Posted in friends, hidup di belanda

Hidup di Belanda: Say Goodbye

Hi all! Kali ini saya mau share tentang how to say goodbye kepada teman yang akan kembali ke negara masing-masing. Kebiasaan ini ada di lingkungan sekolah anak saya, International School Twente. Pertama kali saya dipamiti oleh salah seorang teman dari South Africa, Mrs. N. Saya tahu dari grup whatsapp IST Mums dengan topik: Leaving Bunting.

Apa pula Leaving Bunting itu? Ini dia.

2016_DUTCH_GOODBYE

Pernah lihat yang serupa? Sering kan lihat bendera segitiga serupa gini untuk banner Happy Birthday anak-anak? Nah ini idenya serupa, hanya saja setiap orang yang mau terlibat akan membuat satu bunting (dengan ukuran yang sama yang telah disepakati sebelumnya) dengan material apa saja (biasanya kain supaya bisa dijahit) yang berisi pesan, atau apapun secara personal untuk yang akan pergi. Leaving bunting ini ide bagus karena selain ringan, juga praktis untuk dibawa dan setelah tiba di tempat baru bisa dipasang untuk menghias rumah, misal di sekeliling meja makan๐Ÿ™‚

Setelah bunting terkumpul, maka dijahit satu per satu keย pita (bukan, bukan saya yang jahit. Kemampuan jahit saya sama ndlosor-nya dengan kemampuan navigasi saya๐Ÿ˜† ). Ini dia jadinya, sepanjang 6 meter. Cantik, ya?

Selain leaving bunting, kami jugaย patungan ngumpulin duit. Besarannya tergantung masing-masing orang, kedekatan dan pertimbangan lain. Bisa saja kalau nggak kenal maka tidak kasih sama sekali. Mulai dari 1, 2, 5, 10 euro atau lebih, juga boleh. Yang kemarin sih sampai terkumpul 100 euro an lebih๐Ÿ™‚

Terus untuk farewell party, karera yang punya hajat lebih suka ketemuan secara private, maka kita kumpul dengan teman dekat dalam kelompok kecil. Kami memilih untuk memasakkan si N dengan masakan khasย dari masing-masing ย :)

Wish you a fresh start, N!๐Ÿ™‚

And then we were having another leave, kali ini sahabat sayaย Mrs. M dari Jepang. Saya pernah cerita tentang dia dan jalan-jalan perpisahan kami (Munster trip disini). Kali ini, sebagai teman baiknya, saya dan Mrs. E dari Korea yang mengurusย pesta perpisahan untuknya.

Setelah konfirmasi hari, tanggal dan jam pada ybs, kami membuat grup whatsapp dan mengundang para ibu-ibu yang ingin bergabung pada acara perpisahannya. Kami memilih La Place di centrum untuk tempat brunch dan teman saya si E yang mengurus reservasinya. Saya kebagian menyiapkan kartu dan pernak-pernik suvenir untuk M.

2016_DUTCH_GOODBYE2

Karena saya punya kartu LaPlace, saya ambil paket brunch berdua (dengan M) seharga 5.5euro. Jadi saya bayar 2.75 euro dapat: muffin, telur, brownie, cookie sama yoghurt. Minumnyaย kopi/cappucino dan jus jeruk, dan free water. Kenyang deh. Senang.๐Ÿ˜€

20151216_102659

Untuk kado perpisahannya saya nyiapin kartu besar, dan didalamnya diisi pesan, kesan, dan wishes dari teman-teman IST Mums. Dari hasil patungan, terkumpul sejumlah uang yang kami belikan bunga tulip, dutch apron dan dutch cheese fork yang diinginkan oleh siย M, and someย cash to spend in any Dutch things she want๐Ÿ™‚ Dia seneng banget, dan ngebaca pesan di kartunya satu per satu sambil nangis terharu.

2016_DUTCH_GOODBYE1

Trus saatnya foto dengan sahabat-sahabat saya. The sisters of my heartย โ™ฅ

IMG-20151216-WA0004

I will remember her not less thanย this. My Japanese friend with her beautiful smile, beautiful heart, the most beautiful comedian from Osaka I’ve ever met.๐Ÿ™‚ She’s one of a kind who understandย me well just by staring a glanceย at me. And I miss her already, with all the silly jokes and bursting laughter we shared. *tears*

20151216_111526

Wish you all the best and much more, M-chan! Love you! :*

 

Author:

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ in ๐Ÿ‡ณ๐Ÿ‡ฑ โ€ข wife&mom ๐Ÿ‘ช โ€ข parent teacher ๐Ÿซ โ€ข seasonal shopaholic ๐Ÿ‘œ๐Ÿ‘  โ€ข bookworm ๐Ÿ“– โ€ข dramafreak ๐ŸŽฌโ€ข bigeater ๐Ÿ๐Ÿฃ๐Ÿฐ โ€ข aspiring blogger ๐Ÿ“

6 thoughts on “Hidup di Belanda: Say Goodbye

    1. Iya. Tiap kali di undang ke apartemennya aku pasti potopoto. Bersiiiiiiih banget gak ada debu dimanapun, orangnya juga artistik gitu. Aku malah dikasih karpetnya gratis, huehehe. Karpetnya keren, tebel, pasti mahal tuh kalo beli baru. Juga terawat baik banget.๐Ÿ˜€

  1. oh bukan… hihihi… begitu lihat gede banget akika langsung pingsan (sambil ngayal boleh nunut tidur situ ^o^ )… yg kecilan laaaah, 2×1 kayanya… itu aja udah berat… sampai si suami udah nanya bolak balik, bisa bawanya? haiya, emang kalau ngga bisa mau dibawain? *kedip mata *trus dijambak mrs. m

    1. oh my, syukurlah, tadinya sampe asma aku ngebayangin ngegotong karpet 3×2 meter setebel itu pulak.. punyaku aja digulung terus, digelar cuman kalo kita ada hajatan, beneran dieman-eman, wkwkwkw๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

      iya suaminya kuat banget deh waktu itu juga karpetnya digotong sendiri dari apartemen ke parkiran mobil kita *kedipkedip* btw mrs. m ga bakalan jambak, orang dia aja panggil suaminya the monkey *ngakak*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s