Posted in master, thesis

Module 16-23. Thesis writing part 1. Fieldwork

Kali ini saya akan lanjut cerita tentang tahap thesisnya, ya. Setelah fase proposal dan defense, maka tahapan berikutnya adalah fieldwork. Research saya mengambil lokasi di kampus utama saya, University of Twente, yang berjarak 5.6 km (20 menit by bike) atau 3.6 km (15 menit by bike) dari kampus saya di ITC.

Sebelum fieldwork, saya sudah sempat bertemu dengan pihak kampus UT yaitu Energy Coordinator dan Maintenance Manager, untuk nanya ini itu berdiskusi mengenai pengelolaan kampus UT yang punya misi menjadi Sustainable Campus. I had a very long-list-questions seputar manajemen kampus UT terutama di bagian green areas nya. Kemudian upaya apa saja yang sudah dilakukan kampus UT terkait goal ambisius-nya untuk menurunkan emisi karbon sampai 30% by the year 2020.

Di tahap persiapan, tentunya saya mesti menyiapkan objectives alias tujuan fieldwork. Data apa yang diharap akan didapatkan (untuk menjawab research questions) di lapangan, parameter apa saja, lalu lanjut ke peralatan lapangan yang dibutuhkan. Desain sampling komplit lah isinya. Terus peta pengambilan sampel, stratifikasi, perhitungan jumlah titik sampel dan lokasinya, dan sebagainya. Peminjaman peralatan lapangan dan kalibrasi/validasi alat lapangan. Juga form data lapangan. Kamera. Logistik. Rute. Transportasi.

Tahapย perencanaan ke lapangan memakan waktu 2 minggu, termasuk diskusi dengan supervisor. Direncanakan 4 minggu fieldwork, plus 1 minggu tambahan (yang ini hasil masukan dari chairman waktu proposal defense). Dan satu tim hanya; saya. Hahaha.ย Akhirnya ditemani asisten utama: suami dan 4 orang teman yang bersedia menemani di hari yang berbeda di minggu pertama.

Selama 4 minggu ke lapangan saya mendapatkan data pohon 30 sample plots, @plot nya 500m2. Ada berapa ribu pohon ya terdata selama itu๐Ÿ˜† Beserta jenis, diameter, tinggi, dan sebagainya. Apakah 4 minggu itu terus-terusan ke lapangan tanpa berhenti? Ya, rencananya sih begitu. Ternyata pun diselingi hujan, sempat ambruk karena kecapean trus sakit, dan lain-lain. Satu minggu tambahan untuk mengambil sampel tanah sebanyak 36 sampel di 12 plot, dan satu minggu tambahan lagi untuk kerja di laboratorium untuk menganalisis sampel tanah yang saya dapatkan. Total 6 minggu, dan tau-tau sudah bulan Desember!!! *shock*

Kenapa bisa kecapean dan sakit sodara2, padahal deket lokasinya? Karena, di pagi hari saya masih nyiapin peralatan, lalu bersepeda ke kampus (pp 1 jam), ke lapangan 4-5 jam, pulang masih entry data atau preparasiย sampel diย lab. Itu juga masih bersyukur pada periode Oktober-November tahun 2014 kemarin alhamdulillah cuaca masih indah, masih dalam rangka end of summer. Banyak matahari, suhu berkisar (selalu) di atas 20 derajat Celcius.

In my opinion, field work itu tidak selalu indah. Belum tentu juga pulang field work data terkumpul seluruhnya, masalah jadi clear, trus tau mesti ngapain๐Ÿ˜€ Yang ada badan remek ambruk kecapean *halah*. Hahaha. Nggak segitunya juga sih. Tapi fieldwork emang berat ya. Apalagi yang buat anak forestry begini. Ini pun saya di hutannya Belanda, yang kalau dibanding Indo masih bisa dibilang semacam “taman kota”๐Ÿ˜€

Sampai sini dulu.๐Ÿ™‚

Author:

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ in ๐Ÿ‡ณ๐Ÿ‡ฑ โ€ข wife&mom ๐Ÿ‘ช โ€ข parent teacher ๐Ÿซ โ€ข seasonal shopaholic ๐Ÿ‘œ๐Ÿ‘  โ€ข bookworm ๐Ÿ“– โ€ข dramafreak ๐ŸŽฌโ€ข bigeater ๐Ÿ๐Ÿฃ๐Ÿฐ โ€ข aspiring blogger ๐Ÿ“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s