Posted in me, office

Pengajuan Cuti Di Luar Tanggungan Negara bagi PNS

Hai semuanya! Kali ini saya ingin share mengenai another episode of my life yaitu mendampingi suami ke luar negeri. Bagi yang mengikuti blog saya *kayak-ada-aja*๐Ÿ˜† pasti tahu lah ya, kalau saat ini suami saya sedang menjalankan tugas belajar program doktor alias S3. Saya sempat re-blogย juga satu artikel bagus yang saya baca. Lalu melihat kondisi tersebut, bagi saya pilihan apa yang saya punya?

  1. Tetap bekerja dan stay bersama anak di Indonesia sampai suami selesai (2thn lagi)
  2. Tetap bekerja dan stay di Indonesia, anak ikut suami (karena sekolah dan alasan tertentu lainnya)
  3. Ikut suami dengan mengajukan cuti (bila diizinkan)
  4. Ikut suami dan berhenti bekerja.

Setelah dipikirkan masak-masak selama kurang lebih dua tahun, opsi 1 dan 2 kami coret. (Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada yang memilih kedua opsi ini, sungguh saya salut, butuh tekad dan kemauan kuat untuk menjalaninya). Why?

  1. Dari berbagai pengalaman dan pengamatan kami, suami menjalani S3 sendiri di luar negeri itu luar biasa berat dari sisi mentalย dan emosional, bisa berefekย juga ke kesehatan dan akhirnya ke studi juga. (Kalau saya jelasin, perlu satu postingan terpisah.)
  2. Dari sisi saya yang harus hidup terpisah dari suami untuk membesarkan anak sendiri, I don’t feel I can do that. Apalagi saya bekerja, sedang suami terpisah benua untuk menuntut ilmu sambil mengurus anak. Kayaknya impossible. Mengukur diri saya sendiri, rasanya saya nggak kuat kalau mesti seperti itu.

Akhirnya, opsi yang tersisa adalah 3 dan 4. Dalam artian, saya akan coba mengajukan cuti sesuai prosedur dan aturan, lalu apapun hasilnya nanti kami ikhlas menerima. Mulailah saya membuka berbagai peraturan mengenai cuti bagi PNS seperti PP No 24 Tahun 1976 dan Surat Edaran Kepala BAKN No 01 Tahun 1977, serta mencari informasi di website BKN.

Adapun persyaratan atauย aturan terkait CLTN adalah:

  • Telah bekerja sekurang-kurangnyaย 5 (lima) tahun selama terus menerus
  • Memiliki alasan pribadi yang penting dan mendesak (sebagaimana dalam SE Kepala BAKN: mengikuti suami yang bertugas ke luar negeri)
  • Pengajuan maksimal 3 (tiga) tahun, dapat diperpanjang 1 (satu) tahun)
  • Selama menjalankan cuti bebas tugas, tidak menerima gaji dan tidak diperhitungkan masa kerja.

That’s it. Kalau boleh saya rangkum prosedur cuti nya (setahu saya, lebih kurangnya cmiiw) adalah seperti ini:

prosedurcuti

Sedangkan syarat berkas dapat dilihat pada website BKNย disiniย berupa:

  1. Surat permohonan (dari yang bersangkutan)
  2. Surat pengantar dari kantor ke BKN
  3. Surat izin dari atasan langsung
  4. Copy SK CPNS
  5. Copy SK terakhir

Adapun dari instansi saya mensyaratkan kelengkapan berkas pendukung atau tambahan menjadi sebagai berikut:

  1. Surat permohonan dari yang bersangkutan (berupa surat biasa, bukan nota dinas. Surat permohonan saya bisa dilihat sbb: )ย Astuti_Permohonan_CLTN
  2. Fotocopy surat Kenaikan Gaji Berkala (dari kepegawaian)
  3. Fotocopy SK CPNS (dilegalisir oleh Kepala Bagian TU)
  4. Fotocopy SK PNS (dilegalisir oleh Kepala Bagian TU)
  5. Fotocopy SK IIIb (dilegalisir oleh Kepala Bagian TU)
  6. Fotocopy SKP/DP3 dua tahun terakhir (dari kepegawaian)
  7. Fotocopy surat nikah
  8. Fotocopy surat Tugas Belajar suami
  9. Fotocopy Kartu Pegawai
  10. Fotocopy SK Jabatan terakhir (dibuat khusus, ttd Kep Kantor)
  11. Surat izin dari atasan langsung (bagi saya dari unit kerja, yaitu Kepala Pusat)
  12. Suratย pengantar dari Kepala Pusat (Eselon 2) kepada Kepala Biro Umum.

