Posted in anak, basic school, hidup di belanda

Mencari Sekolah Anak di Belanda (part 1)

Hai! Sore hari menjelang malam di Enschede, dan tetangga sebelah rumah saya masih pada sehat dan luar biasa berisik ramai banget party seharian, mungkin karena cuacanya cerah banget hari ini. Akhirnya musim semi kembali lagi!😀 Anyway, apa kabar kalian?

Karena hari ini adalah Hari Pendidikan Nasional di Indonesia (di Belanda masih 02 Mei!😀 ), maka saya mengucapkan selamat Hari Pendidikan Nasional! Dan kali ini, saya akan berjuang untuk menulis tentang pengalaman (dan sedikit pengetahuan) saya mengenai mencari sekolah anak di Belanda.

Kalau bicara tentang tipe sekolah untuk anak, maka pilihan yang ada adalah: apakah sebaiknya di sekolah umum berbahasa Belanda, atau sekolah internasional berbahasa Inggris atau malah tetap berbahasa nasional atau home schooling sekalian? *headache* :D

Saya coba rangkum beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih sekolah anak, meliputi faktor-faktor sebagai berikut:

  1. Bahasa. English? Dutch? Bahasa Indonesia?
  2. Budaya. Apakah sekolah di sekolah umum di Belanda dan di sekolah internasional bisa berbeda? Yes, some of them. Saya akan jelaskan ini di part 2, sabar ya pemirsa.🙂
  3. Kurikulum. Nah kalau ini silakan di cek di sekolah masing-masing (yang dituju).
  4. Usia anak. Kalau anak masih kecil (< 7th) dan tinggal lama disarankan masuk sekolah umum. Anak yang lebih tua atau tinggal sementara, ada opsi masuk international school. [P.S. Untuk keterangan anak <7th itu juga saya tau dari gurunya anak, katanya anak <7th masih gampang banget menyerap bahasa baru. Dokter si bocah juga bilang anak2 bisa menguasai sampai 7 bahasa. Warbiyasak!]
  5. Belonging. Agar bisa membaur di lingkungan dan komunikasi sehari-hari, masuk sekolah umum namun tetap di rumah menggunakan bahasa ibu.
  6. Continuity. Keberlangsungan terutama untuk remaja, disarankan ke sekolah yang menggunakan bahasa ibu.
  7. Faktor lain seperti kemampuan sosial dan emosional anak yang dapat berpengaruh pada masa adaptasi dan psikisnya.
  8. Biaya.🙂

Setahu saya, di Belanda ada leerplicht (learning obligation) untuk anak mulai usia 5 tahun bahwa anak tidak diperkenankan berada di luar sekolah dan dibawa ke negara asal dalam jangka waktu lama, diluar jadwal liburan sekolah, tanpa ijin dari school’s inspector masing-masing. Sehingga kasus home schooling sangat jarang diijinkan dan ‘under strict conditions‘. Intinya, anak harus sekolah, end of story.😀

Di Belanda, ada tiga tipe pendidikan dasar yang disubsidi oleh Pemerintah. Subsidi dari Pemerintah ini mencakup sekitar €5000 per anak per tahun. *takjub* Sehingga orang tua hanya berkontribusi kecil, misal membayar field trips atau swimming lesson dan lain-lain.

  1. 1/3 anak Dutch bersekolah di openbare/public school.
  2. 2/3 anak Dutch bersekolah di sekolah dengan agama tertentu, seperti Roman Catholic/ Christian/Jewish/Islamic/Hindu, yang sering disebut steiner atau free school.
  3. Kelompok kecil bersekolah yang berbasis filosofi seperti Montessori, Jenaplan, Dalton dan lain-lain.

Ada pula (Dutch) International School berbahasa pengantar bahasa Inggris yang disubsidi sebagian oleh Ministry of Education, jadi ada uang masuk sekolah per tahunnya. Besarannya per anak sekitar €3000-5000 (primary) atau €5000-7000 (secondary) per tahun. International school di Belanda menggunakan kurikulum International Primary Curriculum (IPC) atau International Baccalaureate Primary Years Programme (IBPYP atau lebih populer disingkat IB). Bisa dibrowsing ya bedanya IPC dan IB ini.

