Posted in Enschede, Netherlands, persiapan

My 3rd Intercontinental Trip: Jogja to Enschede, once again..

Hayhay pretty people! How are you?

Setelah draft yang (lagi-lagi) mengendon lama, kali niย saya share tentang perjalanan balik ke Belanda. Yang pernah baca blog ini pasti tahu *padahal-gak-ono-sing-moco*๐Ÿ˜† waktu pertama kali saya berangkat ke Belanda dalam rangka studi (disini) dan persiapannya yang epik (disini). Kali kedua adalah perjalanan balik ke Indo beberapa bulan yang lalu, yang lebih well-planned (disini) dan persiapannya (disiniย dan disini).

Trus, kali ketiga adakah perbedaannya? Ternyata iyes. Ya, dalam artian dari sisi barang bawaan juga lebih tau apa yang mesti dibawa. Dari sisi penataan barang, lebih pengalaman sik, ngatur koper kecil-tanggung-gede sesuai dengan kapasitas maksimalnya. Persiapannya juga ok, karena semua tiket (Jog-Jkt & Jkt-Ams) sudah di e-check-in jadi keberangkatan kali ini tanpa drama beda tempat duduk seperti yang pertama. Lebih kalem juga bawa si bocah (yang jelas udah lebih gede 2 tahun dibanding kali pertama) dan termasuk ubarampe-nya si bocah (baju ganti, makanan selama jalan dan mainan2nya).

Jogja-Jakarta

Pesawat yang akan membawa kami dari Jogja ke Jakarta menggunakan maskapai GA. Karena berada di terminal yang sama dengan terminal keberangkatan internasional (jadi ga perlu pakai shuttle pindah2 terminal), juga karena nyaman, dapat snack pula, dan harganya (pas dapat yang) bersahabat.

Karena pesawat KLM kami dijadwalkan sore, maka kami berangkat dari rumah jam 10.00 siang, sampai di bandara kira-kira 30 menit kemudian. Masih cukup waktu untuk rombongan keluarga (dua mobil!๐Ÿ˜€ ) membawakan dua trolley koper dan berpamitan. Nangis lah pastinya.๐Ÿ˜ฆ Masuk ke ruang check-in Bandara Adisutjipto, sudah dibagi dua area, untuk GA ke arah kanan. Cukup nyantai karena tinggai drop-off baggage saja, malam sebelumnya suami sudah e-check in untuk kami bertiga. Setelah memasukkan bagasi dan membayar kelebihan bagasinya (karena jatah domestik 20kg x 3org saja), kami lalu masuk ke ruang tunggu. Yang lumayan penuh macam terminal.

Boarding on time, di pesawat dapat snack (yang langsung dimakan si bocah, ternyata lapar berat๐Ÿ˜† ). Sebelum lepas landas, si bocah sempat becandaan sama salah satu pramugari di GA. Emang ramah-ramah ya. Selama di pesawat juga syukurlah si bocah gak rewel, kecuali waktu ada bocah kecil banget yang duduk di depannya yang sempat tantrum dan noleh-noleh mulu ngajak berantem main.

trip jogja-enschede1
On the way Jogja-Jakarta.

Jakarta – Kuala Lumpur – Amsterdam

Sampai di Jakarta, masih sekitar 4 jam sebelum boarding. Setelah bagasi diambil, kami naik lift ke bagian keberangkatan internasional. Waktu masuk, ada satu bagasi saya kena periksa. Iya, bagasi berisi kulintang (alat musik tradisional) dan cobek batu. Dikiranya apaan kali ya๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜† Jadi agak repot sih karena mesti bongkar lagi dan masukin lagi. Tapi mas-masnya baik kok, mau nungguin, trus semuanya dilabeli security-check biar ga perlu diperiksa ulang.

Dan check-in counternya pada belum buka. Akhirnya saya nunggu disana, sementara suami dan si bocah ke KFC. Masih laper ternyata. Enaknya ya bawa anak udah gede, ga perlu rempong bawa bekal ini itu๐Ÿ˜€ Sembari nunggu counternya buka, saya pamitan dengan teman-teman di Indo.

Check-in counter di buka kurang lebih 2 jam sebelum boarding. Karena kami sudah check-in, maka kami masuklah ke antrian drop-off baggage. Yang agak aneh, karena ada 2 counter dan kami ngantri di sebelah kanan. Ternyata gak ada petugasnya, jadi yang jalan adalah antrian kiri doang. Kami coba nanya, petugasnya belum siap, jadi petugas yang melayani adalah petugas sky priority yang akan melayani kalo ga ada customer disitu. Whatttt??