Kemudian Kepala Biro Umum akan membuat surat pengantar kepada Kepala Biro Kepegawaian untuk memproses berkas ke kantor BKN. Form surat persetujuan dapat dilihat di SE BAKN No 01 Tahun 1977 untuk ditandatangani dan diberi nomor surat persetujuan di BKN. Setelah menghadap dan konsultasi ke pihak BKN, di sana terdapat SOP 5 hari kerja untuk penanganan surat persetujuan. Setelah disetujui BKN, maka instansi terkait akan menerbitkan SK CLTN untuk ybs.

Kerumitan biasanya terjadi di awal, seperti: meminta izin pada atasan langsung, ketidaktahuan akan proses dan persyaratan berkas (sehingga proses menjadi lama), komunikasi yang tidak lancar (seperti kasus saya yang ada di kantor regional) ke kantor pusat dsb, berkas yang tidak terlacak, dan lain-lain. Saran saya, sejak awal menghadaplah ke bagian kepegawaian sampai ke kantor pusat (saya ke BKN juga) untuk menanyakan langsung dan menginformasikan secara lisan. Ajukanlah jauh-jauh hari, terutama kepada kepala kantor supaya mendapatkan izin dan surat pengantar jauh-jauh hari juga. Buatlah berkas rangkap dua, discan dan dicopy, buat jaga-jaga. Lalu mintalah nomor kontak di setiap jalur agar bisa tetap memantau perkembangan atau kemajuan cuti tersebut.

Kalau bagi saya, kemarin mengurus cuti ini perjuangan banget. Banyak kali saya menangis nggak tahu mesti gimana. Sempat merasa segala sesuatunya sulit, dibentak sampai down berulang kali, terancam bakal kehilangan pekerjaan juga. Namun akhirnya, setelah berdiskusi panjang dengan suami, keluarga, Allah SWT, dan dikuatkan semua teman dan orang sekitar, saya menjadi tenang.

Akhirnya yang saya pegang adalah: (1) saya beritikad baik untuk menyelesaikan status dan administrasi di kantor, (2) saya memperjuangkan agar dapat bersama keluarga, (3) saya berjuang mempertahankan status kepegawaian saya, (4) saya mengurus hal ini sesuai prosedur dan aturan yang berlaku, (5) saya telah berusaha semaksimal yang saya mampu, lalu saya akan berdoa dan memasrahkanย segala hasilnya kepada Allah SWT. Alhamdulillah, saya diberi ketenangan dan bisa berangkat mendampingi suami dengan hati lapang. Dan menambah silaturahmi dengan saudara2 baru yang “ketemu di jalan” dan membantu saya sepenuh hati.

Sekian dulu.

Salam super.

Author:

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ in ๐Ÿ‡ณ๐Ÿ‡ฑ โ€ข wife&mom ๐Ÿ‘ช โ€ข parent teacher ๐Ÿซ โ€ข seasonal shopaholic ๐Ÿ‘œ๐Ÿ‘  โ€ข bookworm ๐Ÿ“– โ€ข dramafreak ๐ŸŽฌโ€ข bigeater ๐Ÿ๐Ÿฃ๐Ÿฐ โ€ข aspiring blogger ๐Ÿ“

39 thoughts on “Pengajuan Cuti Di Luar Tanggungan Negara bagi PNS

  1. Halo Mbak
    Berapa lama proses Nya dari mulai mengajukan sampai dapat SK ctln dr BKN? Insya Allah saya juga ingin mengajukan. Mohon bimbingannya.

    1. Hai Sierra, salam kenal.

      Sekali lagi, SK CLTN TIDAK diterbitkan oleh BKN, melainkan oleh Kementerian masing-masing (dan pejabat yang berwenang untuk menandatangani adalah Menteri terkait). Dari pengalaman saya, pengajuan SK sampai terbit persetujuan dari BKN perlu waktu selama 4 bulan. Lalu dari Persetujuan BKN sampai terbit SK CLTN saya dari Kementerian LHK membutuhkan waktu sekitar 1 bulan.

