Posted in cerita hari ini, love

kenapa saya suka

Judul postingan kali ini emang enggak banget, deh. Padahal sedari pagi sambil menyeruput coklat hangat dan menyemil Mona Tiramisu sambil melihat gerimis turun membasahi Enschede *halah*, niatnya mau nulis tentang Mencari Sekolah Anak di Belanda. Tapi daritadi yang ditulis kok begini yak. Ahahah. Yasudahlah. Mumpung lagi pingin nulis.

Entah kenapa tetiba saya teringat obrolan saya dengan suami pada suatu ketika. Hari itu kami bernostalgia sewaktu SMA -semacam ingatan pangkat dua gitu- waktu kami sempat putus pas menjelang naik kelas 2 (atau kelas 11 lah). Gagal move on kalo anak jaman sekarang bilang.

Waktu itu ada teman-teman yang iseng nanyain ke saya, kenapa saya bisa suka sama yang namanya Hero. Bukan bermaksud sombong, tapi bukan cuma dia yang suka sama saya waktu itu. Waktu saya kelas 1 aja, di kelas ada 3 orang loh yang naksir saya. *trus-dikepret-yang-baca*๐Ÿ˜†

“Yang setelah dipikir-pikir lagi, iya kenapa ya saya bisa suka. Karena makin dipikirin ternyata nggak ada bagus-bagusnya.”

Jawab saya dengan polosnya. Ngakak lah teman-teman saya. (Suami saya cemberut pas dengerin ini, hihihi).๐Ÿ˜†

“Abisnya, ganteng juga enggak. Pinter banget, nggak juga (orang satu sma isinya anak-anak pinter semua). Ortunya tajir, juga meneketehe. Baik, enggak juga. Wong tiap hari kerjaan cuma bikin aku nangis.”

Temen-temen saya makin ngakak.๐Ÿ˜†

“Trus sukanya karena apa? Kalo nggak ganteng, pinter, tajir, baik, trus kenapa lagi?” kejar mereka.

Yang saya jawab begini,

“Ya enggak ngerti. Tapi gini nih. Misalnya ya. Kalian kan tau aku nggak suka sepakbola. Sama sekali. Nggak ngerti tim bola, aturan main bola, pemain bola. Apalagi disuruh duduk di lapangan nonton bola sorak-sorak doang. Udah panas, berdebu, banyak semut, nggak ada enaknya. Tapi kalo dia yang main bola gitu, aku bisa duduk manis sampe pertandingan selesai. Ikut deg-degan. Ikut seneng kalo dia bikin gol. Ikut bangga kalo abis bikin golย aku ditunjuk *malu* Ikut sedih kalo timnya kalah.”

“Atau pas dia main gitar. Suaranya, yaowoh, sangatlah jauh dari indah. BLERO banget dah lo, kalo orang Jawa bilang. Tapi pas dia main gitar dan nyanyi, kadang.. waktu serasa terhenti. Kayak pas dia main, ‘Aku Disini Untukmu’-nya Dewa itu, berasa di tengah-tengah film yang lagi di pause. Kayak cuman ada aku dan dia, gitu.”

“Aku ngerasa nyaman. Emang sih, hampir tiap hari aku digodain sampe nyaris nangis. Tapi aku juga dibikin ketawa sampai sakit perut. Jadi kalo dia nggak ada, rasanya kayak ada yang hilang.”

Terus teman-teman saya (waktu itu) terdiam.

Kembali ke masa kini.

Suami saya (beberapa minggu lalu ketika kami ngomongin ini) juga terdiam. Senyum dikit deng.

Saya juga bilang ke suami, beruntungnya kita ya saling menemukan dan saling suka di saat kita masih remaja *halah* karena saat itu kita belum siapa-siapa, tampang masih kayak spanduk pecel lele (alias kucel), belum jadi orang, belum punya kerjaan, belum punya duit, apalagi mobil, yang ada hanya rasa cinta di hati. #eeaaaaa

2005
muka spanduk pecel

Saya menyukai dan memilih pacar (yang jadi suami) bukan karena dia ganteng, keren, pintar, tajir, atau alasan klise lainnya kok. Karena saya suka dari dasar hati saya yang paling dalam. Salah seorang sahabat saya bilang, saya dan pasangan seperti “tumbu oleh tutup”. KLIK. Sama gendengnya.๐Ÿ˜†

Suami pernah cerita kalau dulu jaman masih pacaran di SMA, doski *ealah bahasanya* suka nggak pede karena dia item, jerawatan parah, muka bolong-bolong, gingsul pulak, dsb dsb.

Rayuan saya dengan bilang, “ya tapi aku suka kok” enggak mempan.

Maka dari itu, saya bilang ke suami begini:

Ibarat kerupuk. Kalo saya ya, saya nggak suka makanย kerupuk yang putih mulus mengkilat itu, kayak sedotan plastik digoreng. Ih. Saya sukanya kerupuk yang burik, nggak rata itu, yang ada taburan ijo-ijonya. Tambah enak lagi kalo ada bantat-bantatnya gitu. Ada sensasinya. (Padmaningsih, 2015)

Laluย suami saya menatap saya, menghela napas dan berkata,

“Emang kelainan.”

Lalu dia balik badan dan tidur.

Hakhakhakhak.๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Author:

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ in ๐Ÿ‡ณ๐Ÿ‡ฑ โ€ข wife&mom ๐Ÿ‘ช โ€ข parent teacher ๐Ÿซ โ€ข seasonal shopaholic ๐Ÿ‘œ๐Ÿ‘  โ€ข bookworm ๐Ÿ“– โ€ข dramafreak ๐ŸŽฌโ€ข bigeater ๐Ÿ๐Ÿฃ๐Ÿฐ โ€ข aspiring blogger ๐Ÿ“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s