Posted in basic school, pre-school

Sekolah Anak di Belanda: My Child’s Backpack

Kapan gitu ya, milis dan grup wa ibu-ibu rame dengan temaย sekolah anak di Indonesia. Mulai dari kurikulum, biaya sekolah, sampai beratnya tas sekolah bocah-bocah TK-SD yang sampe para ibu-ibu prihatin lihat anaknya keberatan (jawa: kabotan) memanggul backpacknya, sehingga banyak yang memilih anaknya menggeret koper berisi berbagai buku tiap harinya. Koper gitu. Saya jadi terinspirasi untuk share apa aja isi backpack anak saya yang sekolah di Year 1 (setara Groep 2 di Dutch Basisschool atau TK Nol Gede lah kalo di Indonesia). Berikut bawaannya:

20150923_080213
Backpack si bocah dan isinya. Tambah buku bacaan dua buah karena pas library day.

Udah itu doang! Apa aja?

  1. Backpack. Permintaan pihak sekolah adalah backpack mesti cukup untuk membawa folder seukuran A4 dan bawaan lainnya, jangan cuman beli buat lucu-lucuan, itu aja. Nggak ada spesifikasi harus gimana-gimana sih. Yang penting mah anaknya kuat bawanya gitu.

backpack

2. Communication Folder. Berupa map plastik berisi nama si bocah. Communication folder ini adalah bentuk surat-suratan antara guru dan murid. Segala pemberitahuan, tugas, pe-er, sound/spelling book dll selalu dikasih disini. Pun ketika si bocah berangkat ke sekolah, pe er dll yang ingin kita sampaikan ke guru dikasih di folder ini.

comfolder

3. Spare Clothes. Baju ganti si anak (in case of accident, seperti: ngompol!๐Ÿ˜€ ) dalam tas plastik (tujuannya biar nggak kebasahan kalau hujan, etc). Isi baju gantinya satu set baju dalam, celana panjang dan kaos kaki. Saya tambahin kaos dalam dan kaos luaran. Plus tas lipat buat wadah baju kotornya (bila ada). Plastiknya saya pakai plastik makanan dari IKEA, habis praktis karena ukurannya pas dan bisa jadi semacam plastik vakum gitu. Kalo rusak pun masih banyak stok di rumah๐Ÿ˜‰

spareclothes

4. Lunch box. Wadahnya saya pake tas Joger, hehe. Isinya biasanya dua kotak tupperware isi snack box dan lunch box, serta satu gelas tupperware isi air putih. Snack box nya si bocah biasanya berisi buah (setengah pisang, stroberi, apel yang udah dikupas, jeruk, anggur, atau jelly) dan lunch (yang ini mesti disiapkan menu yang anak bisa makan sendiri. Seperti sandwich dengan selai buah, keju atau daging, atau pasta dengan sosis, atau nasi telur tempe. Pokoknya si anak harus bisa makan sendiri, karena guru nggak akan nyuapin).

lunchbox

5. Others; seperti: buku (pas library day seminggu sekali si bocah dibawain buku dari sekolah untuk dibaca di rumah), artwork (setiap hari ada creative center, dimana si bocah bebas bikin apa saja dari bahan recycle seperti dus bekas, kain, dll).

Itu aja sih ya. Sedikit kan? Karena semua buku, alat tulis, alat gambar sudah disediakan pihak sekolah. Anak malah dilarang bawa mainan pribadi, misalnya, kecuali di hari yang ditentukan (misal waktu ulang tahun atau jadi special person of the day).

Sama dulu jaman masih pre-school (<4th) dibawain pospak buat ganti, pun gurunya sudah recommend kita untuk potty training. Oh iya, waktu anak saya sekolah pre-school umur 3 tahun itu ditinggal lho (walau anak mau nangis meraung-raung) dan guru sekolah minta dengan tegas agar anak dilatih mandiri (ke toilet sendiri, pakai celana, jaket, sepatu, sarung tangan dll sendiri). Makan snack dan lunch sendiri pula.

Sekian dulu.

Author:

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ in ๐Ÿ‡ณ๐Ÿ‡ฑ โ€ข wife&mom ๐Ÿ‘ช โ€ข parent teacher ๐Ÿซ โ€ข seasonal shopaholic ๐Ÿ‘œ๐Ÿ‘  โ€ข bookworm ๐Ÿ“– โ€ข dramafreak ๐ŸŽฌโ€ข bigeater ๐Ÿ๐Ÿฃ๐Ÿฐ โ€ข aspiring blogger ๐Ÿ“

4 thoughts on “Sekolah Anak di Belanda: My Child’s Backpack

  1. Waahh bagus banget nih mbak nice info, jadi tau backpack anak2 negara maju isinya kaya apa๐Ÿ˜€ jadi terinspirasi bikin tulisan yg sama ya backpack sini isinya apaan aja๐Ÿ˜›

  2. mbak kalo anak saya umur 2 tahunan apakah sudah masuk pre-school kalo di belanda…kog kemarin sempet liat yang masuk pre-school umur 2-4 tahun..trima kasih

    1. Usia anak 2-4 tahun sudah bisa masuk peuterspeelzalen (toddler groups), yang masuk sekitar 1-4 hari per minggunya. Sehari masuknya sekitar 3 jam. Ada biayanya, tapi biasanya dibantu dari pemerintah kota jadi pengalaman kami dulu bayarnya gak banyak kok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s