      Ini relatif, mohon jangan dijadikan patokan. Karena pemberian izin tergantung oleh situasi dan kondisi masing-masing. Termasuk kelengkapan berkas, izin dari atasan, hari kerja, dsb. Semoga sukses, ya.

      1. Iya Chandra, bagi saya lama karena waktu saya di Indonesia terbatas ketika mengurus cuti. Namun saya tidak tahu untuk kasus pengajuan CLTN lainnya memerlukan waktu berapa lama, sehingga saya nggak bisa bilang 4-5 bulan itu termasuk cepat atau lama.

        Dan bagi saya, goal nya adalah pengajuan cuti saya dikabulkan, no matter how long it takes. Dan kalaupun tidak dikabulkan, saya sudah siap rencana cadangan๐Ÿ™‚ Karena cuti atau ijin, semuanya bermuara kepada pimpinan, apakah disetujui atau tidak, apakah dikabulkan saat itu juga atau ditangguhkan. Semuanya hak pimpinan atau atasan yang bersangkutan.

        Sehingga, bagi rekan-rekan yang ingin mengajukan cuti serupa, maka pesan saya belajarlah dari kasus saya. Ajukanlah jauh-jauh hari, kalau perlu 6 bulan atau setahun sebelumnya supaya hati ikut tentram. Sukses ya semuanya๐Ÿ™‚

  2. wah mbak postingan ini membantu banget karena saya buta tentang CLTN..dan awalnya juga saya bimbang apakah perlu ikut suami sekolah ke luar negeri atau tetap bekerja di tanah air..
    Kebetulan saya juga dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tp saya di Kupang jadi sudah terbayang repotnya “mengawal” dan memantau pengajuan cuti ini.
    saya mau tanya mbak..formnya bisa dapat dimana ya?mohon maaf kalo saya kurang teliti membaca post ini..
    Mudah-mudahan proses pengajuan saya juga dimudahkan ya mbak…

    1. Wah teman seperguruan a.k.a. sekantor! Salam kenal, Ajeng๐Ÿ™‚

      Dikawal memang istilah yang tepat. Kalau boleh saya sarankan, mengantar berkas ke kantor pusat sekalian menghadap ke kepala ybs, setor muka gitu istilahnya ya, minta tolong untuk dibantu. Kalau saya sekalian ke kantor BKN pusat.

      Yang bagi saya jadi kendala adalah proses komunikasi untuk revisi berkas (karena kadang berkas yang diminta belum sesuai seperti format surat permohonan, SKP dll).

      Form yang ditanyakan form apa ya? Saya update postingan saya untuk surat permohonan CLTN yang saya buat, silakan di cek. Sementara untuk prosedur, form surat izin atasan, form persetujuan, bisa dilihat disini:
      http://mipa.ub.ac.id/wp-content/uploads/2014/02/se_kepala_bakn_nomor_01_se_1977.pdf

      Sukses ya! Nanti ceritain ke saya selesainya berapa lama, supaya teman2 yang lain ada referensi yang lain๐Ÿ˜‰

  3. Mbak salam kenal…saya juga mau mengajukan cltn ini tuk nemanin suami studi ke Ln…persis bgt alasannya sama,,say merasa gak sanggup ngurusin 3 anak tanpa suami sedang saya bekerja…dan.sebelumnya pun kami juga ldr,, masa iya skrg mesti ditinggal lagi…kasian.juga anak2 kalo gak pernah ketemu ayahnya..
    Doakan saya ya mbak semoga dimudahkan dlm mengurus cltn ini…artikel mbak bermanfaat bgt buat saya, terimakasih

    1. Hai Yusri, salam kenal juga..
      Wah hebat banget working mom, ngurus 3 anak tanpa suami pula, supermom!๐Ÿ™‚
      Alhamdulillah kalo postingnya bisa sedikit membantu, makasih ya udah mampir kemari.
      Semoga proses cutinya dimudahkan Yang Di Atas ya, amiin!

