Posted in cerita hari ini, me

Me and my books

I love reading.

Saya suka banget membaca.

Sesuatu yang mungkin, susah dipahami orang lain atau kebanyakan orang. Suami saya misalnya. Atau Ibu saya. Dari dulu kalau beliau meminta saya istirahat, pasti beliau mendapati saya lagi tiduran di kasur, pegang buku. “Leren! (istirahat, red) Istirahat itu berbaring, tiduran, pejamkan mata.” Begitu katanya. Dan selalu saya jawab, “ini juga istirahat buat saya, Ibuk.” karena bagi saya setelah seharian nguplek dengan buku pelajaran, membaca buku itu hiburan banget. TV? No thanks. I am not very fond of TV. Berisik.😀 *kelainan*

Waktu saya mudik lebaran tahun lalu juga saya sempat bawa novel. Menariknya, beberapa komen yang kedengarannya becanda tapi nyebelin,

“Baca buku setebel itu? Dikasih gratis aja aku nggak bakal mau, apalagi beli. Mending duitnya buat jajan, beli makanan, enak.”

Yang ingin banget saya timpali dengan,

“Kalau buat aku yang perlu dikasih makan bukan cuma perut, otak juga perlu nutrisi.” (Padmaningsih, 2015)

Sadis kan. If you get what I mean. I told you I can be very cynical when I got irritated. *grin* Syukurlah sampai saat ini kalimat itu cuman saya curhatkan ke suami, bukan ke ybs.😆

Anyway.

Kebiasaan membaca itu saya mulai dari jaman masih precil banget. Dimana sepulang kerja, selarut apapun, bapak saya selalu punya kebiasaan membacakan buku dongeng dunia buat saya. Dan saya selalu minta dibacain lebih banyak cerita, dan sering berakhir dengan Bapak tertidur karena kelelahan. Akhirnya Bapak bilang, “Adek belajar baca sendiri aja biar bisa baca sendiri.” Dan Ibu saya yang mengajari membaca sampai saya lancar baca koran dan buku di usia 3 tahun.

Ketika masuk jaman SD, saya ingat banget kalo sakit saya paling susah diajak ke dokter. Iming-iming agar mau ke dokter di RS adalah majalah Bobo atau Donal Bebek dan bakpao kumbu depan RSPR.😀 Selain itu, buku pertama saya juga buku cerita Enid Blyton yang pertama, seri si Babi Ungu yang sampai saya cari lagi di toko buku ketujuh serinya.

masakecil

Waktu sekitar kelas 4 SD, sehabis terima rapot dan dapat juara satu lagi, saya diajakin bapak jalan-jalan sore ke pertigaan pakuningratan. Di kios koran sebelum kios bakso/es buah PK disitu juga jual komik Candy-candy dan Serial Mari-chan. They were my first manga.😀 Trus saya juga dipinjami pacar kakak saya komik Cherry, yang saya sukaaa banget sama ceritanya. And of course, saya jatuh cinta sama Sailor Moon, yang lanjut sampe SMP untuk mengkoleksi segala pernak-perniknya😀

komik

Di perpustakaan SMP, saya juga membaca buku-buku seperti Little Women, Enid Blyton dan petualangan STOP (ada yang tau, enggak? bikin ketauan umur ini mah😀 )

smp

Trus lanjut ke SMA, di perpustakaan juga saya suka nemu buku-buku abad pertengahan karangan Jane Austen dan kakak beradik Bronte. I love it.

abad pertengahan

Waktu kelas 3 SMA, umur saya 15 tahun kala itu. Itulan pertama kali saya kena racun berjudul Harlequin *malu* karena salah satu teman bawa bukunya dan saya baca novel Sandra Brown selama jam pelajaran sambil clegak cleguk (yang tau Harlequin pasti ngerti kenapa)😆 Favorit saya novel Best Kept Secret & the Crush. Trus novelnya Diana Palmer yang selalu berkisah tentang cewek cupu naksir cowok keren, ditolak, trus cowoknya baru sadar kalo ceweknya selalu ada, trus jatuh cinta gitu deh. Happy ending.

harlequin

Lalu saya berlanjut kenal: Nora Roberts! Best ever. My darling books adalah the Dream series: Daring to Dream, Holding the Dream, Finding the Dream. Tiga sahabat, sister of hearts: Margo Sullivan, Kate Powell, Laura Templeton. Sama klan the MacGregors. Trus Northern Lights, Blue Smoke, Carolina Moon, yang juga saya tonton filmnya. Yang terbaru juga seri Vision in White. Sama buku yang ditulis dia dengan  nama J.D. Robb: seri in Death yang mengisahkan polisi tegas bernama Eve Dallas yang punya masa lalu kelam tak terbayangkan, dan petualangannya mengungkap misteri pembunuhan satu demi satu. Keren abis.

nora roberts

Last, these are my favourites. Chicklit, yang berbeda dengan novel (fairy tales dengan happy ending) atau serial misteri, lebih terasa realistis (dan biasanya kocak abis). Para perempuan in a quarter-life-crisis, yang bermasalah di karir dan pasangan, dengan dunia yang jauh dari kata sempurna. Candaannya juga guyon sehari-hari and it’s truly describes me a lot. Kesayangan saya adalah chicklit karangan Meg Cabot (Meggin Cabot, Patricia Cabot), semuanya saya baca, dan saya suka semua. Selain itu juga ada Sophie Kinsella yang legendaris dengan Shopaholic series, dan favorit saya adalah Remember Me.

chicklit

Itu dia buku2 kesukaan saya. Cemen banget kan? Makin cemen makin menghibur pokoknya😆😆 Masih banyak lagi sebenarnya kayak Agatha Christie, Sidney Sheldon, dan sebagainya.