Untuk masuk ke International School, ada kualifikasinya sbb:

  1. Anak dari keluarga non-Dutch, status expat, tinggal di Belanda dalam jangka waktu yang tidak lama.
  2. Anak dari keluarga Dutch yang mobilitasnya internasional.
  3. Anak dari keluarga Dutch terkait international assignment, yang akan beralih dari Dutch ke bahasa Inggris (hanya masa transisi setahun).

Peuterspeelzalen (Toddler group)

Saya ceritakan sedikit tentang pre-school anak saya, karena dia sempat masuk pre-school selama 6 bulan sewaktu anak saya berumur 3.5-4 tahun.

basisschool_peuterspeelzaal
source: maps.google.com

Peuterspeelzal atau pre-school untuk anak usia 2-4 tahun. Peuterspeelzal ini biasanya gabung dengan primary school (seperti Alifa, Prinseschool, Twekki dll). Biasanya sekolah 2-3 hari per minggu, pagi atau siang sekitar 3-4 jam. Ada 15 anak dalam satu grup, dua orang guru yang dipanggil dengan juffrouw atau Miss. Di sekolah ngapain? Main!😀

Anak saya dulu waktu datang ke Belanda usianya 3.5 tahun trus mendaftar di grup Alifa (disini), maunya masuk peuterspeelzaal Twekkie karena banyak teman Indonesianya. Lokasi sekolahnya lumayan dekat dengan kampus UTwente. Pada saat itu, kami dikabari bahwa ternyata Twekkie penuh, dan masuk di Harlekijn. Seminggu 4 kali, 3 hari pagi dan satu hari Kamis masuk siang. Ayahnya yang atur jadwal antar, jemput dan titip sampai jam kerja selesai.

Biaya sekolah di peuterspeelzaal ini sekitar €45-150, tergantung income orangtua. Waktu anak kami disana malah bayarnya kurang dari itu, karena masih dapat subsidi dari pemerintah (sehingga dia dapat dua hari ekstra, jadi dalam seminggu dia masuk 4 kali) dan bayarnya murah banget.🙂

Basisschool di Enschede

Bisa dilihat untuk primary school di Enschede. Banyak banget🙂

basisschool_enschede01
Source: maps.google.com

Pilihan:

1. Openbare Dutch school. Bahasa pengantarnya full Dutch. Contohnya lihat di peta atas, biasanya memilih sekolah yang dekat rumah untuk memudahkan transport dan sebagainya.

2. Dutch school yayasan Islam, bernama Al Ummah (website disini). Ada juga tuh di peta kelihatan. Disini juga bahasa pengantarnya Dutch, yang ada perayaan keagamaan untuk Muslim, pelajaran akhlak, baca Qurán dan belajar berdoa.

3. Grup Prinseschool, ada kelas dengan bahasa pengantar Dutch dan 20% English (website disini). Termasuk dalam bagiannya adalah International School Twente yang menggunakan bahasa pengantar 100% English. Website disini.

5. SIN, Sekolah Indonesia-Nederland (website disini). Lokasi sekolahnya tidak berada di Enschede, tapi ada teman PhD yang anaknya disekolahkan juga disini dengan sistem online. Kabarnya raportnya diakui di sekolah Indonesia (cmiiw).

Lanjut di part 2 ya!🙂

 

Source: Holland Handbook 2013.

 

Author:

🇮🇩 in 🇳🇱 • wife&mom 👪 • parent teacher 🏫 • seasonal shopaholic 👜👠 • bookworm 📖 • dramafreak 🎬• bigeater 🍝🍣🍰 • aspiring blogger 📝

5 thoughts on “Mencari Sekolah Anak di Belanda (part 1)

  1. bingung tadi mau komen dimana… eh nulis komennya pake amplop segala, huehuehuehue… *desain buat yg jauh dari rumah

    good article jeung… thanks ya, masuk kantong buat daftarin sekolah anak..

    sy juga nemu: http://www.iamexpat.nl/read-and-discuss/education/news/pilot-bilingual-primary-schools-netherlands
    Yg di Enschede dianjurkan sejak 2015 Dutch Schools memulai 25% English, dan meningkat di tahun berikutnya, namun belum semua openbare melaksanakan..

      1. Oh. I have also my (other) personal reasons kenapa akhirnya milih international school.
        Tidak kumasukkan di post karena terlalu subyektif🙂

  2. Assalamualaikum mbak..
    Boleh minta alamat emailnya ga mbak? Mau nanya yg banyak nih soal Belanda..hehehe.
    Semoga mbak berkenan,,makasih sebelumnya ya mbak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s