      1. Hai mbak…ah..gak super super amat mbak…hihi, byk supermom yg lbih super dr saya *tutupmuka*

        Oya, mo nanya nih,,utk proses cuti ini apakah kita harus ikut mengawal sampe datang ke Bkn? Atau kita menunggu saja? Soalnya saya domisili di Kalteng nih, agak susah mobile nya, hehe, apalagi kalo sendiri…trims ya mbak

      2. Hemm.. Kalau saya sih karena nggak berdinas di kantor pusat, saya minta tolong teman baik saya yang ada di kantor pusat untuk sesekali menanyakan ke bagian yang menangani.. Sayanya sih ke kantor pusat dan BKN untuk kulonuwun menghadap dan minta tolong dibantu proses berkas saya gitu.. trus dapat nomer kontaknya dan alhamdulillah Kabag Kantor Pusat dan Kabag dari BKN orangnya baik, setiap ada progress saya dikabari via whatsapp dan dikasih lihat berkas2 proses cuti saya๐Ÿ™‚

        Sayangnya hp saya barusan error dan di reset, jadi semua kontaknya hilang. Entah kenapa google drive juga nggak sukses menyelamatkan address book saya. Tapi kalo pas ada kesempatan ke Jakarta, misalnya, disempatkan saja melapor dan berkunjung gitu. Saran aja sih. Karena ibarat peribahasa kalo tak kenal maka tak sayang juga kan. Biar berkasnya juga nggak kelupaan diurus๐Ÿ™‚

  4. Halo Mbak, apa kabarnya? salam kenal ya mbak
    alhamdulillah banget ketemu blog mba yg lagi bahas ttg CLTN, saya pun berniat demikian namun bedanya saya ingin nemanin suami ke DN (Dalam Negeri), apakah bisa ya? ya saya pun merasakan hal yang sama mba saat mengajukan CLTN ini huhuhu ditakut-takutin lha, prosesnya lama dsb. Kebanyakan proses CLTN memang 3-4 bulan ya mba, Mba maaf ketika mba ke BKN Pusat ke bagian apa ya mba? boleh minta contact email mba gak?

    1. Halo Devie, salam kenal juga๐Ÿ™‚
      Alhamdulillah saya sehat, makasih, how are you?

      Kalau kita lihat lagi di aturannya, alasan untuk mengajukan cuti di luar tanggungan negara adalah alasan pribadi yang penting dan mendesak (dan dalam jangka waktu lama >3bulan). Yang disebutkan dalam aturan untuk contoh adalah mendampingi suami ke luar negeri, atau persalinan keempat (kalau nggak salah. CMIIW).

      Saya kurang paham maksud pertanyaannya. Jadi mau mengajukan CLTN, tapi suaminya di dalam negeri? Kalau untuk pastinya bisa ditanyakan ke bagian Kepegawaian masing-masing, atau ke BKN (Pusat, Regional atau Daerah). Saya ke BKN Pusat ke Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian – Dit. Status dan Kependudukan Kepegawaian, dan saya runut sampai ke Kepala Bagian yang menangani urusan cuti luar tanggungan negara. (Selengkapnya bisa dipelajari Struktur Organisasi BKN dan Tupoksinya).

      Apa Devie tau kasus CLTN lain yang selesai dalam jangka waktu 3-4 bulan? Saya sendiri kurang informasi, kebanyakan yang saya tanyai sudah lupa dulu untuk mengurusnya butuh waktu berapa lama. Silakan kalau ada yang masih mau ditanyakan, nanti kalau penjelasannya perlu lebih panjang saya akan kontak via email.

      Sukses ya! Semoga dimudahkan jalannya untuk bersama keluarga๐Ÿ™‚

    2. Dear devie
      Sya cltn nemenin suami di dalam negri aja, ini skrng msh posisi cltn. Saya sama kya mb cetut, sya jg menghadap dlu ke bkn pusat, sya ke bagian cuti gt waktu itu, ky konsultasi gt lah, alasan cuti knp, lama pisah sama suami yg udah 6,5th dll, alhmdulillah akhirnya di mudahkan smua. Melalui prosedur yg ada, dr ngadep kpala kantor, dinas, bkd&bkn. Wktu itu surat cm sya kawal sampai bkd saja, hanya 2 bln alhmdulillah sk cltn turun. Sya pns pemda mb. Tetap smangat, smoga lancar smua&bs segera bekumpul dgn suami.. Amiin

  5. Oyaa..ada yg kelupaan ditanyain…mba di enschede ya? Ni kebetulan suami dapet beasiswa ke groningen…kira2 di sana kehidupannya gimana ya, apa sama aja dgn di tempat mbak…?

