum transit di Malaysia, pas si bocah bangun. Ga mau sarapan, maunya minum doang. Transit sebentar di Malaysia cukup buat ke toilet aja, sama jalan-jalan bentar ngelurusin kaki. Oia, barang bawaan kami tinggal semua termasuk backpack isi laptop, karena selama transit pesawat mo dibersihin. Yang dibawa cuma tas tangan saya aja dan tas dokumen. Lalu naik lagi ke pesawat, dengan perasaan bahagia yang membuncah. Indonesia, we are coming!😆😆😆

Nyampe Jakarta malam sekitar maghrib, lalu antri di pemeriksaan imigrasi. Antrinya panjang, si bocah udah keliatan cape banget. Trus suami berinisiatif nanya ke antrian khusus, ternyata paspor dinasnya bisa dipake. Alhamdulillah. Yang agak lama nunggu bagasi siap. Udah gitu dipindahin ke belt di seberang. Hadeeh. Lalu kami ambil dua trolley dan angkut sendiri koper-koper gede itu. Gagah deh. Padahal badan udah remek rasanya😆😆😆 Trus waktu keluar, suami kontak pihak hotel untuk penjemputan. Gak lama, jemputannya datang. Kami menuju hotel di kawasan bandara, yang dekat namun makan waktu hampir sejam karena muter muter dan traffic.

Sampai di Ibis Styles Airport, disambut crew yang ramah-ramah dan pelayanannnya prima. Lain kali ya di Eropa semua serba self service. Suami ke reception, kami dipersilakan duduk di lobby. Diambilin jus buah dingin bergelas-gelas. Indahnya. *ndeso*😆😆😆 Koper dibawain dan diantar porter ke kamar (lagi-lagi indah), lalu kami mandi istirahat, pesan makan malam dari room service. Telpon rumah sebentar, ngasih kabar kalau udah sampai Jakarta.

Besok paginya kami bangun, mandi, sarapan. Overall hotelnya bagus, dengan konsep B&B gitu kalo dibanding sama di Eropa udah oke banget. Pas habis sarapan malah kami didekatin pihak marketing hotel dan ditanya gimana pendapatnya tentang hotel. Saya bilang saya suka fasilitas jemputan ke bandaranya. Yang kurang paling menu anak-anak buat sarapan. Karena kebanyakan pedes.. kurang yang ringan gitu. Setelah itu kami packing dan check out. Dan langsung naik ke bis jemputan jam 9:00 untuk diantar ke Terminal 1, Batik Air. Disana langsung masuk untuk check in dan bayar kelebihan muatan, sekitar 15kilo @12 ribu apa ya. Gapapaaa gapapaa ga mahal ko😀 Habis itu nunggu di boarding room, ada playground kecil buat anak. Si bocah jadi ceria lagi.

Naik ke pesawat, malah 10 menit sebelum  boarding time! *kaget* Tempat duduk kelas ekonominya lega banget, suami suka. Ada hiburan juga, meski kalo mo headset musti sewa. Ah, ga usahlah ini, Cuma 1 jam doang ke Jogja. Dapat snack sama minum. Batik Air pelayanannya bagus, ya *syenang* Yang ga bikin hepi karena nyampe di Jogja sekitar 10 menit sebelumnya, jadi harus muter-muter diatas, dan ternyata traffic juga mo turun, jadi tambah lah lagi 20 menit. Halaahhh makin gak sabar. Begitu landing, dah keburu pingin keluar. Waktu ngambil trolley, diluar adik-adik ipar udah dadah-dadah dan manggil si bocah yang langsung lari keluar menghambur ke tantenya *terharu* Nunggu koper jadi gak sabaran deh, keburu pingin pulang. JOGJA!😀

Ams_Jkt1

Setelah ketemu rombongan (bapak & ibu mertua, adik-adik, sepupu😆 ) kami diajak makan ke resto ayam kremes Suharti. Enaknyaa serba diladenin! JOGJA!!!!😀

Author:

🇮🇩 in 🇳🇱 • wife&mom 👪 • parent teacher 🏫 • seasonal shopaholic 👜👠 • bookworm 📖 • dramafreak 🎬• bigeater 🍝🍣🍰 • aspiring blogger 📝

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s