Posted in hidup di belanda, tips-tips

Hidup di Belanda: Becoming sick abroad. Gimana kalo sakit dan butuh ke dokter di Belanda?

Kebetulan di grup PPI di fb lagi agak hangat topik tentang dokter dan IGD disini. Pernah dengar (atau baca di blog) kah tentang sulitnya proses berobat dan meminta obat ke dokter di Belanda? Sebelum menulis ini pun saya mencoba browsing dan membaca beberapa blog tentang pengalaman berobat di Belanda. Dan saya nemu ilustrasi bangke ini nih *miris* *tapi* *ngakak* :lol:😆😆

20151014_170402
Source: Holland Handbook Edition 2012-2013

Bahkan suami saya pun berdiskusi dengan rekan seruangan yang orang Belanda. They said ya begini kultur di Belanda. Kalau kena infeksi virus, prinsipnya self healing. Kalau infeksi karena bakteri baru perlu ditangani. (Bahkan di Perancis pun sistem pengobatan juga kayak di Indo, sakit dikit dikasih obat, begitu pula di Korea dsb, begitu kata teman2 saya sih.) Kalau sekedar nggak enak badan paling disuruh istirahat, tidur, makan dan minum yang banyak. Paracetamol bila perlu😆 Saya baca juga di satu blog bahwa makin banyak tubuh dijejelin antibiotik, maka lama kelamaan tubuh makin kebal dan butuh dosis lebih kuat lagi. (semacam itulah😀 ) Oh iya, mereka juga kekeuh bahwa melahirkan bukan penyakit, jadi bisa aja melahirkan di rumah.

Ada satu artikel di blog yang menarik tentang pengobatan rasional bisa dibaca disini: http://ibuhamil.com/ngobrol-apa-saja/5102-alasan-dokter-negara-maju-pelit-memberikan-obat-ke-anak.html

Anyway. Ini informasi yang bisa saya rangkum dari berbagai sumber, termasuk pengalaman saya dan teman-teman. CMIIW.

  1. Health insurance and the medical bills. Asuransi ada macam-macam, coverage menentukan harga. Bisa dilihat informasinya disini: https://www.government.nl/topics/health-insurance
  2. Huisarts or General Practicioner (GP) or House Doctor or Dokter Keluarga. Huisarts ini dokter umum, dan setiap orang harus punya GP. Keluhan sakit (non-emergency) maka perlu janjian atau afspraak (biasanya telpon bikin janji ini pagi hari sekitar jam 10). Datang di jam yang disepakati, dan tunggu dipanggil di luar ruangan dokternya. Dokter akan cek (biasanya lagi di siang hari berikutnya), beri resep obat (bila perlu) dan rujuk ke dokter di RS (bila perlu). Di Enschede ada sekitar 78 huisarts, dan melalui website berikut (https://www.zorgkaartnederland.nl/huisarts/enschede), bisa diketahui rating huisarts (ga semuanya ada ratingnya). Bisa jadi acuan untuk cari huisarts yang dekat tempat tinggal dan ratingnya baik. Di lingkungan kampus (http://www.campushuisarts.nl/en/) atau centrum (https://veldpoort.uwgezondheidscentrumonline.nl/). Di kota lain di Belanda, cari informasinya di gemeentehuis (city hall) dan minta informasi gemeentegids.
  3. Specialist. Ini juga lewat jalur GP, jadi atas rekomendasi GP (tertulis) dan biasanya di rumah sakit terdekat. Yang perlu dicek adalah apakah asuransinya mengcover biaya spesialis? Ini makanya rekomendasi GP perlu, karena untuk meng-acc coverage ke spesialis, pihak asuransi biasanya nanyain referral notice dari GP🙂 *mesem*
  4. Dental Care & physiotherapist. Yang perlu dicek adalah dengan basic insurance ini apa yang dicover di dentist? Setahu saya hanya kalau terjadi emergency (misal kecelakaan dan giginya rompal). Dan keduanya perlu mendaftar lagi, dari info teman PPI, dentist dan fisiotherapist yang ada di kampus cukup recommended. Di kampus saya ITC, juga ada fisiotherapist setiap hari Rabu dan Kamis (kalau nggak berubah), bisa periksa ke dia dulu, dan kalau butuh terapi lanjutan akan dibuatin janji/afspraak ke Veldpoort. Cek dentist disini (http://www.tandarts.nl/).
  5. Working doctors. Sebagai info tambahan, ada pula dokter yang menyatakan apakah kita boleh kerja atau boleh istirahat di rumah (berdasarkan analisis dari huisarts). Kalau tidak diperbolehkan kerja sama working doctors (semacam izin sakit), maka employer akan tetap mendapatkan gaji full.
  6. Emergencies: Hospital. Kondisi gawat darurat yang butuh first aid, langsung aja ke emergency EHBO. Line emergency adalah 112, atau bisa hubungi melalui GP (lagi).
  7. Admitted: Hospital. Siap-siap ya, kamarnya ngga ada yang private, berdua sampai berenam. Kalau pingin punya saluran telpon dan TV, boleh tapi bayar. Di buku HH dijelaskan kalau kadang roommate suka berisik ngajak ngobrol terutama kalau lihat kita dari negara lain. Di RS juga biasanya ada bangsal khusus anak, dan di beberapa kota ada RS khusus anak. Disini juga ada jam bezoek ya, jadi kalau mau nengok cek dulu.
  8. Having a baby. Midwife, bukan GP, alias bidan yang akan rutin mengecek kehamilan sampai melahirkan. Kalau ada komplikasi atau medical risk, baru midwife akan merujuk ke Gynecologist. Ada juga Childbirth Preparation Classes (Zwangerschapscursussen). Melahirkan juga bisa dilakukan di rumah atau di RS. Agak waw buat saya opsi melahirkan di rumah ini, pun saya dengar informasi kalau 60% kasus melahirkan di rumah akhirnya berakhir di RS juga. -___- kalau melalui supervisi khusus dari gynecologyst maka akan di RS. Kalau sehat dan memilih di RS, ada opsi out-patient hospital delivery yang bisa tinggal untuk melahirkan selama 24 jam, habis itu ditendang keluar dari RS.😆 Kalau C-section selama 5-7 hari.
  9. Medication. Di buku HH dikatakan bahwa, “kalau kamu tinggal di negara dimana kamu meninggalkan ruangan dokter dengan setidaknya tiga resep obat, maka bersiaplah. Besar kemungkinan bahwa kamu cuma disuruh pulang istirahat dan makan toast dengan teh hangat.”🙂 Kalau emang dirasa butuh obat banget, ya bilang aja ke dokternya. Resep dibuat dan bisa ditebus di apotek, sebagian asuransi mungkin lebih banyak pilihan apotik dan sisanya obat gratis hanya bisa ditebus di apotik tertentu.