    1. Iya saya di Enschede. Wah banyak banget teman yang dari Groningen, terutama teman-teman Kagama (Keluarga Besar Alumni Universitas Gadjah Mada). Dua kali saya kesana, acara Kagama. Kotanya cantik, besar juga, dan nggak serame Amsterdam/Den Haag/Rotterdam, tapi kalo saya sih emang prefer kota yang nyaman buat ditinggali.. kayak Desa Enschede. Walau agak jauh mo kemana-mana (lebih deket ke Jerman malah).

  6. Salam kenal sy mau tanya mba kira” selain alasan ikut suami, bersalin, bisa gg alasan lain, soalnya sy mau ngajukan cltn tp alasannya sy d terima jd sekpri d kbri, kira” bisa gg yah mnta cltn? Makasi

    1. Hai Pia, salam kenal.
      Saya kira untuk alasan2 yang lain lebih baik ditanyakan saja ke Bagian Kepegawaian kantornya Pia. Yang saya tuliskan diatas adalah yang sesuai dengan ketentuan dalam aturan.
      1. Tujuan cuti (secara umum) adalah untuk menjamin kesehatan jasmani dan rohani.
      2. Khusus untuk CLTN, alasan mengajukan cuti adalah alasan pribadi yang penting dan mendesak, misalnya mendampingi suami ke luar negeri. Namun CLTN bukan hak, sehingga bisa ditolak atau ditangguhkan. Sedangkan CLTN untuk persalinan keempat tidak dapat ditolak.

      Sedangkan untuk alasan lain, saya pribadi tidak tahu karena saya belum pernah mendengar pengalaman yang lain. Saran saya ditanyakan atau dikonsultasikan saja ke bagian yang berwenang, ke kantor atau kantor pusat atau kantor BKN. Sukses ya!๐Ÿ™‚

  7. Hai mbak,,salam kenal. Ma kasih banget buat sharingnya,,saya jadi punya referensi buat proses cuti ini. Saya juga berencana mengajukan CTLN untuk tujuan yang sama tetapi yang saya khawatirkan apakah tidak mengalami kesulitan ketika pulang dan diaktifkan kembali? Mengingat saya bekerja pada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Lembata (NTT) yang akses ke BKN Pusat membutuhkan waktu dan biaya yang cukup banyak,,bisakah mbak berbagi tentang ini untuk saya? Walaupun saat ini mbak belum kembali ke Indonesia,,tetapi saya yakin,mbak pasti sudah mengetahui informasi ini sebelum memutuskan untuk mengajukan CTLN. Terima kasih banyak buat bantuannya mbak,,salam hangat untuk seluruh keluarga.

    1. Hai Dian, salam kenal kembali๐Ÿ™‚
      Karena pada saat ini saya masih berada di tengah-tengah CLTN, maka saya belum memiliki pengalaman tentang kesulitan untuk kembali. Ada beberapa teman saya bercerita tidak ada masalah untuk kembali setelah cuti. Ada beberapa orang yang memberikan kata2 serupa seperti, “nanti susah lho kalau mau kembali”, dan dari yang saya tanyai, pengalaman tersebut bukan pengalaman pribadi yang komentar seperti itu.

      Bila kita merujuk kembali pada aturan, memang ada poin bahwa kemungkinan tidak dapat kembali menjadi PNS itu ada. Namun, kalau dibaca dengan seksama, prosedur pengaktifan kembali tersebut berlapis. Pertama adalah kembali bekerja di instansi induk terlebih dahulu, lalu bila tidak ada posisi atau lowongan di instansi induk, maka akan dikembalikan ke BKN untuk disalurkan ke instansi lain. Instansi apa saja. Bila opsi ini juga tidak ada, barulah ada tindakan selanjutnya. Namun saya pribadi tidak ada rasa pesimis karena PNS juga aset negara๐Ÿ™‚

      Apalagi ketika saya berangkat kemari, yang diwanti-wanti oleh pihak Kepegawaian Kantor Pusat dan BKN adalah, selambat-lambatnya tiga bulan sebelum cuti habis, jangan lupa untuk kasih kabar dan melapor (apakah cuti akan diperpanjang atau memulai permohonan pengaktifan kembali). Jadi saya rasa dari pihak kantor pun akan memberikan ruang bagi saya untuk kembali bertugas. Semoga. Namun bila tidak pun, bagi saya itu juga bagian dari konsekuensi keputusan saya, jadi siap tidak siap harus diterima๐Ÿ™‚

      Sekian dulu, sukses ya.