Saya jadi ingat pesan Bapak beberapa waktu lalu bahwa,

“PR-nya bukan hanya mengajari anakmu untuk membaca, tapi mengajarinya untuk suka membaca. As a parent, you should teach him to love reading, like how we did to you. Because reading is one of the basic and crucial step of learning.

Nah lo. Makjleb kan kata-kata Bapak saya.

Jadi sekarang setelah saya mengajari anak saya membaca, lancar membaca, maka pe-er berikutnya adalah mengajarinya agar suka membaca. And in my opinion, buku juga salah satu bentuk investasi saya untuk anak saya. Apalagi saya lagi di Belanda, dimana pesan buku lewat Amaz*n Jerman bisa gratis ongkir dan sampai di rumah kurang dari seminggu. Favorit saya sekarang buku-buku Oxford Reading Tree, Scholastic Books dan buku seri Learning To Get Along untuk menunjang belajarnya dia di sekolah. Mahal? So pasti. Tapi lagi-lagi saya berpikir, ini investasi saya🙂

What do you think? Apa buku favoritmuh?😀

All photo credits to http://www.google.com

Author:

🇮🇩 in 🇳🇱 • wife&mom 👪 • parent teacher 🏫 • seasonal shopaholic 👜👠 • bookworm 📖 • dramafreak 🎬• bigeater 🍝🍣🍰 • aspiring blogger 📝

5 thoughts on “Me and my books

  1. Wah keren udah hobi baca dari kecil ya mbak. Buku bacaannya kebanyakannya terjemahan ?

    Kalau saya mulai hobi baca dari SMP gitu. Lupa hehe. Yeay sama-sama suka ke perpustakaan *tos
    Semoga anak-anak nya mbak suka dunia membaca kaya ibunya. Aamiin.

    Kalau saya sih paling sukanya novel karangan Tere Liye. Hehe.😀
    Keep reading.🙂

    1. Hai Rizka, iya saya suka baca dari kecil, emang kelainan ini *tos* hahah😀

      Bukunya kebanyakan terjemahan, tapi buku Indonesia saya juga suka baca kayak Andrea Hirata, sampe akhirnya bapak saya juga saya paksa baca bukunya Andrea, hehe. Novelnya Tere yang bagus apa ya? Nanti pas ke Indo saya cari ah ke Gramed.

      Ada juga yang saya baca aslinya, kayak novel Gone With The Wind itu pas SMP apa SMA ya saya baca sekitar 2 bulan baru rampung -__-‘ Sekarang sih suka baca versi aslinya krn tinggal google dan cari pdf nya ;p

      Amiin, semoga generasi mendatang tidak hanya suka gadget tapi juga suka baca ya *concern*

      Saya juga suka SR ke blognya Rizka loh.
      You too, keep reading, keep writing, keep inspiring😀

      1. Haha bukan kelainan dong, mbak. Justru bagus, emang harus dari kecil dikenalin sama dunia membaca. Jadinya kan sampe gede juga makin suka baca.
        Novelnya tere loye yang pernah aku baca sih bagus-bagus, mbak. Dari ceritanya, bahasanya juga. Banyak pesan positifnya. Hehe. Pokonya dia penulis favorit. Karyanya juga udah banyak.

        Haha saya belum sanggup kalau baca buku yang berbahasa inggris. Tamatnya kapan.

        Waaah makasih, mbak.

        Ditunggu postingan-postingan berikutnya. ^^

  2. aduh, malu deh.. lebih cemen lagi…

    terakhir sy bacanya kkpk looo (kecil2 punya karya) biar ngga malu banget kalau hbs baca langsung dipamerin kemanamana biar dimintain keponakan…

    little prince baca pas sd, trus sy yg super kuper ini jelas menghabiskan hari2 nunggu jemputan/ngabisin hukuman di perpus sd-sma sampai semua bukunya habis… enid blyton pasti… tintin tjintah…. goosebumps… jadi petualangan atau horor gitu…pas kuliah jelas demam chicklit.. sepertinya buku orang besar yg saya baca itu api di bukit menoreh dan motinggo busye (wkwkwk, koleksi pakde) cuman emang banyak yg bukan punya sendiri.. seringnya ke perpus atau perpus komik yg sewanya 50-100rp/buku (hiyaaaaa jaman kapan ituh yaaaaa *tutup muka)

    1. Iya, ternyata pas dikomen gini baru nyadar, oh iya dulu juga baca tintin, goosebumps, api di bukit menoreh, apa aja deh yang ada di depan mata dilahap gitu. hihihi. jaman masih bocah sih ya, duit jajan cekak, jadi carinya yang gratisan apa yang bisa disewa murah dari perpus, wkwkwk

      Satu lagi ya kesamaan kita selain cheesecake *tos*😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s