Pengalaman saya:

Semasa datang dan saya adalah mahasiswa master, segala macam udah diurus pihak universitas. Basic insurance student saya AON yang paling murce (dan ini bukan dutch insurance). Daftar dokter di Huisarts (deket apartemen) di area Veldpoort. Setelah registrasi dapat dokter cewek (dan syukurlah ramah). Saat periksa pertama untuk kenalan, ditanyai berbagai riwayat sakit. Dokternya perhatian, tahu saya student master eh pertanyaan pertamanya, “Are you okay? Feeling stressed lately?” Saya sampe ngga nyangka ditanya begitu. (emang muka student pada sutris semua kali yak😆 ) Terus saya konsultasi masalah pencernaan dan (emang) ga dikasih obat sik. Malah sakit kulit di sekujur kaki saya yang dicek dan langsung diresepkan salep. Ditebus di apotik di Centrum kagak bayar, cuman antrinya yaoloh sampe apotiknya mau tutups. :lol:

Dokter anak dan suami juga di Veldpoort, tapi beda dokternya. Mereka ikut asuransi kesehatan suami di MENZIS (Dutch insurance), karena simply gak tau yang lain.😆 Anak saya pernah periksa susah bab sampai berdarah, setelah dicek dia dikasih obat minum buat sebulan dan salep. Dan emang sembuh (walaupun lama). Kali lain anak saya konsultasi tentang hypermobiel, dan dirujuk lagi ke kinderfysioterapie (cek lengkap dua kali) dan akhirnya dirujuk ke podoterapie (untuk dicek ulang dan dibuatkan in-soles khusus).

Pengalaman ke IGD? 