      1. Ma kasih mbak bt penjelasannya. Ini jadi semacam kekuatan bagi saya untuk berani memutuskan mengambl cuti ini. Berkas cuti saya saat ini masih diproses di daerah namun dalam beberapa hari ini suami akan berangkat dan kami berencana agar saya mengantarnya sampai ke Jakarta. Saya berencana sekalian mengantar berkas cuti saya ke BKN Pusat,namun mengingat waktu yang sudah singkat sepertinya proses itu belum selesai sampai dengan tanggal keberangkatan kami. Yang mau saya tanyakan lagi apakah saya bisa berkonsultasi ke BKN tanpa membawa berkas cuti? Mengingat jarak dan biaya yang cukup banyak untuk proses pengurusannya di BKN,saya ingin memastikan semua kelengkapannya sehingga tidak menyulitkan saya ketika pengajuan ke BKN.

      2. Hai Dian, kalau memang sudah mengambil keputusan, semoga dikuatkan dan dilancarkan jalannya ya. Amin.
        Kalau saran saya dibawa saja salinan berkasnya (saya selalu membuat berkas asli rangkap dua dan salinan, untuk jaga-jaga saja) sekalian menghadap di Kepala Bagian yang berwenang di BKN untuk konsultasi dan melapor. Karena kalau saya tidak keliru, segala proses terkait cuti akan ditangani oleh Biro Umum dan Kepegawaian kantor masing-masing ke BKN, jadi saya hanya sebatas memantau saja sampai dimana perkembangan pengajuan cuti saya.
        Dan waktu saya ke BKN, alhamdulillah Ibu Kabag menerima saya dengan sangat baik dan saya dapat menjelaskan duduk persoalannya apa adanya, beliau juga memberi penjelasan yang memuaskan saya. Sehingga sebagai pegawai, saya merasa diayomi dan dilindungi hak-haknya๐Ÿ™‚

  8. Ok mbak. Ma kasih ya. Puas banget dengan penjelasan mbak. Amin,,semoga semuanya dilancarkan. Kalau saya nemuin kesulitan lagi,,harapan saya,kita bisa berdiskusi dan berbagi lagi ya mbak. Slam hormat buat seluruh keluarga. Semoga selalu dilimpahkan dengan segala yang baik.

  9. Akhirnya nemu blog keren yg bahas cltn ini. Makasih mba. Aku mau nanya rata2 cltn kan ikut nemenin suami studi ke LN. Kalau kasusnya terbalik gmn? SuamikuTMT CPNS guru maret 2015 lalu. Oktober ini saya dpt ksempatan kuliah s2 d jepang. Apakah suami saya bisa mengajukan cltn? Atau gmn mba?

    1. Hai Novi, salam kenal๐Ÿ™‚
      Saya pribadi belum pernah dengar kalau kasusnya berkebalikan, namun saya rasa sama kan intinya mendampingi pasangan (menikah tentunya). Mungkin perlu dibaca lagi di aturannya, setahu saya yang perlu diperhatikan adalah syarat umum untuk mengajukan CLTN, yaitu telah bekerja sekurang-kurangnya 5 tahun terus-menerus. Ini pun bisa diterjemahkan berbeda, apakah 5 tahun itu terhitung mulai CPNS atau PNS. Pada kasus saya aman karena saya sudah 6.5 tahun sejak TMT CPNS.

      Kalau saran lain, kenapa suaminya Novi nggak ikut sekolah saja? Mungkin kalau S2 belum boleh (karena tugas belajar juga ada syarat minimal bekerja), bisa ikut short course. Hanya sekedar saran ya, bisa ditanyakan ke bagian kepegawaian kantor suaminya Novi๐Ÿ™‚
      Sukses selalu ya.

  10. Halo mbak..saya berniat utk mengajukan ctln dengan alasan ikut suami ke luar negeri tapi bukan karena suami tugas belajar melainkan memang karena warga negara asing. Apa alasan itu bisa diterima tau nggak ya mbak?

  11. Halo Mbak, wah blog nya sangat informatif dan mbak sangat membantu dengan menjawab berbagai pertanyaan pada kolom komentar.