Lalu setelah antrian agak rame, akhirnya petugas datang. Bagasi masuk, koper kabin dilabeli, dan kami bisa masuk ke ruang tunggu di E7. Sebelum masuk E7 lapor diri dulu ke bagian Imigrasi. Lalu kami mandek dulu di hall tunggu untuk men-charge hp, ke toilet dan sholat. Sejam sebelum boarding, kami masuk ke E7. Ternyata kena periksa lagi sodara. Kali ini ransel dan koper kabin saya diminta buka. Ternyata ada beberapa makanan yang dianggap/diduga cair, which are abonย tuna pedas (dikemas botol plastik) dan gudeg kering (dikemas kaleng). Untung kagak ada yang kena sita. Fiuh.

Nunggu di ruang tunggu agak lama, sempat delay, si bocah sudah kehausan dan lapar lagi. Bagusnya ketika mau naik ke pesawat, yang bawa balita dan disability dipersilakan naik duluan. Jadilah sambil gendong ransel, geret koper, dan bujuk si bocah supaya jalan cepetan, kami naik duluan ke pesawat. Lega akhirnya.

Pesawat transit setelah 2 jam perjalanan. Transitnya pun gak lama. Yang jadi masalah, si bocah udah merem, dibangunin gak bisa melek. Akhirnya semua bawaan kita tinggal di pesawat dan si bocah digendong, gantian sama saya & suami. Di ruang tunggu, antrian check in ulangnya ratusan orang. Akhirnya suami ngantri, saya duduk sambil mangku si bocah yang tidur. Pas udah waktunya masuk saya gendong si bocahnya. Lagi repot amat sih, cuman turun trus (langsung)ย naik lagi ke pesawat aja pake di cek lagi bawaan sama orangnya.๐Ÿ˜ฆ

Perjalanan KL-Amsterdam nya alhamdulillah lancar. Makanan.. yaahh.. lumayan lah. Karena sudah pengalaman sebelumnya, beberapa roti, dessert dan minum saya simpan buat jaga-jaga pas si bocah bangun dan kelaperan. Saya sempat tidur beberapa jam, habis itu bangun ga bisa meremย lagi. -___-‘ Akhirnya maraton film selama di pesawat.

Menjelang 2 jam sebelum nyampai Amsterdam, si bocah bangun dan mulai laper. Untunglah ada makanan dan mainan yang udah disiapin sebelumnya. Walau si bocah agak bete (dan saya juga jadi ikutan bete), tapi masih mau sarapan kok. Tadinya sih milih pancake tapi akhirnya makan omelet punya saya. Akhirnya pancake saya bawa aja sekalian kan.

Nyampe di bandara Amsterdam Schiphol tepat waktu. Karena seat kami di depan, kami bisa cepat turun dan antri ke petugas imigrasi. Ambil trolley dan nunggu bagasi yang muncul tak lama setelahnya. Setelah itu langsung cek jadwal kereta pertama. Tinggal tujuh menit! Saya sama suami ngangkat bagasi turun ke platform kereta berdua sampe ngos-ngosan gegara elevator tempat kami mati. Hiks. Kami bisa langsung naik karena suami sudah beli tiket kereta dari Indo dan diprint sekalian. Danย syukurlah bisa naik kereta tepat waktu, gak perlu nunggu lama di bandara. Fiuh.

Di kereta Intercity langsung membawa kami ke Enschede, syukurlah gak perlu pindah kereta๐Ÿ˜€ Sampai di Amersfoort dan setelahnya, kereta makin penuh. Koper akhirnya mesti kita tumpuk di tempat duduk yang berhadapan. Ada insiden kecil, pas saya mau naikin koper ke atas, malah kopernya nge-gores lutut. Sakit, indaaanngg.. Dan si bule yang tadi nyodorin koper itu ke saya cuman ngeliatin doang, ga bilang apa-apa. Hiks.

trip jogja-enschede
Enschede Centraal.. Enschede Centraal..๐Ÿ˜€

Sekitar dua setengah jam, kereta sampai di Enschede. Bertiga kami gegeretan koper sambil nunggu jemputan dari teman kami. Enschede!๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Author:

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ in ๐Ÿ‡ณ๐Ÿ‡ฑ โ€ข wife&mom ๐Ÿ‘ช โ€ข parent teacher ๐Ÿซ โ€ข seasonal shopaholic ๐Ÿ‘œ๐Ÿ‘  โ€ข bookworm ๐Ÿ“– โ€ข dramafreak ๐ŸŽฌโ€ข bigeater ๐Ÿ๐Ÿฃ๐Ÿฐ โ€ข aspiring blogger ๐Ÿ“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s