  1. Suami cidera di bagian ankle kaki, semalaman nahan sakit dan akhirnya pagi buta dibawa ke IGD. Langsung ditangani: dirontgen (gapapa) trus dibandage (gips), disuruh pake kruk selama 3 minggu dan kontrol setelahnya. Pulang tanpa obat. No painkiller sodara. Akhirnya beli paracetamol 1000mg dan dia minum selama 3-4 hari. Kontrol setelah tiga minggu, diganti bandage yang lebih kecil. Datang lagi 2 minggu lagi. Kontrol lagi.
  2. Anak pernah demam tinggi diatas 41°C sampe kejang. Tengah malam langsung kita bawa ke IGD. Diobservasi dua dokter, diukur tekanan dalam darah, oksigen darah, dsb. Dan akhirnya disuruh pulang. Katanya penanganan saya udah benar. Tapi kami dikasih no telp kalo ada kejang lagi, ntar dokternya yang datang ke rumah pake ambulans. Kali ini saya yang gemetaran dan saya ditenangin sama suster yang ramah yang nawarin teh hangat segala.
  3. Teman saya mba A harus ke emergency pagi buta dan dilayani, diperiksa, dicek lab untuk darah dan urine juga, diberi penjelasan sakitnya namun juga tidak diberi obat. Akhirnya ke huisarts di kampus dan diberi obat siang harinya (karena masih sakit). Dia juga pernah kena alergi dingin parah saat winter 2009 ke emergency jam 12 malam dan diberi obat langsung.
  4. Teman saya, mas A, ke IGD karena infeksi jari kaki. Katanya disenyumin perawat IGD karena infeksi luka kecil kok ke IGD. Dimaklumi🙂 lalu diberi resep antibiotik (walaupun nunggu lama).
  5. Temah kami, mas R sekali ke UGD di kota antah berantah, dilayani dan dikasih obat. Justru dia pernah sekali ke klinik kampus (baru mau bikin janji) tapi ditolak diminta istirahat saja karena semua sakitnya sama. Minum paracetamol bila perlu.

What do you do if you are not feeling well? In my opinion:

  1. Cari informasi. Browsing lewat google, japri teman dokter, tanya ke milis dan sosmed. Coba istirahat, minum obat (kalau bawa).
  2. Siapkan obat khusus dari Indonesia (yang penting banget). Saya punya persediaan komplit dari obat flu (dewasa dan anak), obat maag, obat mual, obat vertigo, thrombopop, minyak tawon, koyo hangat, balsem, minyak kayu putih, propolis, sampai obat cacing si bocah juga saya bawa. Vitamin aja saya beli disini, konsumsi harian soalnya. Berjaga-jaga is always better.
  3. Kalau ga membaik, hubungi dan bikin janji dengan huisarts (biasanya kalau ga gawat butuh beberapa hari). Kenapa langkah nomer 1 penting? karena dari sekian kali saya berobat (kasus saya, anak, suami), selain keluhan, saya akan sampaikan apa yang saya tahu dan apa yang sudah saya lakukan untuk mengatasi sakitnya so far. Sepengalaman saya sih dokter akan mengapresiasi (kalau benar) dan kalau nggak berhasil, maka itulah saatnya dokter akan ngasih resep obat.
  4. Sakit di luar jam kerja dan ga tahan nunggu besok? Hubungi huisarts emergency (088 555 1188 untuk Enschede). Di kota kami, lokasinya di samping rumah sakit MST. Ditangani di hari yang sama. Kalau mendadak datang, biasanya nunggu sampai pasien selesai.
  5. Sakit luar biasa yang tidak bisa ditahan, kecelakaan, butuh ditangani saat itu juga, diluar jam operasional (tengah malam/dini hari) langsung dibawa ke emergency.
  6. Siap-siap membayar yang tidak dicover insurance. For example, suami rontgen dan kontrol berkali-kali, tagihan 500 euro *kabur* dicover sekitar 80%. Sewa kruk juga bayar sis. Anak saya ke IGD juga disurati bertanya kenapa nggak ke huisarts dan langsung ke IGD. Tapi ga diminta bayar sih. Teman saya musti ke dentist dan bayar jugak, mayan mahalnya.

To sum up, stay healthy is the best and easiest way when you live abroad! But still, if something happened, maka pilih asuransi yang sesuai kebutuhan (ada harga ada opsi), dan gunakan asuransinya semaksimal mungkin. Tapi jangan dibikin sakit gegara sayang bayar asuransinya mahal ya!🙂

Source: Holland Handbook Edition 2012-2013, PPI Enschede

Author:

🇮🇩 in 🇳🇱 • wife&mom 👪 • parent teacher 🏫 • seasonal shopaholic 👜👠 • bookworm 📖 • dramafreak 🎬• bigeater 🍝🍣🍰 • aspiring blogger 📝

2 thoughts on “Hidup di Belanda: Becoming sick abroad. Gimana kalo sakit dan butuh ke dokter di Belanda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s