    Mbak saya juga mau ikut bertanya, CTLN kan untuk masa cuti < 3 bulan – 3/4 tahun. jika cutinya hanya 1-2 bulan, untuk mengikuti short course di luar negeri (atas beasiswa) itu bagaimana ya mbak? Sedangkan untuk cuti tahunan hanya 8-12 hari kerja. Mana tau mbak punya pengalaman atau teman dengan kasus yang sama. Status nya adalah PNS Pemda mbak.
    Trimkasih mbak

    1. Ada beberapa hal yang dibahas disini.
      Setahu saya CLTN tidak untuk cuti < 3 bulan.
      Untuk cuti 3 bulan ada cuti besar (seperti untuk tujuan ibadah), dibawah itu ada cuti karena alasan penting (seperti melangsungkan pernikahan) dan cuti tahunan.
      Yang ditanyakan untuk mengikuti Short Course selama 1-2 bulan? Sepengetahuan saya semestinya itu bukan dalam rangka cuti, tapi tetap untuk tugas/ijin belajar. Silakan dibrowsing tentang tugas/ijin belajar bagi PNS.

  12. Asssalamualaikum mbak. Salam kenal saya Lilik. Mbak kl mau ke bkn dan konsultasi mengenai cltn bisa di bagian apa dan menemui siapa ya atau kl tdk keberatan saya bs minta No kontak mbak biar saya jg bs sekalian tanya ttg cltn. Tks sebelumnya mbak waasalam

    1. Waalaikumsalam, salam kenal kembali๐Ÿ™‚
      Coba dibrowse struktur organisasi BKN dan di cek bagian yang menangani CLTN.
      Kalau saya nggak salah saya ketemu Kepala Bagian Mutasi Kepegawaian apa ya, CMIIW.
      Sukses selalu ya.

  13. Asswrwb mbk nma sy ummu manaf.sy brncna ngjkn cltn mngkti suami yg dpt s2 thin 2017, suami bkn pns ,dia hnya ngabdi d ponpes. Sy tmtnya jan2011. Bsa di izinkan cltn nya mbk?

  14. Salam kenal mbk.sy tmt cpns 2011.suami dpt s2 ke Australia 2017 ne. Sy mau mngjukan cltn.apa bs mbk scra sy yg pns klo suami bukan. Trmakasih

    1. Waalaikumsalam, salam kenal kembali. Coba dibaca kembali di aturannya yang dipakai sebagai contoh adalah mengikuti suami ke luar negeri, tidak ada klausul bahwa suami harus pns. Syarat umum pengajuan cltn adalah ybs sekurang-kurangnya sudah bekerja 5 tahun terus-menerus. Namun saya rasa akan lebih pas bila ditanyakan langsung ke bagian kepegawaian kantor masing-masing. Sukses selalu ya.

  15. Sya jg cltn mb, sy pns pemda, alhmdulillah pengajuan dimudahkan smua, krn alasan ikut suami. Dari kantor induk, dinas, bkd&bkn sangat memudahkan. Atas ijin Allah hanya butuh waktu ga sampai 2bln mb dr awal pengajuan sampai sk cltn turun.

    1. Alhamdulillah, ikut senang yaa Sovia.. semoga semua ikut baca dari pengalaman Sovia bahwa pengajuan CLTN bisa didapat dalam waktu lebih cepat, 2 bulan aja๐Ÿ™‚

  16. Assalamualaikum.

    Mba, mohon ceritanya ttg CLTN. Apakah ada penjelasan (ketika mengajukan dulu) bahwa ketika cuti selesai dan hendak balik sebagai pegawai harus menunggu formasi CPNS baru? Jadi bukan lagi ‘memperhatikan masih ada tidaknya kebutuhan staf’ tapi menunggu pembukaan formasi CPNS.

    Istri saya mengajukan CLTN ke Kementan dan penjelasan mereka begitu. Terimakasih.

    Wassalamualaikum.

    1. Waalaikumsalam, salam kenal ya, terimakasih sudah mampir๐Ÿ™‚
      Kalau pengalaman saya pribadi tidak ada penjelasan harus menunggu formasi CPNS baru. Hanya diwanti-wanti dan ditekankan oleh Kabid Biro Kepegawaian dan Kabid Mutasi Pegawai di BKN bahwa saya harus melaporkan (apakah itu perpanjangan atau pengaktifan kembali) tiga bulan sebelum masa cuti habis (sesuai dengan peraturan). Saran saya bisa ditanyakan atau dikonsultasikan saja ke BKN Pusat mas untuk dipastikan kembali apakah benar demikian.
      Wassalamualaikum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s